Kakbah Bergetar dan Berhala Jatuh saat Nabi Muhammad SAW Lahir
Jum'at, 30 September 2022 - 15:16 WIB
loading...
Ada 360 patung yang ada di sekitar Kakbah ketika Nabi Muhammad SAW menaklukkan Mekkah dan menghancurkan semua berhala. Foto/Ilustrasi: Ist
A
A
A
Banyak peristiwa aneh terjadi tatkala Nabi Muhammad SAW lahir. Salah satunya adalah peristiwa kakbah bergetar dan berhala jatuh. “Sewaktu aku berada di dekat Kakbah, patung berhala yang ada di dalam Kakbah tiba-tiba jatuh tersungkur dari tempatnya dalam bentuk bersujud kepada Allah. Aku juga mendengar suara dari dinding Kakbah," ujar Abdul Muthalib , kakek Nabi Muhammad SAW, dalam sebuah riwayat.
Fuad Abdurahman dalam bukunya berjudul "Jalan Damai Rasulullah: Risalah Rahmat bagi Semua" mengutip riwayat itu. Abdul Muthalib juga mengatakan, “Nabi terpilih telah lahir yang akan menghancurkan orang-orang kafir, dan membersihkan aku dari beberapa patung berhala, serta memerintahkan untuk menyembah kepada Zat yang Merajai Alam ini.”
Dalam riwayat lain, Kakbah sempat bergetar tiga hari berturut-turut dan ada suara dari dalam Kakbah: “Katakanlah telah datang kebenaran (Islam) dan tidak akan memulai kebatilan, juga tidak akan mengembalikan kekufuran.”
Baca juga: Kisah Berhala Berbicara Menyampaikan Kebenaran Nabi Muhammad
Kakbah Pra-Islam
Pada masa pra-Islam, orang Arab mulanya memeluk agama Ibrahim, yakni agama tauhid. Mereka berhaji ke Rumah-Nya, mengagungkan tanah dan bulan-bulan suci-Nya. Dalam perjalanan waktu mereka menyimpang dari ajaran tersebut dan kemudian menyembah banyak tuhan dalam wujud patung.
Dr Abdul Aziz MA dalam bukunya berjudul "Chiefdom Madinah: Kerucut Kekuasaan pada Zaman Awal Islam" menuturkan, selain Hubal ada tiga patung yang paling berpengaruh. Patung itu adalah al-Lit, al-Uzza, dan Manat. Masing-masing patung memiliki bangunan yang mirip kakbah.
Al-Lit adalah berhala yang dipuja kabilah Tsaqif di kota Thaif. Berhala ini juga disembah kabilah Arab lainnya termasuk Quraisy. Berhala ini berupa batu putih persegi yang dibuatkan rumah menyerupai Kakbah di Mekkah.
Di bawah rumahnya ada lubang bernama Qhabqhab, tempat menyimpan barang-barang pemberian untuknya. Seperti orang Mekkah, orang Thaif melakukan tawaf mengelilingi al-Lit, dan hal ini dilakukan pula oleh mereka yang mengimaninya.
Lembah-lembah di sekitarnya, termasuk al-Haram, tanamannya tidak boleh ditebang, sedangkan orang yang masuk ke daerah itu akan aman.
Baca juga: Berhala Mewah Raja Duramsyil Berjatuhan karena Suara Nabi Nuh
Fuad Abdurahman dalam bukunya berjudul "Jalan Damai Rasulullah: Risalah Rahmat bagi Semua" mengutip riwayat itu. Abdul Muthalib juga mengatakan, “Nabi terpilih telah lahir yang akan menghancurkan orang-orang kafir, dan membersihkan aku dari beberapa patung berhala, serta memerintahkan untuk menyembah kepada Zat yang Merajai Alam ini.”
Dalam riwayat lain, Kakbah sempat bergetar tiga hari berturut-turut dan ada suara dari dalam Kakbah: “Katakanlah telah datang kebenaran (Islam) dan tidak akan memulai kebatilan, juga tidak akan mengembalikan kekufuran.”
Baca juga: Kisah Berhala Berbicara Menyampaikan Kebenaran Nabi Muhammad
Kakbah Pra-Islam
Pada masa pra-Islam, orang Arab mulanya memeluk agama Ibrahim, yakni agama tauhid. Mereka berhaji ke Rumah-Nya, mengagungkan tanah dan bulan-bulan suci-Nya. Dalam perjalanan waktu mereka menyimpang dari ajaran tersebut dan kemudian menyembah banyak tuhan dalam wujud patung.
Dr Abdul Aziz MA dalam bukunya berjudul "Chiefdom Madinah: Kerucut Kekuasaan pada Zaman Awal Islam" menuturkan, selain Hubal ada tiga patung yang paling berpengaruh. Patung itu adalah al-Lit, al-Uzza, dan Manat. Masing-masing patung memiliki bangunan yang mirip kakbah.
Al-Lit adalah berhala yang dipuja kabilah Tsaqif di kota Thaif. Berhala ini juga disembah kabilah Arab lainnya termasuk Quraisy. Berhala ini berupa batu putih persegi yang dibuatkan rumah menyerupai Kakbah di Mekkah.
Di bawah rumahnya ada lubang bernama Qhabqhab, tempat menyimpan barang-barang pemberian untuknya. Seperti orang Mekkah, orang Thaif melakukan tawaf mengelilingi al-Lit, dan hal ini dilakukan pula oleh mereka yang mengimaninya.
Lembah-lembah di sekitarnya, termasuk al-Haram, tanamannya tidak boleh ditebang, sedangkan orang yang masuk ke daerah itu akan aman.
Baca juga: Berhala Mewah Raja Duramsyil Berjatuhan karena Suara Nabi Nuh
Lihat Juga :