Hadis Tawakkal Burung Mencari Rezeki, Begini Penjelasannya
Rabu, 11 Januari 2023 - 22:30 WIB
loading...
A
A
A
Sahl At-Tusturi rahimahullah mengatakan: "Barangsiapa mencela usaha (meninggalkan sebab) maka dia telah mencela Sunnatullah (ketentuan yang Allah tetapkan). Barangsiapa mencela tawakkal (tidak mau bersandar pada Allah) maka dia telah meninggalkan keimanan." [Jaami'ul 'Ulum wal Hikam, hal 517]
Penjelasan Hadis
Mengenai maksud Hadits di atas telah dijelaskan para ulama. Di antarannya, Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah: "Hadis ini tidak menunjukan bolehnya berpangku tangan tanpa berusaha. Bahkan padanya terdapat perintah mencari rezeki. Karena burung tatkala keluar dari sarangnya di pagi hari demi mencari rezeki." [Tuhfatul Ahwadzi (7/7)]
Beliau juga pernah ditanya tentang seseorang yang duduk saja di rumahnya dan di masjid seraya tidak bekerja karena yakin akan datangnya rezeki, maka beliau berkata: "Orang seperti itu benar-benar bodoh. Burung saja bekerja dengan berangkat dari sarangnya pada pagi hari. Para sahabat Nabi yang mulia pun ada yang berdagang dan ada yang bekerja dengan menanam kurma, merekalah sebaik-baik teladan." [Fath al-Bari (11/306)]
Imam As-Suyuthi rahimahullah berkata: "Al-Baihaqi mengatakan dalam Syu'ab Al-Iman: "Hadits ini bukanlah dalil untuk duduk-duduk santai, enggan melakukan usaha untuk memperoleh rezeki. Bahkan hadits ini merupakan dalil yang memerintahkan untuk mencari rezeki karena burung tersebut pergi pada pagi hari untuk mencari rezeki." [Dalil al Falihin (1/335)]
Al-Munawi menjelaskan: "Burung itu pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali ketika sore dalam keadaan kenyang. Namun, usaha (sebab) itu bukanlah yang memberi rezeki, yang memberi rezeki adalah Allah Ta'ala."
Hal ini menunjukkan bahwa tawakkal tidak harus meninggalkan usaha. Tawakkal haruslah dengan melakukan berbagai usaha yang akan membawa pada hasil yang diinginkan. Karena burung saja mendapatkan rezeki dengan usaha. Sehingga hal ini menuntun kita untuk mencari rezeki. [Tuhfatul Ahwadzi (7/7)]
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani mengatakan: "Namun hal ini bukan berarti seseorang boleh meninggalkan usaha dan bersandar pada apa yang diperoleh makhluk lainnya. Meninggalkan usaha sangat bertentangan dengan tawakkal itu sendiri." [Fath al Bari (11/305)]
Kesimpulan
Jika ada orang yang malas berusaha dengan dalih tawakkal, maka dia telah melakukan dua kesalahan sekaligus. Yang pertama memelihara penyakit malas, yang kedua membungkus malasnya itu dengan pembenaran dalil yang ia pelintir. Semoga Allah mencurahkan taufik-Nya dan menuntun kita di jalan yang lurus.
Baca Juga: Inilah Hadis-hadis yang Membangkitkan Semangat Mencari Rezeki (2)
Wallahu A'lam
Penjelasan Hadis
Mengenai maksud Hadits di atas telah dijelaskan para ulama. Di antarannya, Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah: "Hadis ini tidak menunjukan bolehnya berpangku tangan tanpa berusaha. Bahkan padanya terdapat perintah mencari rezeki. Karena burung tatkala keluar dari sarangnya di pagi hari demi mencari rezeki." [Tuhfatul Ahwadzi (7/7)]
Beliau juga pernah ditanya tentang seseorang yang duduk saja di rumahnya dan di masjid seraya tidak bekerja karena yakin akan datangnya rezeki, maka beliau berkata: "Orang seperti itu benar-benar bodoh. Burung saja bekerja dengan berangkat dari sarangnya pada pagi hari. Para sahabat Nabi yang mulia pun ada yang berdagang dan ada yang bekerja dengan menanam kurma, merekalah sebaik-baik teladan." [Fath al-Bari (11/306)]
Imam As-Suyuthi rahimahullah berkata: "Al-Baihaqi mengatakan dalam Syu'ab Al-Iman: "Hadits ini bukanlah dalil untuk duduk-duduk santai, enggan melakukan usaha untuk memperoleh rezeki. Bahkan hadits ini merupakan dalil yang memerintahkan untuk mencari rezeki karena burung tersebut pergi pada pagi hari untuk mencari rezeki." [Dalil al Falihin (1/335)]
Al-Munawi menjelaskan: "Burung itu pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali ketika sore dalam keadaan kenyang. Namun, usaha (sebab) itu bukanlah yang memberi rezeki, yang memberi rezeki adalah Allah Ta'ala."
Hal ini menunjukkan bahwa tawakkal tidak harus meninggalkan usaha. Tawakkal haruslah dengan melakukan berbagai usaha yang akan membawa pada hasil yang diinginkan. Karena burung saja mendapatkan rezeki dengan usaha. Sehingga hal ini menuntun kita untuk mencari rezeki. [Tuhfatul Ahwadzi (7/7)]
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani mengatakan: "Namun hal ini bukan berarti seseorang boleh meninggalkan usaha dan bersandar pada apa yang diperoleh makhluk lainnya. Meninggalkan usaha sangat bertentangan dengan tawakkal itu sendiri." [Fath al Bari (11/305)]
Kesimpulan
Jika ada orang yang malas berusaha dengan dalih tawakkal, maka dia telah melakukan dua kesalahan sekaligus. Yang pertama memelihara penyakit malas, yang kedua membungkus malasnya itu dengan pembenaran dalil yang ia pelintir. Semoga Allah mencurahkan taufik-Nya dan menuntun kita di jalan yang lurus.
Baca Juga: Inilah Hadis-hadis yang Membangkitkan Semangat Mencari Rezeki (2)
Wallahu A'lam
(rhs)
Lihat Juga :