Wasiat Imran bin Hushain Menjelang Ajal: Sembelihlah Hewan dan Adakanlah Jamuan Makan
Rabu, 09 November 2022 - 13:41 WIB
loading...
A
A
A
Imran tidak ingin ada kesibukan apa pun yang mengganggunya dari Allah dan beribadah kepada-Nya. Ia selalu sibuk dengan ibadah. Keasyikannya dengan ibadah ini seolah-olah ia bukan penduduk bumi yang hidup di atasnya dan di antara sesama manusia. Sungguh, ia lebih cocok bila dikatakan sebagai malaikat yang hidup di lingkungan para malaikat, bergaul dan berbicara dengan mereka, bertemu muka dan bersalaman dengan mereka.
Ketika terjadi pertentangan tajam di antara kaum muslimin, yaitu antara golongan Ali dan Mu'awiyah, Imran bukan saja menunjukkan sikap tidak memihak kepada siapa pun, melainkan juga meneriakkan kepada umat agar tidak campur tangan dalam perang tersebut.
Ia menyeru agar mereka hanya membela dan mempertahankan ajaran Islam dengan sebaik-baiknya. Ia berkata kepada mereka, “Aku lebih suka menjadi penggembala rusa di puncak bukit sampai mati daripada melepas anak panah ke salah satu pihak, baik meleset maupun tidak.”
Baca juga: Inilah Sahabat Nabi yang Wajahnya Menyerupai Malaikat Jibril
Ia selalu berpesan kepada orang-orang Islam yang ditemuinya, “Tetaplah tinggal di masjidmu. Jika ada yang mengganggumu di masjid, tinggallah di rumahmu. Jika di rumah engkau juga diganggu oleh orang yang hendak merampas harta atau membunuhmu, bunuhlah dia.”
Keimanan Imran bin Hushain membuahkan hasil yang gemilang. Ketika ia mengidap suatu penyakit yang selalu mengganggunya selama 30 tahun, ia tidak pernah merasa kecewa atau mengeluh, meskipun hanya ucapan “aduh”. Sebaliknya, ia tidak henti-hentinya beribadah kepada-Nya, baik dalam keadaan berdiri, duduk, maupun berbaring.
Ketika para sahabatnya dan orang-orang yang dekat dengannya menjenguknya dan menghibur hatinya atas penyakit yang dideritanya. Ia hanya tersenyum seraya berkata, “Sesungguhnya perkara yang paling aku sukai ialah perkara yang paling disukai Allah.”
Ketika ia hendak meninggal, wasiatnya kepada kaum kerabat dan para sahabatnya ialah, “Jika kalian telah kembali dari pemakamanku, sembelihlah hewan dan adakanlah jamuan makan.”
Mereka memang pantas menyembelih hewan dan mengadakan jamuan makan karena kematian seorang Mukmin seperti Imran bin Hushain bukanlah merupakan kematian yang sesungguhnya, melainkan sebuah pelepasan pengantin yang agung dan mulia, di mana roh yang tinggi dan telah ridha diarak ke surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang takwa.
Baca juga: 10 Sahabat Nabi yang Dijamin Masuk Surga, Siapa Mereka?
Ketika terjadi pertentangan tajam di antara kaum muslimin, yaitu antara golongan Ali dan Mu'awiyah, Imran bukan saja menunjukkan sikap tidak memihak kepada siapa pun, melainkan juga meneriakkan kepada umat agar tidak campur tangan dalam perang tersebut.
Ia menyeru agar mereka hanya membela dan mempertahankan ajaran Islam dengan sebaik-baiknya. Ia berkata kepada mereka, “Aku lebih suka menjadi penggembala rusa di puncak bukit sampai mati daripada melepas anak panah ke salah satu pihak, baik meleset maupun tidak.”
Baca juga: Inilah Sahabat Nabi yang Wajahnya Menyerupai Malaikat Jibril
Ia selalu berpesan kepada orang-orang Islam yang ditemuinya, “Tetaplah tinggal di masjidmu. Jika ada yang mengganggumu di masjid, tinggallah di rumahmu. Jika di rumah engkau juga diganggu oleh orang yang hendak merampas harta atau membunuhmu, bunuhlah dia.”
Keimanan Imran bin Hushain membuahkan hasil yang gemilang. Ketika ia mengidap suatu penyakit yang selalu mengganggunya selama 30 tahun, ia tidak pernah merasa kecewa atau mengeluh, meskipun hanya ucapan “aduh”. Sebaliknya, ia tidak henti-hentinya beribadah kepada-Nya, baik dalam keadaan berdiri, duduk, maupun berbaring.
Ketika para sahabatnya dan orang-orang yang dekat dengannya menjenguknya dan menghibur hatinya atas penyakit yang dideritanya. Ia hanya tersenyum seraya berkata, “Sesungguhnya perkara yang paling aku sukai ialah perkara yang paling disukai Allah.”
Ketika ia hendak meninggal, wasiatnya kepada kaum kerabat dan para sahabatnya ialah, “Jika kalian telah kembali dari pemakamanku, sembelihlah hewan dan adakanlah jamuan makan.”
Mereka memang pantas menyembelih hewan dan mengadakan jamuan makan karena kematian seorang Mukmin seperti Imran bin Hushain bukanlah merupakan kematian yang sesungguhnya, melainkan sebuah pelepasan pengantin yang agung dan mulia, di mana roh yang tinggi dan telah ridha diarak ke surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang takwa.
Baca juga: 10 Sahabat Nabi yang Dijamin Masuk Surga, Siapa Mereka?
(mhy)
Lihat Juga :