Penyakit Pemikiran Islam Menurut Syaikh Muhammad Al-Ghazali (2)

loading...
Penyakit Pemikiran Islam Menurut Syaikh Muhammad Al-Ghazali (2)
Ilustrasi/Ist
DI antara ulama yang memberikan perhatian besar kepada fiqih prioritas melalui pandangan, pemikiran, dan penjelasan yang diberikannya ialah seorang juru da'wah besar, Syaikh Muhammad al-Ghazali. Salah seorang tokoh kebangkitan Islam moderat pada abad ke-20 ini adalah penulis lebih dari 94 buku. Agar tidak keliru, tokoh yang kita sebut ini berbeda dengan Imam Al-Ghazali (1058-1111), seorang filsuf dan teolog muslim Persia, yang dikenal sebagai Algazel di dunia Barat abad Pertengahan. (Baca juga: Imam Al-Ghazali, Sang Pemintal Dirinya Sendiri)

Syaikh Muhammad lahir di Desa Nakla al-‘Inab, Buhairah, Mesir, pada 22 September 1917. Syaikh Yusuf Al-Qardhawi dalam bukunya berjudul Fiqih Prioritas menyebut Syaikh Muhammad telah memberikan perhatian yang sangat besar kepada masalah fiqih prioritas dalam buku-buku yang ditulisnya, terutama buku-buku yang ditulis menjelang akhir hayatnya.

Sebelumnya sudah kami turunkan pendapat Syaikh Muhammad al-Ghazali tentang fiqih prioritas tersebut dengan judulu Penyakit Pemikiran Islam Menurut Syaikh Muhammad Al-Ghazali (1). Berikut kelanjutannya:

Dakwah Islam
Apakah peranan yang dapat dimainkan oleh Islam pada diri para pemuda yang sangat kaku terhadap masyarakat Eropa dan Amerika itu?



Syaikh Muhammad Al-Ghazali menggambarkan mereka mengenakan jubah putih, duduk di atas tanah, memakan makanan dengan tangan mereka kemudian membersihkan ujung jemari mereka dengan mulut. Menurut pandangan mereka, begitulah petunjuk dari Rasulullah SAW yang mulia tentang cara makan, dan sunnah yang harus mereka lakukan sebagai upaya penentangan Islam terhadap orang-orang Barat. (Baca juga: Intelektualitas Al-Ghazali Berada di Tingkatan yang Sulit Dilampaui)

Apakah itu tata cara makan yang diajarkan oleh Islam?

Syaikh Muhammad justru bertanya, ketika orang-orang Eropa melihat seorang lelaki yang hendak minum, mengambil gelas, kemudian dia duduk --sebelum itu dia berdiri-- untuk mengikuti tata cara minum, apakah pemandangan yang aneh ini yang menarik hati mereka untuk masuk Islam?



"Mengapa perkara-perkara yang remeh ini ditampilkan padahal perkara ini malah dapat menghalangi jalan Allah, dan menampilkan Islam dengan cara seperti itu akan lebih menggambarkan Islam berwajah garang?" ujarnya. (Baca juga: Bahaya Kesombongan dan Nasehat Imam Al-Ghazali)
halaman ke-1 dari 3
cover top ayah
اَلۡيَوۡمَ نَخۡتِمُ عَلٰٓى اَفۡوَاهِهِمۡ وَتُكَلِّمُنَاۤ اَيۡدِيۡهِمۡ وَتَشۡهَدُ اَرۡجُلُهُمۡ بِمَا كَانُوۡا يَكۡسِبُوۡنَ‏
Pada hari ini (kiamat) Kami tutup mulut mereka, tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.

(QS. Yasin:65)
cover bottom ayah
preload video