Kisah Gus Baha Menemukan 200 Hukum Fiqih Tersembunyi dalam Al-Qur'an

loading...
Kisah Gus Baha Menemukan 200 Hukum Fiqih Tersembunyi dalam Al-Quran
Gus Baha. Foto Dok SINDONews
Ada sebuah kisah Gus Baha menemukan 200 hukum fiqih tersembunyi dalam Al-Qur'an yang disampaikan oleh beberapa habaib. Para habib tersebut mengakui Gus Baha sebagai ulama yang sangat paham fiqih atau ahli fiqih . Bahkan kalau ada umat yang ingin mengetahui tentang problematika fiqih atau hukum-hukum syariat maka direkomendasikan agar bertanya kepada Gus Baha (nama lengkap beliau KH Ahmad Bahauddin Nursalim) yakni dengan mengikuti kajian-kajian beliau, baik hadir langsung di majelis maupun mengikuti lewat media sosial.

Baca juga: Profil Keluarga dan Anak-Anak Gus Baha: Hidup Sederhana Jauh dari Kemewahan

Di antara yang bersaksi tentang keahlian ilmu fiqih Gus Baha adalah Habib Umar bin Mundhor, Pimpinan Pondok Pesantren An-Nur, Lampung. Gus Baha disebut oleh Habib Mundhor sebagai orang tercerdas di Indonesia saat ini. Termasuk ketinggian ilmu Gus Baha, menurut Habib Mundhor, adalah Gus Baha menemukan 200 hukum fiqih yang tersembunyi di dalam Al-Qur'an.

Dari 1500 (ada yang menyebut 1800) persoalan fiqih yang menyebar di kalangan umat, yang ditemukan rujukannya dalam Al-Qur'an saat ini baru sekitar 500 ayat persoalan dan hukum fiqih.

Kata Habib Mundhor, ketika kelak sudah ditemukan secara full 1800 ayat hukum fiqih (jawaban tentang problem fiqih) di dalam Al-Qur'an, maka Allah Ta'ala akan datangkan kiamat. "Kalau sudah full ditemukan hukum fiqh dalam Al-Qur'an, Insya Allah akan ditiupkan sangkakala (tanda kiamat tiba) oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala," terang Habib Mundhor dalam salah satu tayangan video di You Tube,".

Sembari memuji Allah, Alhamdulillah, Habib Mundhor menegaskan bahwa sebagai lulusan pesantren dan bukan lulusan kampus atau universitas dan bukan lulusan pendidikan sekolah formal (SD SMP SMA Kuliah di universitas), tapi Gus Baha sudah menjadi orang tercerdas dan intelektual Islam dari Indonesia.

Salah satu pendapat Gus Baha yang disetujui oleh Habib Mundhor adalah ketika mengadakan acara Maulid Nabi Shallalahu 'Alaihi wa Sallam, pendanaannya dianjurkan atau lebih baik berasal dari individu atau perorangan, bukan dari dana gotong royong atau patungan.

Penjelasan fiqih ini penting untuk diketahui umat Islam. Karena dari garis-garis besar yang ada dalam Al-Qur-an, Allâh Azza wa Jalla mensyariatkan fiqih (hukum-hukum) untuk mengatur kehidupan individu dan masyarakat. Hukum-hukum ini untuk menjaga agama, jiwa, akal, nasab dan harta dari pelanggaran terhadap syariat Allah dan rasul-Nya.

Ditambahkan oleh Habib Husein bin Hasyim bin Toha Ba'agil atau Habib Husein Baagil, bahwa Gus Baha seorang ahli tafsir (mufassir) Al-Qur'an yang 'alim 'alamah yang layak ilmunya dijadikan pendapat mengenai tafsir (termasuk fiqih) dalam Al-Qur'an.

Sedangkan Gus Baha sendiri dalam salah satu kajiannya mengatakan, pada dasarnya semua hukum sudah ada di dalam Al-Qur'an. Meski memang kadang hukum suatu perkara tidak tertulis secara tekstual.

Hal itu bisa ditemukan dalam tradisi keilmuan islam, di mana setiap kasus harus adahujjahatau argumentasinya yang merujuk kepada Al-Qur'an. Sebab Islam itu dibela dengan argumentasi. Dan hujjahitu artinya argumentasi ilmiah.

Tentang kealiman Gus Baha juga dikabarkan dan disaksikan oleh ahli tafsir Al-Qur'an Prof. Quraisy Syihab . Beliau mengatakan bahwa di zaman modern ini sangat sulit untuk menemukan orang yang memahami serta hafal detail-detail dari kitab suci Al-Qur’an hingga detail-detail fiqih yang tersirat di dalam ayat-ayat suci Al-Qur’an seperti Gus Baha.

Baca juga: Ceramah Gus Baha tentang Orang yang Membidahkan Maulid Nabi

Wallahu A'lam
(wid)
preload video