Cara Mengingat Kematian Menurut Rasulullah
Jum'at, 02 Desember 2022 - 13:38 WIB
loading...
A
A
A
Dari Al Bara’, dia berkata: Kami bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada suatu jenazah, lalu Beliau duduk di tepi kubur, kemudian Beliau menangis sehingga tanah menjadi basah, lalu Beliau bersabda: “Wahai, saudara-saudaraku! Maka persiapkanlah untuk yang seperti ini.” (HR Ibnu Majah)
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga telah memperingatkan bahwa manusia agar selalu memperhatikan perjalanan umurnya, apakah lebih banyak dosanya ataukah lebih banyak amal shalehnya. Setiap orang hendaknya mewaspadai terhadap angan-angan panjang umur, sehingga menunda melakukan amal shaleh.
Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dari sabahat Anas, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa anak Adam semakin tua, dan dua perkara semakin besar juga bersamanya: cinta harta dan panjang umur.
Disebutkan juga sesungguhnya masa 60 tahun bagi seseorang sudah merupakan waktu yang panjang hidup di dunia ini, cukup bagi seseorang merenungkan tujuan hidup, sehingga tidak ada udzur bagi orang yang telah mencapai umur tersebut.
Dari Abu Hurairah, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Beliau bersabda :
“Allah meniadakan alasan seseorang (untuk berbuat amal shaleh) hingga yang Dia telah menunda ajalnya sehingga mencapai 60 tahun. (HR. Bukhari).
Oleh karena itu, seseorang hendaklah memanfaatkan hidupnya dengan sebaik-baiknya, mengisinya dengan amal shalih sebelum datang kematian.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :
"Dan setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun." (QS. Al-A'raf : 34)
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga telah memperingatkan bahwa manusia agar selalu memperhatikan perjalanan umurnya, apakah lebih banyak dosanya ataukah lebih banyak amal shalehnya. Setiap orang hendaknya mewaspadai terhadap angan-angan panjang umur, sehingga menunda melakukan amal shaleh.
Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dari sabahat Anas, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa anak Adam semakin tua, dan dua perkara semakin besar juga bersamanya: cinta harta dan panjang umur.
Disebutkan juga sesungguhnya masa 60 tahun bagi seseorang sudah merupakan waktu yang panjang hidup di dunia ini, cukup bagi seseorang merenungkan tujuan hidup, sehingga tidak ada udzur bagi orang yang telah mencapai umur tersebut.
Dari Abu Hurairah, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Beliau bersabda :
“Allah meniadakan alasan seseorang (untuk berbuat amal shaleh) hingga yang Dia telah menunda ajalnya sehingga mencapai 60 tahun. (HR. Bukhari).
Oleh karena itu, seseorang hendaklah memanfaatkan hidupnya dengan sebaik-baiknya, mengisinya dengan amal shalih sebelum datang kematian.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :
وَلِكُلِّ اُمَّةٍ اَجَلٌ ۚ فَاِ ذَا جَآءَ اَجَلُهُمْ لَا يَسْتَئ۟خِرُوْنَ سَا عَةً وَّلَا يَسْتَقْدِمُوْنَ
"Dan setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun." (QS. Al-A'raf : 34)
Lihat Juga :