Polisi dalam Pandangan Islam dan Pesan Al-Qur'an
Minggu, 16 Oktober 2022 - 15:22 WIB
loading...
Polisi wanita Arab Saudi mengawasi jamaah umrah selama bulan suci Ramadhan di Masjidil Haram Mekkah tahun lalu. Foto/dok Saudi Press Agency
A
A
A
Polisi menjadi tema sosial yang tak pernah berhenti dibicarakan mengingat perannya yang sangat berarti di tengah masyarakat. Berikut pandangan Islam terhadap polisi.
Polisi menjadi buah bibir menyusul banyaknya tindakan oknum polisi yang jauh dari nilai moral. Citra polisi kian buruk setelah mencuatnya kasus yang melibatkan oknum petinggi kepolisian. Belum selesai kasus Irjen Pol Ferdy Sambo, publik dikejutkan lagi dengan kasus jenderal polisi bintang dua yang terlibat peredaran narkoba.
Tindakan kepolisian menggunakan gas air mata saat tragedi Kanjuruhan Malang juga tak lepas dari sorotan. Belum lagi kasus polisi tembak polisi dan lainnya. Kesan negatif begitu mendalam di benak publik.
Harus diakui, tidak semua polisi itu jahat. Bahkan, polisi bisa disejajarkan seperti Dai manakala mereka menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik dan profesional.
Dalam buku "Kepolisian dalam Pandangan Islam" karya Ustaz Engkos Kosasih Lc MAg, Islam memiliki pandangan sendiri terhadap profesi polisi. Dalam Islam, polisi disebut Asy-Syurthah. Aparat penegak hukum ini sudah ada pada masa Khulafa Ar-Rasyidin.
Syurthah (aparat polisi) pernah mengukir kenangan indah dalam sejarah kejayaan Islam. Mereka menjadi pilar dalam penegakan syariat pada masa Khulafa Ar-Rasyidin dan generasi berikutnya.
Tugas utama Syurthah kala itu tidak berbeda dengan polisi zaman sekarang, yakni menciptakan rasa aman dan kemaslahatan masyarakat. Perbedaannya hanya pada cara yang ditempuh untuk mewujudkan kemaslahatan tersebut.
Inilah kesempurnaan syariat Islam yang mampu menjadi solusi dan menjawab berbagai masalah kekinian, termasuk masalah penegakan hukum dan SOP kepolisian dalam menciptakan keamanan masyarakat.
Dalam bahasa Arab, kata As-Syurthah dengan huruf "Ra" dimatikan, artinya para pembantu penguasa. Mereka memiliki ciri yang spesifik dalam diri mereka sehingga mudah dikenali. Makanya ada istilah "Rajulun Syurtiyyun" (dia seorang polisi).
Arti Syurthah menurut istilah setidaknya ada dua defenisi. Pertama, dilihat dari kelompok manusia yang menanggung beban tugasnya, maka Syurthah adalah tentara-tentara (pasukan) yang dijadikan tulang punggung khalifah atau pemerintah dalam menciptakan keamanan dan ketertiban sekaligus menangkap para penjahat dan berbagai kegiatan administratif lainnya.
Polisi menjadi buah bibir menyusul banyaknya tindakan oknum polisi yang jauh dari nilai moral. Citra polisi kian buruk setelah mencuatnya kasus yang melibatkan oknum petinggi kepolisian. Belum selesai kasus Irjen Pol Ferdy Sambo, publik dikejutkan lagi dengan kasus jenderal polisi bintang dua yang terlibat peredaran narkoba.
Tindakan kepolisian menggunakan gas air mata saat tragedi Kanjuruhan Malang juga tak lepas dari sorotan. Belum lagi kasus polisi tembak polisi dan lainnya. Kesan negatif begitu mendalam di benak publik.
Harus diakui, tidak semua polisi itu jahat. Bahkan, polisi bisa disejajarkan seperti Dai manakala mereka menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik dan profesional.
Dalam buku "Kepolisian dalam Pandangan Islam" karya Ustaz Engkos Kosasih Lc MAg, Islam memiliki pandangan sendiri terhadap profesi polisi. Dalam Islam, polisi disebut Asy-Syurthah. Aparat penegak hukum ini sudah ada pada masa Khulafa Ar-Rasyidin.
Syurthah (aparat polisi) pernah mengukir kenangan indah dalam sejarah kejayaan Islam. Mereka menjadi pilar dalam penegakan syariat pada masa Khulafa Ar-Rasyidin dan generasi berikutnya.
Tugas utama Syurthah kala itu tidak berbeda dengan polisi zaman sekarang, yakni menciptakan rasa aman dan kemaslahatan masyarakat. Perbedaannya hanya pada cara yang ditempuh untuk mewujudkan kemaslahatan tersebut.
Inilah kesempurnaan syariat Islam yang mampu menjadi solusi dan menjawab berbagai masalah kekinian, termasuk masalah penegakan hukum dan SOP kepolisian dalam menciptakan keamanan masyarakat.
Dalam bahasa Arab, kata As-Syurthah dengan huruf "Ra" dimatikan, artinya para pembantu penguasa. Mereka memiliki ciri yang spesifik dalam diri mereka sehingga mudah dikenali. Makanya ada istilah "Rajulun Syurtiyyun" (dia seorang polisi).
Arti Syurthah menurut istilah setidaknya ada dua defenisi. Pertama, dilihat dari kelompok manusia yang menanggung beban tugasnya, maka Syurthah adalah tentara-tentara (pasukan) yang dijadikan tulang punggung khalifah atau pemerintah dalam menciptakan keamanan dan ketertiban sekaligus menangkap para penjahat dan berbagai kegiatan administratif lainnya.
Lihat Juga :