Perjalanan Spiritual Lex Hixon, Mimpi Bertemu Rasulullah SAW

Sabtu, 05 November 2022 - 09:27 WIB
loading...
A A A
Kami memandang kontradiksi dan perselisihan yang nyata antara para pelaksana Islam yang berbeda sesuatu yang wajar. Itu bukti pendesentralisasian --kebenaran berada dalam hati nurani manusia sebagai individu, dan tidak dipaksakan dari atas.

Tradisi keagamaan hadir untuk membebaskan manusia dan untuk membuat mereka merasakan hubungan langsung dengan Allah yang Mahatinggi. Jadi sangatlah sulit bagi agama yang murni untuk mengontrol atau menindas seseorang. Tetapi kita sering melihat suatu agama yang dipergunakan sebagai alat untuk mengontrol atau menindas manusia. Itu jelas bukan agama yang murni.

Suatu mukjizat terjadi ketika seseorang menerima inisiasi ke dalam tarekat kami. Seluruh kehidupannya berubah dan dia menjadi seorang manusia baru. Misalnya ada seseorang patah tangannya, lalu Anda menyentuhnya; dan tangan itu menjadi sembuh. Bagaimana mungkin mukjizat seperti itu dibandingkan dengan perubahan seluruh kehidupan? Setiap orang yang menerima inisiasi mengalami mukjizat ini. Semua orang. Mukjizat sejati bersifat universal dan demokratis; bukan peristiwa yang berdiri sendiri.

Sering kali seorang darwis mendatangi seorang syaikh untuk bertanya. Tapi syaikh itu menanggapi dengan jawaban humoris atau misterius yang tampaknya tidak berarti apa-apa. Begitulah batas-batas akal di atas dalam Sufisme. Itulah sebabnya kami sangat mempercayai mimpi, karena dalam mimpi batas-batas intelek itu dapat terlewati.

Baca juga: Jadi Mualaf, Clarence Seedorf: Saya Tidak Mengubah Nama

Mimpi Bertemu Nabi Muhamma SAW
Kelompok kami mempercayai mimpi. Seperti Joseph yang tercinta, pelindung Nabi Isa as. Melalui mimpi dia mengetahui kapan harus membawa keluarga yang suci itu ke Mesir dengan tujuan untuk melindunginya, dan kapan harus membawanya pulang kembali. Kami melakukan hal yang sama.

Darwis yang baik mempunyai buku mimpi. Jika saya mengalami mimpi yang penting, saya mengirimnya kepada syaikh yang terhormat di Istambul. Saya mencatat dan menafsirkannya lalu mengirimkannya kepadanya. Dia mempunyai ratusan darwis dengan ratusan mimpi.

Mimpi yang paling tak terlupakan yang pernah saya alami adalah mimpi tentang kebersamaan saya dengan Nabi Muhammad di Surga. Beliau menjelaskannya kepada saya semua tingkat-tingkat mistis yang berbeda-beda.

Mimpi itu saya alami beberapa minggu setelah perjumpaan dengan Effendi. Kami hanya bersama sekitar enam hari, dan setelah itu saya mendapat mimpi itu. Mimpi itu mengindikasikan bahwa saya akan menjadi seorang syaikh. Effendi telah mengetahui hal itu. Dia tidak perlu menunggu sampai saya mendapat mimpi tersebut.

Perasaan saya mengatakan bahwa mimpi itu bukan milik para darwis secara individu. Mimpi itu merupakan milik seluruh masyarakat mistis, dan lebih luas lagi itu menjadi milik semua orang. Jika seseorang dapat mengambil keuntungan dari mimpi tersebut, maka mereka akan bahagia.

Salah satu mimpi tak terlupakan yang lain adalah yang saya alami di pesawat terbang dalam perjalanan pulang dari kunjungan kedua saya ke Istambul untuk menemui Effendi.

Saya bermimpi menggelar selembar selimut di sebuah masjid yang berlantai kotor di Arab. Di atas selimut Nabi Muhammad berbaring untuk tidur siang. Beliau berbaring dan saya mengambil ujung selimut itu, menutupkannya pada mata beliau untuk melindunginya dari matahari.

Dalam Islam, mimpi tentang Rasulullah, merupakan sebuah pengalaman puncak yang bahkan lebih berarti dari melihat cahaya ilahi dan lenyap dalam cahaya tersebut. Cahaya ilahi sebenarnya muncul dalam bentuk manusia yang paling indah ini, Muhammad dari tanah Arab. Pada dirinya semua aspirasi spiritual manusia terwujudkan.

Ketika sedang melakukan tawaf di Kakbah yang suci di Mekkah, saya benar-benar meragukan apakah saya telah menjadi seorang Muslim yang benar. Apa yang sedang saya lakukan di sini?

Pada saat itu, saya merasa bahwa haji merupakan sebuah pengalaman yang menakutkan. Tetapi kemudian saya menyadari bahwa itu merupakan suatu rahmat yang besar. Dalam melakukan ibadah haji segala sesuatu ditanggalkan. Segala keinginan ditanggalkan, bahkan keinginan untuk menjadi Muslim yang baik, yang mempunyai hak untuk berada di sini. Haji merupakan pengalaman yang diberikan Tuhan, yang merupakan suatu karunia yang besar.

Ketika berada di Madinah --bisa dibilang sebuah lembah-lembah suci piece de resistance-- saya bermimpi menanyakan sebuah pertanyaan kepada Nabi Muhammad.

Saya belum cukup matang untuk dapat melihat beliau dalam mimpi itu. Saya bertanya kepada beliau, "Apakah yang dimaksudkan dalam Kitab Suci Al-Quran ketika Allah yang Mahatinggi berfirman bahwa semua makhluk di seluruh planet bersujud kepada Allah secara spontan melalui segala tindakan dan pikiran mereka?"

Beliau menjawabnya dengan surat Al-Ikhlas, sebuah surat di Al-Quran yang menunjukkan bahwa seluruh alam benar-benar merupakan atribut Allah, yang memuja esensi Allah --bahwa tidak ada dunia, tidak ada makhluk hidup, tak ada sesuatu pun yang terpisah dari sifat ketuhanan, tenaga ketuhanan. Dan watak dasar segalanya adalah memuja pencipta mereka.

Baca juga: Wilhelm Ott Sebut Pandemi Covid-19 Menuntunnya Jadi Mualaf

Penuturan Lex Hixon di atas dinukil dari buku berjudul "American Jihad, Islam After Malcolm X" karya Steven Barbosa yang diterjemahkan menjadi "Jihad Gaya Amerika, Islam Setelah Malcolm X" oleh Sudirman Teba dan Fettiyah Basri (Mizan, 1995)

Lex Hixon (1941–1995) berlatih dan memegang keanggotaan dalam beberapa tradisi agama. Dia percaya bahwa semua agama adalah benar, yang dipicu oleh studinya tentang kehidupan dan ajaran Ramakrishna.

Hixon lahir pada 25 Desember 1941, di Pasadena, California, salah satu dari tiga putra Alexander dan Adelaide Hixon. Ia lulus dari Universitas Yale pada tahun 1963, di mana ia mengambil jurusan filsafat, dan ia menerima gelar PhD dalam perbandingan agama dari Universitas Columbia pada tahun 1976.

Di salah satu acara, ia bertemu dengan Syekh Muzaffer zak Âșkî al-Jerrahi, yang menjadi guru dan pembimbingnya di jalan sufi. Dia memeluk Lex sebagai putra spiritualnya, dan memberinya nama Nur. Sheikh Muzaffer mengangkatnya sebagai ketua komunitas darwis Amerika yang berkumpul di Masjid al-Farah di New York City.

Kelompok Sufi
Tentang Lex Hixon, Steven Barbosa menulis sebagai berikut:

Di ruangan belakang Masjid al-Farah di West Broadway Manhattan, syaikh itu, pimpinan sebuah kelompok Sufi, duduk di kursi malas di dekat foto gurunya yang tak berjenggot, tenggelam dalam sinar yang terang benderang. Di atas meja ada sebuah serban.

Syaikh Nur yang berambut pirang, tanpa alas kaki, mengenakan jubah berwarna hijau dan rompi dari wol. Dia lebih suka menyumbangkan tenaga daripada memberikan jawaban "yang bersifat informatif" pada pertanyaan-pertanyaan, begitu katanya kemudian.

Hanya kehendak Tuhan yang berlaku dalam hidup ini. Setiap masalah telah diketahui oleh kehendak yang tak terbatas ini sejak zaman azali.

Menurut agama Islam, jiwa tidak muncul begitu saja bersamaan dengan waktu kelahiran, jiwa itu abadi. Di dalam jiwa tersimpan segala sesuatu yang akan terjadi dalam hidup. Dan hanya sebagian kecil dari pengetahuan itu yang diizinkan Allah untuk diketahui oleh manusia itu sendiri dalam hidupnya.

Begitulah jiwa manusia itu dibentuk, terlepas dari apakah dia dengan penuh kesadaran memeluk Islam atau tidak. Beberapa jiwa mendapat izin dari Tuhan untuk memeluk Islam secara historis. Yang lain mendapat izin untuk memeluk tradisi mulia lainnya. Sebagian yang lain mungkin memperoleh izin untuk mewujudkan kebenaran tanpa menjadi bagian dari salah satu tradisi besar kemanusiaan. Tak ada satu jiwa pun yang tidak berasal dari Allah dan yang tidak membawa semua kekayaan dan pengetahuan yang sebelumnya telah diberikan pada jiwa itu.

Ketika seseorang ingin menjadi syaikh, dia tidak boleh berpikir dalam kerangka kepribadian yang terbatas. Dia harus melihat seluruh kehidupannya, seluruh masa kecilnya, dan pendidikannya semata-mata sebagai sebuah jembatan --jembatan yang sangat sempit-- yang membawanya ke suatu tempat di mana dia akan bertemu dengan gurunya dan memulai latihan spiritual.

Pada akhirnya dia larut ke dalam pengukuhan La ilaha ill Allah. Jembatan sempit itu merupakan jembatan menuju Surga persatuan. Di bawah jembatan itu terdapat godaan kehidupan duniawi. Dia tidak boleh terperosok ke dalam godaan itu, baik itu godaan finansial maupun godaan religius. Jembatan itu dapat dilewati hanya jika Anda menginginkan kebenaran. Akhirnya Anda akan mencapai Surga, yang merupakan tingkat kesadaran, tingkat tauhid, tingkat persatuan.

Lex Hixon adalah orang yang berada di atas jembatan itu.

Baca juga: Terinspirasi Pengusaha Masuk Islam, Jusuf Hamka Tertarik Jadi Mualaf
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Kisah Hikmah : Laki-laki...
Kisah Hikmah : Laki-laki yang Selamat dari Neraka karena Zikir Laa Ilaaha Illallaah
Kisah Hikmah : Diselamatkan...
Kisah Hikmah : Diselamatkan dari Siksa Kubur karena Fadilah Puasa Syawal
Kisah Hit, Seorang Waria...
Kisah Hit, Seorang Waria yang Hidup di Zaman Nabi SAW
Rekomendasi
Berhala yang Biasa Disembah...
Berhala yang Biasa Disembah Firaun Ditemukan di Dasar Laut
Perbedaan Mulut Neraka...
Perbedaan Mulut Neraka dan Gerbang Neraka yang Sama Menakutkannya
Elemen Kimia Terpenting...
Elemen Kimia Terpenting Ditemukan di Laboratorium Ilmuwan Terhebat dalam Sejarah
Artikel Terkini
Deretan Dalil Kuat Anjuran...
Deretan Dalil Kuat Anjuran 3 Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Fakta Sejarah: Hijrah...
Fakta Sejarah: Hijrah Nabi SAW Terjadi di Bulan Rabiul Awal, Bukan Muharram
Jelang Kedatangan Jemaah...
Jelang Kedatangan Jemaah Gelombang Kedua di Madinah, Wamenhaj Minta Petugas Haji Siaga
Mengapa Muharram Menjadi...
Mengapa Muharram Menjadi Awal Tahun Baru Hijriah?
Pemberangkatan Jemaah...
Pemberangkatan Jemaah Haji Gelombang Kedua dari Makkah Menuju Madinah Dimulai 7 Juni
Kumpulan Doa Pulang...
Kumpulan Doa Pulang Haji Lengkap dengan Zikirnya
Infografis
Politikus Muslim Mulai...
Politikus Muslim Mulai Kuasai Politik AS, Sinyal Kebangkitan Islam di Paman Sam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved