Begini Proses Penyelamatan Insan yang Beriman dari Neraka
Jum'at, 21 Oktober 2022 - 16:27 WIB
loading...
Allah menyelamatkan orang-orang mukmin yang bertakwa dari neraka sesuai dengan amal perbuatannya. Foto/Ilustrasi: Is
A
A
A
Ibnu Katsir dalam tafsirnya tatkala menafsirkan surat Maryam ayat 72 memberikan gambaran bagaimana proses penyelamatan orang-orang beriman yang sempat memasuki neraka.
Firman Allah SWT:
ثُمَّ نُنَجِّي الَّذِينَ اتَّقَوْا
Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa. ( QS Maryam : 72)
Baca juga: Shirath, Jembatan di Atas Neraka yang Licin dan Tajam
Ibnu Katsir menjelaskan apabila semua makhluk melewati neraka dan orang-orang kafir, serta orang-orang ahli maksiat terjerumus ke dalamnya sesuai dengan amal perbuatan mereka, maka Allah menyelamatkan orang-orang mukmin yang bertakwa dari neraka sesuai dengan amal perbuatannya.
"Mereka melewati shirath dengan kecepatan yang berbeda-beda sesuai dengan amal perbuatan masing-masing selama mereka di dunia," tuturnya.
Sekadar mengingakan shirath secara etimologi bermakna jalan lurus yang terang. Adapun menurut istilah, yaitu jembatan terbentang di atas neraka Jahanam yang akan dilewati oleh manusia ketika menuju Surga .
Ibnu Katsir melanjurkan, kemudian diberikan syafaat terhadap orang-orang yang berdosa besar dari kalangan kaum mukmin. Para malaikat, para nabi, dan orang-orang mukmin memberikan syafaat kepada mereka sehingga dikeluarkan dari neraka sejumlah besar makhluk yang telah hangus di makan api neraka, kecuali wajah mereka, yaitu anggota badan mereka yang dipakai sujud dalam sholat.
Mereka di keluarkan dari api neraka secara prioritas sesuai dengan kadar iman yang ada di dalam kalbu mereka.
Firman Allah SWT:
ثُمَّ نُنَجِّي الَّذِينَ اتَّقَوْا
Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa. ( QS Maryam : 72)
Baca juga: Shirath, Jembatan di Atas Neraka yang Licin dan Tajam
Ibnu Katsir menjelaskan apabila semua makhluk melewati neraka dan orang-orang kafir, serta orang-orang ahli maksiat terjerumus ke dalamnya sesuai dengan amal perbuatan mereka, maka Allah menyelamatkan orang-orang mukmin yang bertakwa dari neraka sesuai dengan amal perbuatannya.
"Mereka melewati shirath dengan kecepatan yang berbeda-beda sesuai dengan amal perbuatan masing-masing selama mereka di dunia," tuturnya.
Sekadar mengingakan shirath secara etimologi bermakna jalan lurus yang terang. Adapun menurut istilah, yaitu jembatan terbentang di atas neraka Jahanam yang akan dilewati oleh manusia ketika menuju Surga .
Ibnu Katsir melanjurkan, kemudian diberikan syafaat terhadap orang-orang yang berdosa besar dari kalangan kaum mukmin. Para malaikat, para nabi, dan orang-orang mukmin memberikan syafaat kepada mereka sehingga dikeluarkan dari neraka sejumlah besar makhluk yang telah hangus di makan api neraka, kecuali wajah mereka, yaitu anggota badan mereka yang dipakai sujud dalam sholat.
Mereka di keluarkan dari api neraka secara prioritas sesuai dengan kadar iman yang ada di dalam kalbu mereka.
Lihat Juga :