Fitnah? Biar Nggak Gagal Paham, Begini Kata Al-Qur'an
Kamis, 03 November 2022 - 11:06 WIB
loading...
A
A
A
Al-Sa’adi dalam kitab "Taisir al-Karim al-Rahman Fi Tafsir Kalam al-Mannan" menjelaskan, makna fitnah pada ayat ini adalah azab neraka. Hal serupa disampaikan oleh al-Maraghi dalam kitabnya "Tafsir al-Maraghi".
Menurutnya, di akhirat kelak malaikat penjaga neraka akan berkata kepada penghuninya dengan ejekan, “Rasakanlah azabmu ini. Inilah azab yang dahulu kamu minta agar disegerakan.”
Kedua, fitnah dalam arti mendatangkan cobaan (menyiksa) atau mendatangkan bencana seperti membunuh. Hal ini disebutkan dalam surah al-Buruj [85] ayat 10 yang berbunyi:
اِنَّ الَّذِيْنَ فَتَنُوا الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوْبُوْا فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ الْحَرِيْقِۗ ١٠
“Sungguh, orang-orang yang mendatangkan cobaan (bencana, membunuh, menyiksa) kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan lalu mereka tidak bertobat, maka mereka akan mendapat azab Jahanam dan mereka akan mendapat azab (neraka) yang membakar.” ( QS. Al-Buruj [85] ayat 10).
Secara umum, ayat ini memberitahukan bahwa Allah swt memberikan ancaman kepada orang-orang yang sering menganiaya kaum muslimin. Mereka yang suka menyiksa ini – baik laki-laki maupun perempuan – dan tidak pula bertobat atas kesalahan tersebut dengan meminta ampun kepada Allah serta meminta maaf kepada korban, maka Allah swt akan memasukkan mereka ke dalam api neraka.
Baca juga: Pesan Rasulullah Ketika Fitnah Bertebaran
Ketiga, fitnah dalam arti ujian. Makna fitnah dalam Al-Qur'an yang ketiga adalah cobaan atau ujian. Hal ini telah disebutkan oleh Al-Qur'an dalam surah al-Anfal [8] ayat 28 yang berbunyi:
وَاعْلَمُوْٓا اَنَّمَآ اَمْوَالُكُمْ وَاَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ ۙوَّاَنَّ اللّٰهَ عِنْدَهٗٓ اَجْرٌ عَظِيْمٌ ࣖ ٢٨
“Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar.” ( QS. Al-Anfal [8] ayat 28).
Berkenaan dengan ayat di atas, az-Zamakhsyari dalam Tafsir al-kasysyaf menjelaskan bahwa harta benda dan keturunan dikategorikan sebagai fitnah (fitnatun), karena mereka – sering kali – menjadi penyebab terjerumusnya seseorang ke dalam dosa, yakni mengkhianati amanah yang diperintahkan pada ayat sebelumnya. Dengan demikian, dalam konteks ini fitnah memiliki makna ujian atau cobaan bagi manusia.
Pandangan serupa disampaikan oleh al-Sa’adi. Menurutnya, makna fitnah pada ayat ini adalah cobaan atau ujian. Jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya, maka dapat dipahami surah al-Anfal [8] ayat 28 menjelaskan bahwa harta dan anak-anak adalah salah satu cobaan atau ujian bagi seseorang dalam menunaikan amanah. Karena itu, ia harus benar-benar berhati-hati dalam menjalankan amanah.
Menurutnya, di akhirat kelak malaikat penjaga neraka akan berkata kepada penghuninya dengan ejekan, “Rasakanlah azabmu ini. Inilah azab yang dahulu kamu minta agar disegerakan.”
Kedua, fitnah dalam arti mendatangkan cobaan (menyiksa) atau mendatangkan bencana seperti membunuh. Hal ini disebutkan dalam surah al-Buruj [85] ayat 10 yang berbunyi:
اِنَّ الَّذِيْنَ فَتَنُوا الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوْبُوْا فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ الْحَرِيْقِۗ ١٠
“Sungguh, orang-orang yang mendatangkan cobaan (bencana, membunuh, menyiksa) kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan lalu mereka tidak bertobat, maka mereka akan mendapat azab Jahanam dan mereka akan mendapat azab (neraka) yang membakar.” ( QS. Al-Buruj [85] ayat 10).
Secara umum, ayat ini memberitahukan bahwa Allah swt memberikan ancaman kepada orang-orang yang sering menganiaya kaum muslimin. Mereka yang suka menyiksa ini – baik laki-laki maupun perempuan – dan tidak pula bertobat atas kesalahan tersebut dengan meminta ampun kepada Allah serta meminta maaf kepada korban, maka Allah swt akan memasukkan mereka ke dalam api neraka.
Baca juga: Pesan Rasulullah Ketika Fitnah Bertebaran
Ketiga, fitnah dalam arti ujian. Makna fitnah dalam Al-Qur'an yang ketiga adalah cobaan atau ujian. Hal ini telah disebutkan oleh Al-Qur'an dalam surah al-Anfal [8] ayat 28 yang berbunyi:
وَاعْلَمُوْٓا اَنَّمَآ اَمْوَالُكُمْ وَاَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ ۙوَّاَنَّ اللّٰهَ عِنْدَهٗٓ اَجْرٌ عَظِيْمٌ ࣖ ٢٨
“Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar.” ( QS. Al-Anfal [8] ayat 28).
Berkenaan dengan ayat di atas, az-Zamakhsyari dalam Tafsir al-kasysyaf menjelaskan bahwa harta benda dan keturunan dikategorikan sebagai fitnah (fitnatun), karena mereka – sering kali – menjadi penyebab terjerumusnya seseorang ke dalam dosa, yakni mengkhianati amanah yang diperintahkan pada ayat sebelumnya. Dengan demikian, dalam konteks ini fitnah memiliki makna ujian atau cobaan bagi manusia.
Pandangan serupa disampaikan oleh al-Sa’adi. Menurutnya, makna fitnah pada ayat ini adalah cobaan atau ujian. Jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya, maka dapat dipahami surah al-Anfal [8] ayat 28 menjelaskan bahwa harta dan anak-anak adalah salah satu cobaan atau ujian bagi seseorang dalam menunaikan amanah. Karena itu, ia harus benar-benar berhati-hati dalam menjalankan amanah.
Lihat Juga :