Membaca Sikap Al-Azhar, Haedar: Selamat Jalan Syahidah Nuria
Selasa, 14 April 2020 - 08:45 WIB
loading...
Puisi Haedar: Selamat Jalan Syahidah Nuria. Foto/Ilustrasi: Miftah
A
A
A
Tak cuma di Indonesia. Di Mesir, sejumlah orang juga menolak jenazah pasien covid-19. Selain itu, kita juga menyaksikan datangnya wabah ini diiringi munculnya sikap sesama manusia yang mengolok dan menolak para korban.
Ini pula yang mendorong Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengggerakkan jemarinya menyusun kata dalam sebuah puisi berjudul "Selamat Jalan Syahidah Nuria".
Sekadar mengingatkan saja, Nuria Kurniasih (38 tahun), perawat di RSUP dr Kariadi Semarang telah gugur pada 9 April 2020, karena terjangkit Covid-19. Sejumlah orang menolak pemakaman perawat yang syahid ini.
Puisi Haedar ini viral di media sosial sampai hari ini, Selasa (14/4/2020). Berikut puisi tersebut:
Selamat Jalan Syahidah Nuria
Engkau ditolak warga dimakamkan di tanah Tuhan.
Tapi wahai perawat teladan, engkau pejuang Corona di garda depan, saudaramu sebangsa mendoakan.
Engkau ditolak warga dimakamkan di tanah Tuhan.
Tapi wahai perawat teladan, dikubur manapun bercahaya terang, engkau syahidah menuju surga idaman.
Engkau ditolak warga dimakamkan di tanah Tuhan.
Kami sadar gotong royong masih ucapan, maafkan mereka yang belum paham, bagaimana Nabi mengajarkan ihsan.
Selamat jalan Syahidah Nuria, engkau tinggalkan jejak bermakna.
Kami getir hadapi Corona yang membuana, lebih getir bila elite dan warga bangsa hilang empat dan jiwa utama.
Sebelumnya, Haedar menyayangkan penolakan jenazah pasien Covid-19, terlebih almarhumah merupakan tenaga medis yang gugur selepas merawat pasien Covid-19. Ia menegaskan, mereka semua saudara kita yang wajib diperlakukan dengan penuh penghormatan.
Ini pula yang mendorong Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengggerakkan jemarinya menyusun kata dalam sebuah puisi berjudul "Selamat Jalan Syahidah Nuria".
Sekadar mengingatkan saja, Nuria Kurniasih (38 tahun), perawat di RSUP dr Kariadi Semarang telah gugur pada 9 April 2020, karena terjangkit Covid-19. Sejumlah orang menolak pemakaman perawat yang syahid ini.
Puisi Haedar ini viral di media sosial sampai hari ini, Selasa (14/4/2020). Berikut puisi tersebut:
Selamat Jalan Syahidah Nuria
Engkau ditolak warga dimakamkan di tanah Tuhan.
Tapi wahai perawat teladan, engkau pejuang Corona di garda depan, saudaramu sebangsa mendoakan.
Engkau ditolak warga dimakamkan di tanah Tuhan.
Tapi wahai perawat teladan, dikubur manapun bercahaya terang, engkau syahidah menuju surga idaman.
Engkau ditolak warga dimakamkan di tanah Tuhan.
Kami sadar gotong royong masih ucapan, maafkan mereka yang belum paham, bagaimana Nabi mengajarkan ihsan.
Selamat jalan Syahidah Nuria, engkau tinggalkan jejak bermakna.
Kami getir hadapi Corona yang membuana, lebih getir bila elite dan warga bangsa hilang empat dan jiwa utama.
Sebelumnya, Haedar menyayangkan penolakan jenazah pasien Covid-19, terlebih almarhumah merupakan tenaga medis yang gugur selepas merawat pasien Covid-19. Ia menegaskan, mereka semua saudara kita yang wajib diperlakukan dengan penuh penghormatan.
Lihat Juga :