Tapa Brata Malik Dinar dan Pencarian Sang Guru Tersembunyi

Senin, 06 Juli 2020 - 06:32 WIB
loading...
Tapa Brata Malik Dinar...
Malik Dinar adalah salah seorang guru klasik zaman awal. Foto/Ilustrasi/Ist
A A A
SETELAH bertahun-tahun lamanya menekuni persoalan-persoalan filsafat, Malik Dinar merasa bahwa sudah tiba waktunya untuk mengadakan perjalanan mencari pengetahuan. "Saya akan pergi", batinnya, "Menemui sang Guru Tersembunyi, yang konon juga berada dalam kesejatian diriku."

Baca juga: Cara Jitu Menjebak Anak-Anak Serakah ke Jalan yang Benar

Ia pun meninggalkan rumahnya dan hanya membawa bekal beberapa buah kurma. Tak lama kemudian, ia melihat seorang darwis berjalan kelelahan di jalan yang berdebu. Didekatinya darwis itu, tetapi tidak disapanya.

Akhirnya darwis itu pun berkata, "kau ini siapa dan hendak ke mana?"

"Nama saya Dinar, saya dalam perjalanan mencari sang Guru Tersembunyi."

"Aku Malik Al-Fatih, kau akan kutemani," kata Sang Darwis.

"Apa saudara bisa bantu saya menemukan Sang Guru?" tanya Dinar.

Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Raja Ingin Menjadi Dermawan

"Apa aku bisa membantumu, apa kau bisa membantuku?" kata Fatih, dengan cara bicara kaum darwis yang sering kali menjengkelkan orang biasa. Katanya lagi, "Sang Guru Tersembunyi, demikianlah dikatakan, berada di dalam diri manusia. Bagaimana orang bisa menemukannya, tergantung kepada seberapa mampu ia memanfaatkan pengalamannya. Hal ini sebagian hanya bisa dicapai bersama seorang kawan."

Sekarang mereka sampai di dekat sebuah pohon, yang berdesir dan bergoyang seperti akan roboh. Darwis itu berhenti. "Pohon ini mengatakan sesuatu," katanya sesaat kemudian: 'Ada sesuatu yang menyakitiku; singgahlah dan tolong singkirkan penyebab rasa sakitku itu agar aku bisa segar kembali.'"

"Saya harus buru-buru," jawab Dinar, "bagaimana bisa ada pohon berbicara?" Keduanya pun kembali meneruskan perjalanan.

Setelah sekian lama, darwis itu pun berkata, "Ketika kita tadi di bawah pohon itu, aku mencium bau madu. Mungkinkah bau itu berasal dari sarang lebah liar di dalam rongga pohon itu?"

"Kalau benar begitu," kata Dinar, "kita mesti segera kembali ke sana; madunya bisa kita ambil untuk dimakan dan dijual."

"Terserah kau sajalah," kata darwis itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Kisah Qarun dalam Al-Quran:...
Kisah Qarun dalam Al-Qur'an: Dari Orang Saleh Menjadi Binasa karena Harta
Kisah Uwais Al-Qarni,...
Kisah Uwais Al-Qarni, Teladan Berbakti kepada Orang Tua yang Dijamin Doanya Mustajab
Kisah Nabi Muhammad...
Kisah Nabi Muhammad SAW Sujud Sangat Lama, Ternyata Ini Penyebabnya
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Rekomendasi
Laos Akan Sulap Gunung...
Laos Akan Sulap Gunung Berapi Tidak Aktif Jadi Wahana Bermain
Makna Malam Lailatul...
Makna Malam Lailatul Qadar dari Sudut Pandang Sains
Ilmuwan Ungkap Musuh...
Ilmuwan Ungkap Musuh Terkuat Raja Firaun Selain Nabi Musa
Artikel Terkini
Asal Usul Nama Surat...
Asal Usul Nama Surat Al-Baqarah: Kisah Sapi Betina yang Mengungkap Misteri Pembunuhan
Ayat-ayat Istimewa Surat...
Ayat-ayat Istimewa Surat Al Baqarah : Mengapa Ayat 255 Disebut Ayat Kursi?
Asbabun Nuzul 2 Ayat...
Asbabun Nuzul 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Kisah Turunnya Ayat yang Menenangkan Para Sahabat
Bacaan 2 Ayat Terakhir...
Bacaan 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah dan 3 Manfaatnya yang Dahsyat
Rahasia 2 Ayat Terakhir...
Rahasia 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Dibaca Malam Hari, Pahalanya Luar Biasa
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Infografis
Abu Musa Jabir Bin Hayyan,...
Abu Musa Jabir Bin Hayyan, Ilmuwan Islam di Bidang Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved