Religiositas Bisa Menjadi Laknat bagi Negara dan Manusia, Begini Penjelasannya

Minggu, 27 November 2022 - 08:57 WIB
loading...
Religiositas Bisa Menjadi...
Syaikh Muhammad al-Ghazali. (Foto/Ilustrasi/Ist)
A A A
Religiositas yang tidak disertai ketulusan hati, kehalusan budi pekerti, dan kecintaan terhadap sesama makhluk, akan menjadi laknat bagi negara dan manusia.

Hal ini dikatakan Syaikh Muhammad al-Ghazali dalam bukunya yang berjudul "As-Shahwatul Islamiyah Ru'yatu Nuqadiyatu Minal Daakhili" atau "Kebangkitan Islam dalam Perbincangan Para Pakar" (Gema Insani Press).

Beliau bercerita ada seseorang dari kelompok ekstrem pernah melayangkan surat kepada dirinya. Isi suratnya antara lain menyebutkan bahwa pada masa awal Islam, dakwah mendahului perang. Akan tetapi kemudian, menurutnya, ketentuan itu dihapus sehingga menjadi: perang bisa saja dilancarkan tanpa didahului kegiatan dakwah!

Menurutnya, penulis surat ini telah mengajukan pandangan yang tidak ilmiah. Surat itu memang mencerminkan semangat penulisnya, namun sayangnya, sang penulis menghendaki jalan pintas dan menyerang ke segala penjuru atas nama agama.

Ekstremitas, kata Muhammad al-Ghazali, tidak terjadi pada kondisi sosial yang mapan. Penyimpangan psikologis tersebut terjadi pada masa krisis pandangan, ketika masalah khilafiyah dibesar-besarkan. Misalnya, posisi tangan dan kaki dalam sholat.

Perhatian mereka terhadap masalah-masalah khilafiyah sangat berlebihan. Hanya sedikit perhatian mereka terhadap pembangunan negara Islam yang ideal atau berusaha mempersiapkan hal-hal yang diperlukan bagi kemajuan peradaban Islam di masa depan.

Baca juga: Koreksi Syaikh Muhammad al-Ghazali terhadap Dakwah Islam

Menuduh Kafir
Kelemahan lain yang lebih berbahaya adalah mereka terlampau cepat menuduh pelaku dosa sebagai kafir atau fasik. Dia mencontohkan, pernah terjadi perdebatan sengit mengenai muslim yang meninggalkan sholat karena malas. Mereka memvonisnya sebagai orang kafir, harus dibunuh, dan masuk neraka selama-lamanya.

"Muslim yang meninggalkan sholat memang berdosa, tetapi hukum yang kalian sebutkan itu berlaku bagi muslim yang meninggalkan sholat karena mengingkari kewajiban syar'i. Ini karena mengingkari kewajiban dalam syariat berarti keluar dari Islam. Sedangkan orang-orang yang malas melakukan sholat masih tetap mengakui dasar pensyariatannya," jelasnya.

Tetap saja mereka menegaskan, "Wajib dibunuh."

"Mengapa kalian melupakan hadis Nabi SAW yang menjelaskan bahwa bila Allah SWT menghendaki, Ia akan menyiksa atau memaafkan seorang muslim yang malas menunaikan ajaran Islam," ujarnya.

Selama dosa yang diperbuat manusia tidak termasuk dosa syirik, insya Allah, Dia berkenan mengampuninya. Pendapat ini dipegang oleh mayoritas umat Islam. Sebagian mazhab bahkan menyatakan bahwa muslim yang malas menunaikan ketaatan jangan dibunuh.

Syaikh Muhammad al-Ghazali mengingatkan kita harus bersikap lemah lembut dan memberikan nasihat yang baik. Hendaknya kita menuntunnya ke masjid untuk membiasakannya beribadah, bukan menggiringnya ke tiang gantungan. Akan tetapi amat disesalkan, umat muslim yang ekstrem senantiasa mengeluarkan pernyataan bunuh, dan menurut mereka itulah satu-satunya Islam yang benar.

Baca juga: Sebab-Sebab Ekstrem Keagamaan Menurut Syaikh Muhammad al-Ghazali

Masalah Perempuan
Syaikh Muhammad al-Ghazali juga menyebut hal lain yang sering kaum ekstrem perhatikan secara berlebihan adalah masalah perempuan. Menurut mereka, wanita wajib menutup seluruh tubuh hingga ke kuku sekalipun, baik dalam ibadah maupun di luar ibadah, seperti keluar rumah untuk suatu keperluan yang sangat mendesak. Bagi mereka, kuku pun termasuk aurat. Kaum pria dan wanita tidak boleh saling mengetahui sedikit pun!

Memang, kata Syaikh Muhammad al-Ghazali, di antara kelompok ekstrem itu ada yang benar-benar berniat baik dan berkeinginan memperoleh ridha Allah. Akan tetapi, kekurangannya adalah kedangkalan pengetahuan dan pemahaman keislamannya. Andaikan mereka berwawasan luas, tentu semangat dan komitmen mereka akan sangat bermanfaat bagi Islam.

Pernah terjadi di sebuah desa, seorang lurah menulis dan mengirimkan sepucuk surat kepada imam sebuah masjid. Surat itu menerangkan kedatangan seorang penyuluh pertanian ke desa mereka. Karenanya, masyarakat diminta berkumpul untuk menyimak penyuluhan tersebut.

Ketika imam hendak berbicara dengan menggunakan pengeras suara, seorang pelajar berkata, "Nabi SAW melarang kita mencari barang yang hilang di dalam masjid."

Dia berkata lagi "Sesungguhnya sholat didirikan hanya untuk Allah (maksud pemuda ini, masjid hanya digunakan untuk ibadah ritual saja)." Ia berusaha mencegah imam mengambil pengeras suara. Pertengkaran memuncak. Maka si pelajar berteriak, "Mikrofon ini tidak akan bisa diambil kecuali setelah melangkahi mayat saya!"

"Sesungguhnya analogi yang dibuat sang pelajar antara penyuluhan pertanian dengan mencari unta yang hilang adalah analogi yang tidak tepat. Tidak perlu mempertaruhkan nyawa untuk masalah semacam ini," ujar Syaikh Muhammad al-Ghazali.

Di sisi lain, Syaikh Muhammad al-Ghazali juga mengingatkan agar para pendidik dan pemimpin menyikapi para pemuda yang bersikap ekstrem dengan penuh kearifan.

Baca juga: Penyakit Pemikiran Islam Menurut Syaikh Muhammad Al-Ghazali (1)
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Hubungan Muslim dengan...
Hubungan Muslim dengan Ahlul Kitab Menurut Syaikh Muhammad al-Ghazali
Sebab-Sebab Ekstrem...
Sebab-Sebab Ekstrem Keagamaan Menurut Syaikh Muhammad al-Ghazali
Koreksi Syaikh Muhammad...
Koreksi Syaikh Muhammad al-Ghazali terhadap Dakwah Islam
Syaikh Muhammad al-Ghazali:...
Syaikh Muhammad al-Ghazali: Iman itu Ada 60 Macam Lebih atau 70 Cabang Lebih
Penyakit Pemikiran Islam...
Penyakit Pemikiran Islam Menurut Syaikh Muhammad Al-Ghazali (2)
Penyakit Pemikiran Islam...
Penyakit Pemikiran Islam Menurut Syaikh Muhammad Al-Ghazali (1)
Rekomendasi
BMKG Sebut Cilacap Berpotensi...
BMKG Sebut Cilacap Berpotensi Diterjang Tsunami 10 Meter
Perbedaan Mulut Neraka...
Perbedaan Mulut Neraka dan Gerbang Neraka yang Sama Menakutkannya
3 Laut Paling Dalam...
3 Laut Paling Dalam di Indonesia
Artikel Terkini
Bolehkah Menggabungkan...
Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Sunnah?
Tahun Baru Islam 1448...
Tahun Baru Islam 1448 H Jadi Momentum Kebangkitan Umat Islam Hadapi Tantangan Global
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
Tak Banyak yang Tahu,...
Tak Banyak yang Tahu, Ini 7 Larangan di Bulan Muharram
Ucapkan Selamat Tahun...
Ucapkan Selamat Tahun Baru 1448 Hijriah, Menag Ajak Umat Jaga Persatuan
Jadwal Puasa Muharam...
Jadwal Puasa Muharam 1448 H Tahun 2026, Kapan Puasa Tasu'a dan Asyura Dilaksanakan?
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved