Orientalis Ini Kupas Tuduhan Islam tentang Yahudi dan Kristen Mengorupsi Kitab Suci
Kamis, 12 Januari 2023 - 20:07 WIB
loading...
A
A
A
Maka kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: "Ini dari Allah," (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka akibat apa yang mereka kerjakan ( QS 2 : 79).
Baca juga: Orientalis Montgomery Watt Kupas Ramalan Bibel tentang Nabi Muhammad SAW
Kemungkinan perubahan-perubahan itu dilakukan dalam penuturan dan salinan yang ditunjukkan pada saat Al-Qur'an menyatakan "membuat kesalahan terhadap Tuhan" pada sejumlah ayat-ayat.
Hal ini menjadi jumlah total materi Al-Qur'an yang relevan dengan persoalan pemalsuan kitab agama Yahudi dan kitab agama Kristen. Ini juga berarti tidak mendukung pandangan mereka yang secara ekstensif telah dirubah di masa lampau sebelum masa manuskrip-manuskrip kita. Bahkan ini hanya menjadi bentuk pandangan yang dapat dipercaya dalam cahaya evidensi manuskrip.
Sejauh tidak ada studi terinci di mana ajaran kitab suci yang diubah ini dielaborasi, maka segeralah sang komentator, Mujahid (meninggal tahun 721 Masehi), sebagaimana yang dikisahkan oleh Thabari, rupanya telah mengambil pandangan bahwa ayat-ayat yang menggunakan kata yusharifuna di atas secara implisit menyatakan perubahan umum terhadap kitab suci taurat.
Petunjuk awal lain yang dilaporkan oleh Catholicos Timothy dalam diskusi-diskusinya tentang Khalifah al Mahdi kira-kira tahun 781 Masehi.
Khalifah al Mahdi mengatakan adanya perubahan umum terhadap kitab suci dan khususnya menjelaskan penghilangan ayat-ayat yang meramalkan akan datangnya Muhammad sebagai Nabi. Pernyataan ini secara implisit menjelaskan terjadinya perubahan teks kitab suci secara aktual.
Baca juga: Ketika Orientalis Montgomery Watt Bicara tentang Kesempurnaan dan Kemandirian Islam
Akhimya ada dua bentuk ajaran pokok dalam perubahan ini. Banyak ilmuwan mempertahankkan pendapat bahwa telah terjadi perubahan besar-besaran atas teks kitab suci. Suatu pandangan yang telah lama dijelaskan secara terinci dan dibela oleh Ibn Hazm (meninggal tahun 1064 Masehi).
Kendatipun demikian, ilmuwan-ilmuwan lain mengambil pandangan yang lebih ringan dan berpegang dengan pendirian bahwa bukannya teks melainkan hanya penafsirannya yang telah diubah. Rupanya pandangan terakhir ini adalah pandangan yang diadopsi oleh al-Qasim Ibn Ibrahim (meninggal tahun 860 Masehi) dalam "Sanggahan Umat Kristen."
Ada pula pandangan-pandangan yang bersifat tengah-tengah. Tidak adanya persetujuan terhadap apa yang tepat, dimaksudkan bukan oleh materi perubahan yang dilakukan. Agaknya cukup untuk mengatakan kepada seorang Kristen "kitab suci anda telah berubah dari aslinya atau palsu" dan itulah argumen yang disangkal.
Baca juga: Orientalis Montgomery Watt Kupas Ramalan Bibel tentang Nabi Muhammad SAW
Kemungkinan perubahan-perubahan itu dilakukan dalam penuturan dan salinan yang ditunjukkan pada saat Al-Qur'an menyatakan "membuat kesalahan terhadap Tuhan" pada sejumlah ayat-ayat.
Hal ini menjadi jumlah total materi Al-Qur'an yang relevan dengan persoalan pemalsuan kitab agama Yahudi dan kitab agama Kristen. Ini juga berarti tidak mendukung pandangan mereka yang secara ekstensif telah dirubah di masa lampau sebelum masa manuskrip-manuskrip kita. Bahkan ini hanya menjadi bentuk pandangan yang dapat dipercaya dalam cahaya evidensi manuskrip.
Sejauh tidak ada studi terinci di mana ajaran kitab suci yang diubah ini dielaborasi, maka segeralah sang komentator, Mujahid (meninggal tahun 721 Masehi), sebagaimana yang dikisahkan oleh Thabari, rupanya telah mengambil pandangan bahwa ayat-ayat yang menggunakan kata yusharifuna di atas secara implisit menyatakan perubahan umum terhadap kitab suci taurat.
Petunjuk awal lain yang dilaporkan oleh Catholicos Timothy dalam diskusi-diskusinya tentang Khalifah al Mahdi kira-kira tahun 781 Masehi.
Khalifah al Mahdi mengatakan adanya perubahan umum terhadap kitab suci dan khususnya menjelaskan penghilangan ayat-ayat yang meramalkan akan datangnya Muhammad sebagai Nabi. Pernyataan ini secara implisit menjelaskan terjadinya perubahan teks kitab suci secara aktual.
Baca juga: Ketika Orientalis Montgomery Watt Bicara tentang Kesempurnaan dan Kemandirian Islam
Akhimya ada dua bentuk ajaran pokok dalam perubahan ini. Banyak ilmuwan mempertahankkan pendapat bahwa telah terjadi perubahan besar-besaran atas teks kitab suci. Suatu pandangan yang telah lama dijelaskan secara terinci dan dibela oleh Ibn Hazm (meninggal tahun 1064 Masehi).
Kendatipun demikian, ilmuwan-ilmuwan lain mengambil pandangan yang lebih ringan dan berpegang dengan pendirian bahwa bukannya teks melainkan hanya penafsirannya yang telah diubah. Rupanya pandangan terakhir ini adalah pandangan yang diadopsi oleh al-Qasim Ibn Ibrahim (meninggal tahun 860 Masehi) dalam "Sanggahan Umat Kristen."
Ada pula pandangan-pandangan yang bersifat tengah-tengah. Tidak adanya persetujuan terhadap apa yang tepat, dimaksudkan bukan oleh materi perubahan yang dilakukan. Agaknya cukup untuk mengatakan kepada seorang Kristen "kitab suci anda telah berubah dari aslinya atau palsu" dan itulah argumen yang disangkal.
(mhy)
Lihat Juga :