Mencari Lailatulkadar di Akhir Ramadan

loading...
Mencari Lailatulkadar di Akhir Ramadan
Mencari Lailatulkadar di Akhir Ramadan
Sepuluh hari terakhir bulan suci Ramadan adalah saat-saat yang penuh dengan segala kebaikan dan keutamaan, serta pahala yang melimpah. Bahkan, sepertiga terakhir Ramadan terdapat Lailatulkadar.

Malam seribu bulan itu pada dasarnya adalah malam rahasia bagi semua manusia. Pada malam yang dimuliakan Allah SWT ini, Nabi Muhammad SAW bersunggung-sungguh guna menghidupkan sepuluh hari tersebut dengan segala kebaikan.
Sebagaimana istri beliau (Nabi Muhammad SAW) Ummul Mu’minin Aisyah radhiyallahu ‘anha- berkata,

"Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, melebihi kesungguhan beliau di waktu yang lainnya." (HR. Muslim).

Lailatulkadar adalah salah satu malam yang paling dinantikan di bulan Ramadan. Lailatulkadar merupakan malam yang paling istimewa dan paling indah dibandingkan malam seribu bulan dan menjadi malam dimana Alquran diturunkan.

Selama ini, umat Islam mempercayai kebenaran adanya malam Lailatulkadar lantaran bersumber dari Alquran dan Hadits. Malam dimana Alquran diturunkan itu juga sudah dijelaskan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW 1.400 tahun lalu dalam Alquran dan Hadits.

Nabi Muhammad SAW menjelaskan malam Lailatulkadar itu akan hadir di malam-malam ganjil di 10 hari terakhir bulan Ramadan. Rasulullah SAW juga telah menerangkan ketika malam Lailatulkadar.



Meski demikian, kapan Lailatulkadar itu datang itu rahasia Sang Pencipta. Tidak ada yang tahu pasti kapan malam yang dimuliakan Allah SWT itu datang.

Namun, Nabi Muhammad SAW dalam sejumlah riwayat memberikan tanda-tanda datangnya Lailatulkadar. Berikut sejumlah tanda datangnya Lailatul Qadar:

1. Hari ganjil

Tanda Lailatulkadar datang pada hari ganjil pada sepertiga bulan Ramadan. Sebuah hadis dari Aisyah menyebutkan:

"Rasulullah SAW beri'tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan dan beliau bersabda: "Carilah malam Lailatulkadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Ramadan." (HR: Bukhari dan Muslim).

2. Udara dan suasana pagi yang tenang

Suasana pagi yang tenang pada keesokan harinya. Dalam hadits yang diriwayatkan Ibnu Abbas, Nabi bersabda:

"Lailatulkadar adalah malam yang penuh kelembutan, cerah, begitu panas, juga tidak terlalu dingin, esok paginya sang surya (matahari) terbit dengan sinar lemah berwarna merah." (HR. Ath Thoyalisi).

Dari Abi bin Ka’ab bahwa Rasulullah SAW bersabda yang artinya, “Shubuh hari dari malam Lailatulkadar matahari terbit tanpa sinar, seolah-olah mirip bejana hingga matahari itu naik.” (HR. Muslim).

Alquran menggambarkan, Lailatulkadar itu malam penuh ketenangan. Suasana Lailatulkadar begitu berbeda daripada malam-malam lainnya.

Suasana tenang, langit berwarna, udara begitu sejuk, tak panas dan tak dingin. Hadits Riwayat At-Thobroni menyampaikan "Lailatulkadar adalah malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak ada hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan)."

3. Malaikat menurunkan ketenangan sehingga manusia merasakan ketenangan tersebut dan merasakan kelezatan dalam beribadah, yang tidak didapatkan pada hari-hari yang lain.

4. Manusia dapat melihat malam ini, dalam mimpinya sebagaimana terjadi pada sebagian sahabat.
halaman ke-1
cover top ayah
اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ
Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.

(QS. Al-Fatihah:5)
cover bottom ayah
preload video