Perjalanan Spiritual Lex Hixon, Mimpi Bertemu Rasulullah SAW

Sabtu, 05 November 2022 - 09:27 WIB
loading...
A A A
Alasan saya melarikan diri sebenarnya hanyalah karena saya tidak menginginkan tanggung jawab tersebut. Tapi mereka bilang tindakan saya itu justru sebuah pertanda yang sangat baik. Beberapa anggota aliran itu membuat analogi antara Jalaluddin Rumi dan Syamsi Tabriz, yang bertentu di Konya. Syamsi menghilang dan Rumi sangat sedih.

Ketika Syaikh datang ke Amerika pada musim gugur berikutnya, saya menemuinya dan memeluknya. Dia tak bicara apa pun tentang kepergian saya yang ganjil itu. Tak seorang pun mencela saya.

Ada ikatan cinta antara Allah dan jiwa, antara jiwa dan Tuhannya, antara syaikh dan darwisnya. Ada rasa pedih karena berpisah, dan ada kebahagiaan dalam persatuan. Keadaan itu berselang-seling. Pergantian itu mempunyai semacam efek alkemis, untuk menyucikan dan mengangkat manusia ke derajat yang lebih mulia. Semua itu terjadi atas izin Tuhan. Kami tidak menisbahkannya pada manusia mana pun.

Saya mencintai setiap orang yang telah dilantik dalam aliran itu dengan cinta yang amat mendalam. Tidak dalam bentuk ucapan yang abstrak. Bukan dalam arti biologis. Seolah-olah ada api di dalam dada ini.

Suatu ketika saya mendengar Syaikh Muzaffer berkata kepada seorang rabbi yang telah bergabung dengan kelompok kami dan pergi beberapa bulan, "Darahku bergolak ingin berjumpa denganmu." Bayangkan itu ucapan seorang syaikh Sufi kepada seorang rabbi.

Dunia Islam konvensional tidak menganjurkan seorang syaikh dan seorang rabbi untuk saling mencintai. Dalam dunia Sufi semua perbedaan konvensional itu diabaikan.

Tembok Berlin telah lama runtuh dalam dunia Sufi. Dinding antara Arab dan Yahudi, antara Kristen dan Islam, antara tradisi mulia yang lain dan Islam --semua dinding itu dalam Sufisme dan aliran mistis telah diruntuhkan.

Tidak berarti bahwa kami mengambil bentuk-bentuk agama yang lain. Kami tetap berpegang pada rukun Islam dan pada sunnah Nabi Muhammad SAW. Tetapi kami mengekspresikannya dalam cara yang benar-benar universal. Tidak ada lagi dinding pemisah.

Setelah kunjungan pertama pada 1978 itu, Syaikh Effendi mengunjungi Amerika empat belas kali. Dia jatuh cinta pada Amerika dan orang-orang Amerika dengan perasaan yang bergelora seperti itu. Dia menemukan Madinah di pusat kota New York dan mendirikan masjid di sana. Masjid itu dinamakan Masjid Al-Farah.

Saya diberi tanggung jawab mengurus masjid itu. Kepemimpinan spiritual teryata lebih rumit dari yang pernah saya bayangkan. Saya pernah mencoba melarikan diri dari Masjid Al-Farah, seperti saya melarikan diri dari Istambul. Dan saya pun menyadari bahwa itu juga merupakan suatu pertanda baik. Sebab bagi seseorang yang ingin menjadi pemimpin spiritual, pengaruh egonya mungkin akan lebih berbahaya daripada seseorang yang tidak menginginkan posisi itu tetapi ternyata mendapatkannya.

Baca juga: Kisah Perjalanan Muhammad Ali Menjadi Seorang Mualaf

Pir Nureddin Jerrahi
Muzaffer Effendi merupakan seorang wali yang jarang dijumpai, tipe yang hanya ada sekali dalam beberapa ratus tahun. Kami selalu mengenangnya sebagai pembimbing kami, sebagai seorang yang berada di tengah lingkaran bersama wali pendiri tarekat kami, Pir Nureddin Jerrahi, yang wafat pada 1721.

Pada masa-masa kejayaan aliran Jerrahi di Istambul, terdapat 60 tekke yang dimiliki oleh para darwis Jerrahi. Tetapi pada abad kedua puluhan, Kemal Attaturk mengambil alih Turki, dan dalam usahanya untuk memodernkan Turki dia menyatakan kelompok darwis sebagai kelompok yang tidak sah.

Hanya sedikit yang berhasil bertahan. Kelompok kami merupakan salah satu dari yang bertahan dan melakukan kegiatan secara sembunyi-sembunyi. Sekitar 1960, ketika Syaikh Muzaffer mengambil alih kepemimpinan aliran itu dari syaikh yang sebelumnya, dia membuka pintu tekke untuk umum untuk pertama kali sejak Attaturk menyatakan bahwa aliran itu tidak sah.

Sampai hari ini, kelompok darwis secara teknis ilegal di Turki. Tetapi pemerintah tidak mempunyai perasaan negatif terhadap mereka. Mereka tidak berhubungan dengan gerakan politik apa pun, jadi tidak ada masalah. Syaikh yang sekarang memimpin di Istambul mempunyai ratusan darwis baru.

Ada juga kelompok darwis di Mesir. Di Sudan terdapat sekitar tiga juta darwis. Di berbagai wilayah peradaban Islam, sebagian besar masyarakat bergabung dalam aliran-aliran mistis.

Pakistan dewasa ini, kira-kira sepertiga dari keluarga di sana mempunyai hubungan dengan aliran mistis. Di Senegal paling tidak dua pertiga penduduk merupakan anggota aliran Tijaniyyah yang didirikan pada 1800-an. Jadi kami tidak lagi memandang paham Sufisme atau aliran mistis sebagai kelompok minoritas.

Sufisme dimaksudkan untuk menjadi pembimbing peradaban Islam. Aliran mistis dimaksudkan untuk menjadi mikrokosmos dari seluruh masyarakat di mana orang benar-benar saling mengenal dari melepaskan peran-peran yang abstrak dalam masyarakat.

Di Mexico, pemimpin zikir kami adalah seorang wanita. Dia juga menjadi pemuka masyarakat di sana. Dia mendapatkan izin dari syaikh yang mulia di Istambul untuk melakukan hal itu. Tapi dia tidak mengimami sholat.

Rasulullah sangat peka terhadap wanita. Beliau mempunyai sembilan istri yang dicintainya. Rasulullah memberikan kasih-sayang dan perhatian kepada istri-istrinya lebih banyak daripada yang diberikan para suami pada umumnya terhadap istri mereka.

Oleh karena itu, kami merasa bahwa mengikuti langkah beliau --menyayangi dari menghormati wanita-- merupakan satu hal yang sangat penting dalam Islam.

Kami tidak mempertahankan pola kebudayaan yang tersebar luas di negara-negara yang disebut sebagai negara Islam yang tampaknya terlalu menindas kaum wanita. Kami berpegang pada persamaan dasar antara pria dan wanita.

Baca juga: Ini Agama Suami Maudy Ayunda sebelum Mualaf

Di dunia Islam sering kali wanita dianjurkan untuk melakukan sholat di rumah sementara laki-laki di masjid. Itu hanyalah pola budaya, bukan merupakan ketetapan agama.

Tetapi dalam aliran darwis terdapat sedikit perbedaan dengan masjid pada umumnya. Anda akan mendapati sebuah keluarga di mana pria dan wanita beribadah bersama-sama sehingga darwis wanita dianjurkan untuk pergi ke tekke untuk melakukan zikir sebagaimana kaum lelaki.

Allah menempatkan seseorang dalam suatu keadaan spiritual tertentu. Syaikh Nureddin Jerrahi ada dalam hati saya, dalam tarikan nafas saya, dalam seluruh sistem syaraf saya ketika saya berzikir, dan itu merupakan bagian dari kemurnian zikir.

Syaikh Muzaffer berkata kepada saya bahwa saya mendapatkan izin dari Allah, dari Rasulullah, dan dari Nureddin Jerrahi untuk memimpin zikir. Izin ini mutlak diperlukan. Itu hampir sama dengan missa dalam agama Kristen.

Pendeta ditahbiskan dan pentahbisan itu dilakukan dengan berpegangan tangan --atau, menerima alih jabatan-- dari Para uskup yang menjadi uskup karena orang yang meletakkan tangan pada mereka.

Rantai ini bermula dari Nabi Isa as, ketika beliau meletakkan tangannya pada para pengikut dan utusannya. Sehingga dalam agama Katolik Roma dan Kristen Ortodoks Timur ada yang disebut suksesi kerasulan, di mana pendeta ditahbiskan oleh proses historis yang tidak terputus. Karena itu, missa itu sah dan berpengaruh, dan bukan merupakan upacara simbolis semata, tetapi merupakan sebuah tempat di mana kenyataan ketuhanan diungkapkan dan penerimanya benar-benar memperoleh energi ilahiah dalam upacara tersebut.

Saya dapat beribadah bersama siapa pun dari keyakinan apa pun. Saya benar-benar merasa nyaman dengan hal itu karena saya tidak percaya adanya keragaman keyakinan.

Saya tidak percaya bahwa saya telah mengubah agama saya. Saya tidak mempunyai kesempatan untuk sering-sering beribadah di gereja Yahudi, tetapi kadang-kadang saya melakukannya bersama teman-teman pada jamuan Shabbat di Jumat malam. Tetapi saya lebih banyak berhubungan dengan teman-teman dari Kristen Ortodoks Timur, Hindu, dan Buddha.

Baca juga: Viral! Kisah Bule Jadi Mualaf Usai Temukan Alquran

Organ Dunia
Islam seperti organ dunia. Usianya empat belas abad. Agama ini mempunyai seluk-beluk dan kompleksitas yang sangat besar. Sejak awal terdesentralisasi, sehingga tak ada kekuasaan sentral yang dapat berkata bahwa ini Islami dan itu bukan.

Seseorang tentu saja dapat mengatakan bahwa Islam adalah satu kesatuan ekspresi yang utuh, walaupun jika dia mempelajari secara rinci, dia mungkin akan tersesat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Kisah Hikmah : Laki-laki...
Kisah Hikmah : Laki-laki yang Selamat dari Neraka karena Zikir Laa Ilaaha Illallaah
Kisah Hikmah : Diselamatkan...
Kisah Hikmah : Diselamatkan dari Siksa Kubur karena Fadilah Puasa Syawal
Kisah Hit, Seorang Waria...
Kisah Hit, Seorang Waria yang Hidup di Zaman Nabi SAW
Rekomendasi
Cara Suku Maya Menghitung...
Cara Suku Maya Menghitung Fenomena Alam yang Akan Terjadi Terungkap!
Dua Gempa Bumi Terbesar...
Dua Gempa Bumi Terbesar di Dunia Diprediksi Akan Terjadi Bersamaan
Umur Bumi Semakin Pendek,...
Umur Bumi Semakin Pendek, Ternyata Ini Penyebabnya
Artikel Terkini
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
Deretan Dalil Kuat Anjuran...
Deretan Dalil Kuat Anjuran 3 Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Fakta Sejarah: Hijrah...
Fakta Sejarah: Hijrah Nabi SAW Terjadi di Bulan Rabiul Awal, Bukan Muharram
Jelang Kedatangan Jemaah...
Jelang Kedatangan Jemaah Gelombang Kedua di Madinah, Wamenhaj Minta Petugas Haji Siaga
Mengapa Muharram Menjadi...
Mengapa Muharram Menjadi Awal Tahun Baru Hijriah?
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved