Kisah Rasulullah SAW Merobohkan Masjid Dirar yang Dibangun Kaum Anshar
Jum'at, 07 Oktober 2022 - 17:24 WIB
loading...
A
A
A
Lalu Abu Amir menganjurkan orang-orangnya untuk membuat suatu benteng yang kelak akan dipakai untuk berlindung bagi orang-orang yang datang kepada mereka dari sisinya guna menunaikan ajaran kitabnya. Tempat itu sekaligus akan menjadi tempat pengintaian baginya kelak di masa depan bila ia datang kepada mereka.
Orang-orang Abu Amir pun mulai membangun sebuah masjid yang letaknya berdekatan dengan Masjid Quba. Mereka membangun dan mengukuhkannya, dan mereka baru selesai dari pembangunan masjidnya di saat Rasulullah SAW hendak pergi ke medan Tabuk.
Lalu para pembangunnya datang menghadap Rasulullah SAW dan memohon kepadanya agar sudi melakukan sholat di masjid mereka. Tujuan mereka untuk memperoleh bukti melalui sholat Nabi SAW di dalamnya, sehingga kedudukan masjid itu diakui dan dikuatkan.
Baca juga: Keistimewaan Masjid Quba: Allah yang Langsung Memuji Masjid ini, Mengapa?
Mereka mengemukakan alasannya, bahwa sesungguhnya mereka membangun masjid ini hanyalah untuk orang-orang yang lemah dari kalangan mereka dan orang-orang yang berhalangan di malam yang sangat dingin. Tetapi Allah SAW memelihara Nabi SAW dari melakukan sholat di dalam masjid itu.
Nabi SAW menjawab permintaan mereka melalui sabdanya:
"إِنَّا عَلَى سَفَرٍ، وَلَكِنْ إِذَا رَجَعْنَا إِنْ شَاءَ اللَّهُ"
Sesungguhnya kami sedang dalam perjalanan. Tetapi jika kami kembali, insya Allah.
Ketika Nabi SAW kembali ke Madinah dari medan Tabuk, dan jarak antara perjalanan untuk sampai ke Madinah hanya tinggal sehari atau setengah hari lagi, Malaikat Jibril as turun dengan membawa berita tentang Masjid Dirar dan niat para pembangunnya yang hendak menyebarkan kekufuran dan memecah belah persatuan umat Islam.
Mereka hendak menyaingi masjid kaum muslim —yaitu Masjid Quba— yang sejak semula dibangun dengan landasan takwa. Maka Rasulullah SAW mengutus orang-orang ke Masjid Dirar itu untuk merobohkannya sebelum beliau tiba di Madinah.
Baca juga: Kiblat Berubah, Sahabat Nabi Bertanya Apakah Salatnya Diterima?
Orang-orang Abu Amir pun mulai membangun sebuah masjid yang letaknya berdekatan dengan Masjid Quba. Mereka membangun dan mengukuhkannya, dan mereka baru selesai dari pembangunan masjidnya di saat Rasulullah SAW hendak pergi ke medan Tabuk.
Lalu para pembangunnya datang menghadap Rasulullah SAW dan memohon kepadanya agar sudi melakukan sholat di masjid mereka. Tujuan mereka untuk memperoleh bukti melalui sholat Nabi SAW di dalamnya, sehingga kedudukan masjid itu diakui dan dikuatkan.
Baca juga: Keistimewaan Masjid Quba: Allah yang Langsung Memuji Masjid ini, Mengapa?
Mereka mengemukakan alasannya, bahwa sesungguhnya mereka membangun masjid ini hanyalah untuk orang-orang yang lemah dari kalangan mereka dan orang-orang yang berhalangan di malam yang sangat dingin. Tetapi Allah SAW memelihara Nabi SAW dari melakukan sholat di dalam masjid itu.
Nabi SAW menjawab permintaan mereka melalui sabdanya:
"إِنَّا عَلَى سَفَرٍ، وَلَكِنْ إِذَا رَجَعْنَا إِنْ شَاءَ اللَّهُ"
Sesungguhnya kami sedang dalam perjalanan. Tetapi jika kami kembali, insya Allah.
Ketika Nabi SAW kembali ke Madinah dari medan Tabuk, dan jarak antara perjalanan untuk sampai ke Madinah hanya tinggal sehari atau setengah hari lagi, Malaikat Jibril as turun dengan membawa berita tentang Masjid Dirar dan niat para pembangunnya yang hendak menyebarkan kekufuran dan memecah belah persatuan umat Islam.
Mereka hendak menyaingi masjid kaum muslim —yaitu Masjid Quba— yang sejak semula dibangun dengan landasan takwa. Maka Rasulullah SAW mengutus orang-orang ke Masjid Dirar itu untuk merobohkannya sebelum beliau tiba di Madinah.
Baca juga: Kiblat Berubah, Sahabat Nabi Bertanya Apakah Salatnya Diterima?
(mhy)
Lihat Juga :