Inilah Jalanmu, Nak!

loading...
Inilah Jalanmu, Nak!
Inilah Jalanmu, Nak!
Beliau meringis kesakitan. Namun ia teruskan bacaan. Usai subuh di pagi itu, ayahku membaca surat Al Waqiah dengan lirih. Idza waqa’atil waaqiah… laysa liwaq’atiha kadzibah… khofidhotur roofi’ah…..

Tak seperti biasa. Beliau membaca Alquran sambil terbata-bata. Beliau menangis, berhenti berkali-kali untuk mengusap air mata. Apa gerangan terjadi? Bukankah aku sering mendapatinya tilawah Alquran setiap pagi. Namun, kali ini sungguh beda terasa.

Ayahku, H. Choiri Awan meninggalkan kami pada Februari 2005. Beliau sungguh ayah yang baik. Tauladan bagiku, dunia-akhirat. Beliau bukan kyai, bukan pula ustadz, bahkan tidak pernah mengecap pendidikan formal madrasah. Namun sungguh beliau adalah inspirasiku untuk menempuh hidup di jalan lurus penuh indah yang saya jalani kini.

Teringat dulu saat aku tidak lulus UMPTN (Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri), usai SMA. Beliau bertanya kepadaku apakah aku lulus? Dengan takut aku sampaikan padanya bahwa aku gagal.

Dengan senyum dan penuh keteduhan, beliau katakan sebuah kalimat yang tak akan pernah aku lupa, “Nak…., jalani hidupmu bukan seperti abang-abangmu yang lain. Engkau harus menempuh jalan hidup agama. Engkau kelak menjadi agamawan. Membimbing hidupmu, hidup keluargamu dan hidup kami semua….”

Allahu Akbar….!
Awalnya saya takut menyampaikan berita kegagalan UMPTN itu, namun kalimat beliau membuka terang jalan hidupku.

Kini 9 tahun lebih engkau meninggalkan kami, masih terngiang kejadian subuh itu saat engkau duduk dihadapanku. Memegang mushfaf Alquran dan membaca surat Al Waqiah dalam tangis kenikmatan.



Usai tilawah, engkau tutup mushaf dan lalu berpesan kepadaku banyak hal. Siapa mengira, engkau pergi tepat 3 hari setelahnya.

Sungguh Papi…., Engkaulah inspirasiku dalam menikmati bacaan Alquran!
Ya Allah, ampuni Papi dan rahmatilah beliau selalu. Aaamiin Ya Rabbal ‘Alamiin

Mari doakan kedua orang tua kita yang ada maupun yang telah tiada. Untuk segala jasa baik mereka, semesta karunia Allah Ta’ala semoga terlimpah. Alfatikha…
(lis)
cover top ayah
اَتَاۡمُرُوۡنَ النَّاسَ بِالۡبِرِّ وَتَنۡسَوۡنَ اَنۡفُسَكُمۡ وَاَنۡتُمۡ تَتۡلُوۡنَ الۡكِتٰبَ‌ؕ اَفَلَا تَعۡقِلُوۡنَ‏
Mengapa kamu menyuruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedangkan kamu melupakan dirimu sendiri, padahal kamu membaca Kitab (Taurat)? Tidakkah kamu mengerti?

(QS. Al-Baqarah:44)
cover bottom ayah
preload video