Kisah Rasulullah SAW Merobohkan Masjid Dirar yang Dibangun Kaum Anshar
Jum'at, 07 Oktober 2022 - 17:24 WIB
loading...
A
A
A
Maka bergabunglah bersamanya orang-orang dari kalangan Arab Badui yang setuju dengan pendapatnya, lalu mereka datang pada tahun terjadinya Perang Uhud. Maka terjadilah suatu cobaan yang menimpa kaum muslim dalam perang itu. Tetapi akibat yang terpuji hanyalah bagi orang-orang yang bertakwa.
Baca juga: Kisah 3 Sahabat Nabi Muhammad SAW Dikucilkan karena Tolak Ikut Perang Tabuk
Tersebutlah bahwa si laknat Abu Amir ini telah membuat lubang-lubang di antara kedua barisan pasukan, dan secara kebetulan Rasulullah SAW terjatuh ke dalam salah satunya. Dalam perang itu Rasulullah SAW mengalami luka pada wajahnya, gigi geraham bagian bawah kanannya ada yang rontok, dan kepalanya luka.
Pada permulaan perang, Abu Amir maju menghadapi kaumnya yang tergabung ke dalam barisan orang-orang Anshar, lalu ia berkhotbah kepada mereka, membujuk mereka guna membantunya dan bergabung ke dalam barisannya.
Setelah menyelesaikan pidatonya itu, orang-orang mengatakan, "Semoga Allah tidak memberikan ketenangan pada matamu, hai orang fasik, hai musuh Allah."
Mereka melempari dan mencacinya. Akhirnya Abu Amir kembali seraya berkata, "Demi Allah, sesungguhnya kaumku telah tertimpa keburukan sepeninggalku."
Pada mulanya Rasulullah SAW telah menyerunya untuk menyembah Allah —yaitu sebelum ia melarikan diri—dan membacakan Al-Qur'an kepadanya, tetapi ia tetap tidak mau masuk Islam, dan membangkang.
Rasulullah SAW pun mendoakan Abu Amir untuk kecelakaannya, semoga dia mati dalam keadaan jauh dari tempat tinggalnya dan terusir. Maka doa itu menimpanya.
Kejadian tersebut terjadi ketika kaum muslim selesai dari Perang Uhud dan Abu Amir melihat perkara Rasulullah SAW makin bertambah tinggi dan makin muncul.
Baca juga: Masjid Jumat, di Sinilah Rasulullah SAW Dirikan Sholat Jumat Perdana
Menemui Heraklius
Abu Amir pun pergi menemui Heraklius—Raja Romawi— untuk meminta pertolongan kepadanya dalam menghadapi Nabi SAW. Kaisar Romawi memberikan janji dan harapan kepadanya, lalu ia bermukim di kerajaan Romawi.
Sesudah itu Abu Amir menulis surat kepada segolongan kaumnya dari kalangan Anshar yang tergabung dalam golongan orang-orang munafik lagi masih ragu kepada Islam. Dia menjanjikan dan memberikan harapan kepada mereka, bahwa kelak dia akan datang kepada mereka dengan membawa pasukan Romawi untuk memerangi Rasulullah SAW dan mengalahkannya serta menghentikan kegiatannya.
Baca juga: Kisah 3 Sahabat Nabi Muhammad SAW Dikucilkan karena Tolak Ikut Perang Tabuk
Tersebutlah bahwa si laknat Abu Amir ini telah membuat lubang-lubang di antara kedua barisan pasukan, dan secara kebetulan Rasulullah SAW terjatuh ke dalam salah satunya. Dalam perang itu Rasulullah SAW mengalami luka pada wajahnya, gigi geraham bagian bawah kanannya ada yang rontok, dan kepalanya luka.
Pada permulaan perang, Abu Amir maju menghadapi kaumnya yang tergabung ke dalam barisan orang-orang Anshar, lalu ia berkhotbah kepada mereka, membujuk mereka guna membantunya dan bergabung ke dalam barisannya.
Setelah menyelesaikan pidatonya itu, orang-orang mengatakan, "Semoga Allah tidak memberikan ketenangan pada matamu, hai orang fasik, hai musuh Allah."
Mereka melempari dan mencacinya. Akhirnya Abu Amir kembali seraya berkata, "Demi Allah, sesungguhnya kaumku telah tertimpa keburukan sepeninggalku."
Pada mulanya Rasulullah SAW telah menyerunya untuk menyembah Allah —yaitu sebelum ia melarikan diri—dan membacakan Al-Qur'an kepadanya, tetapi ia tetap tidak mau masuk Islam, dan membangkang.
Rasulullah SAW pun mendoakan Abu Amir untuk kecelakaannya, semoga dia mati dalam keadaan jauh dari tempat tinggalnya dan terusir. Maka doa itu menimpanya.
Kejadian tersebut terjadi ketika kaum muslim selesai dari Perang Uhud dan Abu Amir melihat perkara Rasulullah SAW makin bertambah tinggi dan makin muncul.
Baca juga: Masjid Jumat, di Sinilah Rasulullah SAW Dirikan Sholat Jumat Perdana
Menemui Heraklius
Abu Amir pun pergi menemui Heraklius—Raja Romawi— untuk meminta pertolongan kepadanya dalam menghadapi Nabi SAW. Kaisar Romawi memberikan janji dan harapan kepadanya, lalu ia bermukim di kerajaan Romawi.
Sesudah itu Abu Amir menulis surat kepada segolongan kaumnya dari kalangan Anshar yang tergabung dalam golongan orang-orang munafik lagi masih ragu kepada Islam. Dia menjanjikan dan memberikan harapan kepada mereka, bahwa kelak dia akan datang kepada mereka dengan membawa pasukan Romawi untuk memerangi Rasulullah SAW dan mengalahkannya serta menghentikan kegiatannya.
Lihat Juga :