Doa Nabi Ibrahim agar Dijauhkan dari Kesyirikan
Minggu, 23 Oktober 2022 - 11:53 WIB
loading...
Kesyirikan atau perbuatan syirik itu sangat halus yang sangat memungkinkan menimpa seorang hamba tanpa ia sadari, agar dijauhkan dari hal itu salah satunya dengan berdoa seperti yang dipanjatkan Nabi Ibrahim Alaihi sallam. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Kesyirikan atau perbuatan syirik itu sangat halus yang sangat memungkinkan menimpa seorang hamba tanpa ia sadari. Untuk itu, kita memohon agar Allah Shubhanahu wa ta'ala selalu melindungi dan menjauhkan kita dari perbuatan syirik tersebut. Salah satunya dengan berdoa seperti yang dipanjatkan Nabi Ibrahim Alaihi sallam.
Baca juga: Benarkah Dosa Syirik Kecil Lebih Dahsyat dari Dosa Besar?
Doa tersebut, menurut Ustadz Muhammad Ihsan, dai alumni STDI Imam Syafi’i Jember, berulang-ulag dipanjatkan dan diucapkan oleh Nabi Ibrahim ‘alaihissalam , yakni:
Wajnubnii wa baniyya an na'budal ashnam
“Jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.”
Ustadz Muhammad Ihsan menjelaskan, jika tauhid adalah tujuan manusia diciptakan dan siapa yang merealisasikan hal tersebut akan masuk surga, maka sebaliknya dengan kesyirikan yang notabenenya adalah lawan dari tauhid.
Allah Ta'ala menyebut kesyirikan sebagai kezhaliman yang sangat besar saat Allah mengisahkan nasihat Lukman kepada anaknya:
“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.” (QS. Luqman: 13).
Baca juga: Benarkah Dosa Syirik Kecil Lebih Dahsyat dari Dosa Besar?
Doa tersebut, menurut Ustadz Muhammad Ihsan, dai alumni STDI Imam Syafi’i Jember, berulang-ulag dipanjatkan dan diucapkan oleh Nabi Ibrahim ‘alaihissalam , yakni:
وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَن نَّعْبُدَ الْأَصْنَامَ
Wajnubnii wa baniyya an na'budal ashnam
“Jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.”
Ustadz Muhammad Ihsan menjelaskan, jika tauhid adalah tujuan manusia diciptakan dan siapa yang merealisasikan hal tersebut akan masuk surga, maka sebaliknya dengan kesyirikan yang notabenenya adalah lawan dari tauhid.
Allah Ta'ala menyebut kesyirikan sebagai kezhaliman yang sangat besar saat Allah mengisahkan nasihat Lukman kepada anaknya:
وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَابُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.” (QS. Luqman: 13).
Lihat Juga :