Kisah Budak Perempuan Bermain Rebana di Hadapan Nabi Muhammad SAW

Minggu, 02 Oktober 2022 - 22:09 WIB
loading...
Kisah Budak Perempuan...
Perempuan Madinah menabuh rebana menyambut kedatangan Nabi Muhammad SAW di Kota Madinah saat peristiwa Hijrah. Foto/tangkapan layar Film Hijrah Nabi ke Madinah
A A A
Setiap momen Rabiul Awal kita sering menyaksikan perayaan Maulid Nabi diiringi rebana. Hal ini sudah menjadi tradisi di tengah masyarakat muslim Indonesia.

Memainkan rebana pada momen-momen kebahagiaan bukanlah hal terlarang karena Nabi Muhammad ﷺ sendiri pernah membiarkan seorang budak perempuan menabuh rebana di hadapan Beliau. Dikisahkan, tatkala Nabi Muhammad ﷺ pulang dari salah satu peperangan, seorang budak perempuan menghampiri beliau dengan penuh kegembiraan sembari berkata:

يا رسولَ الله، إنِّي كنتُ نَذَرْتُ إنْ رَدَّك اللهُ سالِمًا أنْ أضربَ بيْن يديْك بالدُّفِّ (رواه الترمذي)

Artinya: "Wahai Rasulullah, saya telah bernadzar, jika Allah Ta'ala mengembalikan engkau dari peperangan dengan selamat, saya akan bermain rebana di hadapan engkau." (HR At-Tirmidzi)

Nabi ﷺ kemudian mempersilakan budak perempuan itu memainkan rebana dan duduk mendengarkannya. Imam Mulla Ali Qori dalam Syarhul Misykat mengatakan:

"فيه دليل على أن الوفاء بالنذر الذي فيه قربة واجب، والسرور بمقدمه ﷺ قربة.."

Artinya: "Ini adalah dalil bahwa menepati nazar dari perbuatan ibadah itu wajib, dan bahagia atas kedatangan Nabi ﷺ adalah ibadah."

Dai yang belajar di Kairo Mesir, Ustaz Amru Hamdany menerangkan, memukul rebana saja bukanlah ibadah, tapi jika dilandasi karena kecintaan dan kebahagiaan atas kedatangan Nabi maka itu ibadah. Dan Rasulullah ﷺ memerintahkan budak perempuan itu melakukan nazarnya.

Dari sini, para ulama mengatakan bahwa jika saja memukul rebana sebagai bentuk mendeklarasikan kebahagiaan atas kedatangan Nabi dari perang diizinkan, maka menampakkan kebahagiaan atas datangnya Nabi Muhammad ke dunia ini dengan hal-hal yang mubah tentu lebih diizinkan dan bahkan diganjar pahala.

Lebih-lebih jika diisi dengan hal-hal positif seperti membaca sirah Nabi, pujian-pujian kepada beliau (semisal Burdah), bersedekah, dan lainnya. Itu sebabnya para ulama membolehkan rebana (duff) digunakan untuk acara-acara seperti walimah pernikahan atau hari raya.

Wallahu A'lam

Baca Juga: Pendapat UAH Tentang Hukum Musik, Berikut Penjelasannya
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Menjadikan Rasulullah...
Menjadikan Rasulullah SAW sebagai Kiblat Ekonomi Umat
Jejak Sejarah Ibadah...
Jejak Sejarah Ibadah Umrah Rasulullah SAW, Hanya 4 Kali Seumur Hidup
Diplomasi Perang ala...
Diplomasi Perang ala Rasulullah SAW: Strategi Cerdas di Balik Kemenangan
Rasulullah SAW Paling...
Rasulullah SAW Paling Sering Berpuasa di Bulan Syaban, Ini Alasannya!
Nubuat Rasulullah SAW...
Nubuat Rasulullah SAW Tentang Perang Besar Akhir Zaman
Doa Sebelum Subuh yang...
Doa Sebelum Subuh yang Tak Pernah Dilewatkan Rasulullah SAW
Rekomendasi
Mengapa Laut Mediterania...
Mengapa Laut Mediterania dan Samudra Atlantik Tidak Menyatu? Ini Penjelasan Lengkapnya
PBB Sebut Banyak Wilayah...
PBB Sebut Banyak Wilayah yang Tak Bisa Dihuni Akibat Panas Ekstrem
Amerika Serikat Akan...
Amerika Serikat Akan Diselimuti Gelombang Panas Ekstrem Pekan Ini
Artikel Terkini
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa tetelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Wamenhaj Ungkap Dugaan...
Wamenhaj Ungkap Dugaan Penipuan Rp1,4 M Modus Dam dan Badal Haji
Larangan Menikah di...
Larangan Menikah di Bulan Suro: Bagaimana Pandangan Islam?
Doa Memasuki Tahun Baru...
Doa Memasuki Tahun Baru Islam, Jangan Lupa Diamalkan!
Samakah 1 Muharram dengan...
Samakah 1 Muharram dengan 1 Suro? Simak Penjelasannya di Sini!
Perlukah Melakukan Resolusi...
Perlukah Melakukan Resolusi Hidup di Tahun Baru Islam?
Infografis
Kisah Perjalanan Satu...
Kisah Perjalanan Satu Dekade Islam Makhachev di UFC
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved