3 Panglima Perang Mut'ah yang Syahid Hadapi Negara Adidaya Bizantium

Selasa, 06 Desember 2022 - 19:52 WIB
loading...
A A A
Oleh karena itu pihak Romawi menjauhkan diri dari serangan Khalid dan senang sekali mereka kalau Khalid tidak sampai menyerang mereka. Tetapi sebenarnya Khalid lebih senang lagi. Ia menarik mundur pasukannya, kembali ke Madinah, setelah mengalami suatu pertempuran yang tidak membawa kemenangan buat pasukan Muslimin, dan yang juga sama tidak membawa kemenangan buat lawan mereka itu.

Baca juga: Dzikir 70 Sahabat Nabi Saat Perang Uhud: Hasbunallah Wa Ni’mal Wakil

Hanya saja, tatkala Khalid dan pasukannya sudah hampir sampai di Madinah, Nabi Muhammad SAW dan kaum Muslimin yang lain menyambut mereka. Atas permintaan Nabi, kemudian Abdullah bin Ja'far dibawa dan diangkatnya di depannya. Orang ramai datang menaburkan tanah kepada pasukan itu seraya berkata: "He, orang-orang pelarian! Kamu lari dari jalan Allah!"

Rasulullah SAW segera berkata: "Mereka bukan pelarian. Tetapi mereka orang-orang yang akan tampil kembali, insya Allah."

Sungguh pun sudah begitu rupa Nabi menghibur orang-orang yang baru kembali dari Mu'tah itu, namun kaum Muslimin belum mau juga memaafkan mereka karena penarikan mundur dan mereka kembali itu; sampai-sampai Salamah bin Hisyam tidak mau ikut sholat bersama-sama dengan kaum muslimin yang lain. Mereka khawatir masih akan terdengar suara-suara orang bila melihatnya.

"Hei orang-orang pelarian! Kamu lari dari jalan Allah."

Kalau tidak karena adanya tindakan-tindakan yang berarti dari mereka yang kembali dari Mu'tah itu, terutama tindakan Khalid sendiri, niscaya Mu'tah masih akan dianggap suatu cemar karena pelarian yang telah dicontengkan saudara-saudara seagama di kening mereka.

Baca juga: Kisah Heroik Thalhah bin Ubaidillah Selamatkan Rasulullah SAW dalam Perang Uhud

Kesedihan Nabi SAW
Begitu pedih perasaan duka itu menusuk hati Nabi Muhammad setelah diketahuinya Zaid dan Ja'far telah Syahid. Begitu sedih ia menanggung dukacita karena mereka itu.

Setelah Ja'far syahid, Rasulullah mendatangi ke rumahnya. Beliau menjumpai istri Jafar, Asma binti 'Umais yang pada waktu itu ia sudah membuat adonan roti, anak-anaknya sudah dimandikan, sudah diminyaki dan dibersihkan. "Bawa kemari anak-anak Ja'far itu," ujar Rasulullah SAW kepada Asma.

Setelah mereka dibawa, Rasulullah menciumi anak-anak itu dengan berlinangan airmata.

"Rasulullah," kata Asma' gelisah. "Demi ayah bundaku! Kenapa menangis, Rasulullah?! Ada hal-hal yang menimpa Ja'far dan kawan-kawannya barangkali?" tanyanya.

"Ya," jawab Rasulullah SAW. "Hari ini mereka syahid."

Berkata begitu airmata Rasulullah sudah makin tak dapat ditahan, deras berderai. Asma, juga lalu menangis keras-keras sehingga mengundang banyak perempuan mendatanginya.

Begitu Rasulullah pulang, beliau berkata kepada keluarganya: "Keluarga Ja'far jangan dilupakan. Buatkan makanan buat mereka. Mereka sekarang dalam kesusahan."

Tatkala dilihatnya puteri Zaid datang, dibelai-belainya bahunya sambil ia menangis. Ada sahabat-sahabat yang merasa terkejut melihat Rasul menangisi orang yang mati syahid itu.

Ada yang meriwayatkan bahwa jenazah Ja'far dibawa ke Madinah dan dikebumikan di sana tiga hari kemudian setelah Khalid dan pasukannya sampai. Sejak hari itu Rasulullah SAW menyuruh orang supaya jangan lagi menangis. Kedua tangan Ja'far yang terputus, oleh Tuhan telah diganti dengan sepasang sayap yang menerbangkannya ke surga.

Beberapa pekan kemudian setelah Khalid bin Walid kembali, Nabi Muhammad bermaksud mengembalikan pula kewibawaan Muslimin di bagian utara jazirah itu. Dalam hal ini ia menugaskan 'Amr bin al-'Ash supaya mengerahkan orang-orang Arab ke Syam.

Hanya saja, setelah Amr sampai di sebuah pangkalan air di daerah kabilah Judham yang disebut Silsil, mulai ia merasa khawatir. Segera ia mengirim kurir kepada Nabi SAW meminta bantuan. Dan Nabi pun segera mengirim Abu 'Ubaidah bin Jarrah dari kalangan Muhajirin yang mula-mula, termasuk Abu Bakar dan Umar bin Khattab.

Sebagai orang yang masih baru dalam Islam, Rasulullah khawatir 'Amr akan berselisih dengan Abu 'Ubaidah. Rasulullah pun berpesan kepada Abu 'Ubaidah agar tidak berselisih.

Apa yang diduga Rasulullah SAW benar adanya. Begitu Abu Ubaidah dan pasukan muslim yang dipimpinnya dari Madinah datang, Amr langsung menegaskan bahwa dirinya yang memimpin. "Engkau datang kemari sebagai pembantuku. Pimpinan tentara di tanganku," kata 'Amr kepada Abu 'Ubaidah.

Abu 'Ubaidah adalah orang yang sangat lemah-lembut, dan serba mudah dalam masalah-masalah duniawi. "Rasulullah sudah berpesan," katanya kepada 'Amr "Kita jangan berselisih. Kalau engkau tidak taat kepadaku, akulah yang taat kepadamu."

Akhirnya, Amr yang memimpin. Bahkan dalam sholat pun Amr yang menjadi imam.

Amr memimpin pasukan muslim bergerak maju. Pihak Bizantium yang bermaksud hendak menggempurnya telah diubrak-abrik. Kewibawaan Muslimin di wilayah itu pun telah dapat dipulihkan.

Baca juga: Kisah di Balik Perang Uhud (2-Habis): Ketika Rasulullah Terjebak Perangkap Kafir Quraisy
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Wafat di Makkah saat...
Wafat di Makkah saat Beribadah Haji: Raih Pahala Syahid dan Beri Syafaat
Menjadikan Rasulullah...
Menjadikan Rasulullah SAW sebagai Kiblat Ekonomi Umat
Jejak Sejarah Ibadah...
Jejak Sejarah Ibadah Umrah Rasulullah SAW, Hanya 4 Kali Seumur Hidup
Diplomasi Perang ala...
Diplomasi Perang ala Rasulullah SAW: Strategi Cerdas di Balik Kemenangan
Kisah Khalifah Umar...
Kisah Khalifah Umar bin Khattab yang Ingin Mati Syahid dan Doa-doanya
Dalil-dalil Tentang...
Dalil-dalil Tentang Mati Syahid, Bersumber dari Ayat Al Quran dan Hadis
Rekomendasi
Gumpalan Putih Misterius...
Gumpalan Putih Misterius di Pantai Bikin Bingung Para Ilmuwan
Eropa Dilanda Kemarau...
Eropa Dilanda Kemarau Terburuk dalam Sejarah
Awan Berbentuk Gelombang...
Awan Berbentuk Gelombang Tsunami Muncul di Langit AS
Artikel Terkini
Dakwah di Media Sosial...
Dakwah di Media Sosial : Cara Menebar Kebaikan dan Meraih Pahala Jariyah
Keutamaan Menutup Aib...
Keutamaan Menutup Aib Orang Lain dalam Islam, Allah Janjikan 3 Balasan Luar Biasa
Kisah Nabi Musa dan...
Kisah Nabi Musa dan Pendosa 40 Tahun, Bukti Allah Menutupi Aib Hamba yang Bertobat
Doa Agar Allah Menutupi...
Doa Agar Allah Menutupi Aib Kita, Lengkap Arab, Latin, Artinya, dan Hadis Nabi
4 Cara Mengetahui Aib...
4 Cara Mengetahui Aib Diri Sendiri Menurut Islam, Jangan Sibuk Mencari Aib Orang
Tanda Allah Menutup...
Tanda Allah Menutup Aib Seseorang, Ini Pesan Mendalam Habib Umar bin Hafizh
Infografis
Negara yang Terlibat...
Negara yang Terlibat Perang Rusia - Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved