Cara Bertaubat dari Tabarruj Menurut Al-Qur'an
Kamis, 09 Juli 2020 - 07:20 WIB
loading...
A
A
A
Bila diamati, peradaban Barat dewasa ini justeru berada di ambang pintu kehancuran. Selangkah demi selangkah mereka mundur mendekati kehancuran, sampai akhirnya mereka melepaskan seluruh pakaian mereka di kota-kota tertentu. Fenomena ini mulai menyebar sejak berakhirnya Perang Dunia I dan dampaknya kian terasa pada tahun-tahun terakhir ini.
Bersamaan dengan itu juga, harus diakui fakta bahwa di antara generasi kita ada yang tidak mau membuka petunjuk agama, bahkan menyimpang dari ayat-ayat Allah. Terkadang penyimpangan mereka dalam bentuk ketidakmampuan menerima ayat-ayat atau dengan cara menolak dan mendebat firman Allah dengan segala kemampuan yang dimilikinya.
Kelompok manusia yang demikian ini tidak berdiri di atas Al-Qur'an dan as-Sunnah, namun mereka berdiri di atas dugaan-dugaan dan prasangka belaka. (Baca juga : Janganlah Menunda-Nunda Taubat )
Adakah perbedaan yang kita liat antara mereka dengan ummat-ummat sesat sebelumnya? Ummat-ummat sesat tersebut apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, berkata:
وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتُنَا قَالُوا۟ قَدْ سَمِعْنَا لَوْ نَشَآءُ لَقُلْنَا مِثْلَ هَٰذَآ ۙ إِنْ هَٰذَآ إِلَّآ أَسَٰطِيرُ ٱلْأَوَّلِينَ
"Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami, mereka berkata: "Sesungguhnya kami telah mendengar (ayat-ayat yang seperti ini), kalau kami menhendaki niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini, (Al Quran) ini tidak lain hanyalah dongeng-dongengan orang-orang purbakala". (QS Al-Anfal 31)
Kemudian firman Allah :
لِيَحْمِلُوٓا۟ أَوْزَارَهُمْ كَامِلَةً يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ ۙ وَمِنْ أَوْزَارِ ٱلَّذِينَ يُضِلُّونَهُم بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ أَلَا سَآءَ مَا يَزِرُونَ
"(ucapan mereka) menyebabkan mereka memikul dosa-dosanya dengan sepenuh-penuhnya pada hari kiamat, dan sebahagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka disesatkan). Ingatlah, amat buruklah dosa yang mereka pikul itu." (QS An-Nahl: 25)
Dengan demikian, hakikat yang tampak dalam masalah ini adalah tabarruj merupakan sarana yang paling dominan mengotori kesucian harga diri kaum wanita dan membuat susah.
Bersamaan dengan itu juga, harus diakui fakta bahwa di antara generasi kita ada yang tidak mau membuka petunjuk agama, bahkan menyimpang dari ayat-ayat Allah. Terkadang penyimpangan mereka dalam bentuk ketidakmampuan menerima ayat-ayat atau dengan cara menolak dan mendebat firman Allah dengan segala kemampuan yang dimilikinya.
Kelompok manusia yang demikian ini tidak berdiri di atas Al-Qur'an dan as-Sunnah, namun mereka berdiri di atas dugaan-dugaan dan prasangka belaka. (Baca juga : Janganlah Menunda-Nunda Taubat )
Adakah perbedaan yang kita liat antara mereka dengan ummat-ummat sesat sebelumnya? Ummat-ummat sesat tersebut apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, berkata:
وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتُنَا قَالُوا۟ قَدْ سَمِعْنَا لَوْ نَشَآءُ لَقُلْنَا مِثْلَ هَٰذَآ ۙ إِنْ هَٰذَآ إِلَّآ أَسَٰطِيرُ ٱلْأَوَّلِينَ
"Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami, mereka berkata: "Sesungguhnya kami telah mendengar (ayat-ayat yang seperti ini), kalau kami menhendaki niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini, (Al Quran) ini tidak lain hanyalah dongeng-dongengan orang-orang purbakala". (QS Al-Anfal 31)
Kemudian firman Allah :
لِيَحْمِلُوٓا۟ أَوْزَارَهُمْ كَامِلَةً يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ ۙ وَمِنْ أَوْزَارِ ٱلَّذِينَ يُضِلُّونَهُم بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ أَلَا سَآءَ مَا يَزِرُونَ
"(ucapan mereka) menyebabkan mereka memikul dosa-dosanya dengan sepenuh-penuhnya pada hari kiamat, dan sebahagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka disesatkan). Ingatlah, amat buruklah dosa yang mereka pikul itu." (QS An-Nahl: 25)
Dengan demikian, hakikat yang tampak dalam masalah ini adalah tabarruj merupakan sarana yang paling dominan mengotori kesucian harga diri kaum wanita dan membuat susah.
Lihat Juga :