Sama Istri

loading...
Sama Istri
Sama Istri
Sesiapa yang menikah, akan banyak rezekinya. Ini Janji Allah. Namun banyak yang tidak terjadi. Ada yang malah hancur-hancuran. Mengapa?

Penyebabnya banyak. Di antaranya dua-duanya ga shalat, he he he. Dulu sendirian ga shalat. Sekarang malah berdua-duaan ga shalat.

Harusnya bisa saling mengingatkan dhuha dan tahajjud. Ini ngingetinnya belanjaan doangan, he he. Sama arisan dah, ha ha ha...

Akhirnya jadi lah berdua-duaan juga tidak menghidupkan sunnah. Sedang siapa-siapa yang tidak mencintai sunnah, hidupnya kagak berkah total.



Belom lagi saat menikah, di pesta hari raya, Allah menjadi satu-satunya yang disia-siakan. Pada ga salat, pada ga menghormati Allah.

Waktu nikah, ada yang di masjid. Eh, ga pada wudhu. Pada masuk aja ke masjid. Ga hormat sama masjid. Boro-boro tahiyyatul masjid.

Ada juga yang masuk masjid pada pake kemben. Kelihatan pundak dan dana. Eh, dana... Dada. Berikut belahannya. Jadi ga enak nulis....

Padahal akad nikah dilakukan di masjid. Tapi ga hormat sama yang punya masjid. Wuah... Harusnya ketika menikah, Allah janji bakal melipatgandakan rizki. Tapi terjadi sebaliknya.

Selain yang tadi, ada sebab lain. Yakni, sejak masih calon, udah pegangan tangan, udah ciuman, udah zina bahkan. Dan edannya, berkali-kali, di hadapan Yang Maha Melihat.

Anugerah cinta dari Allah, diubah menjadi tragedi dan prahara di kesudahannya. Ada yang memang ditunda-Nya. Ada yang disegerakan-Nya. Beruntunglah yang bertaubat. Sungguh beruntung. Asli beruntung.

Saking beruntungnya, bisa membuat ngiri mereka yang saleh. Kalau sudah taubat, dijaga. Kalau belom, mari bertaubat.

Menikah itu rizki. Dan akan ditambah juga rizkinya. Kalau apa?

Kalau niatnya bener, karena Allah. Sejak dini, menjaga diri.

Pas nikah, berdua-duaan ngebut di jalan Allah. Dhuha berdua, tahajjud berdua, sahur dan buka, berdua. Sedekah berdua.

Nyari nafkah berdua. Sedang nyari nafkah juga adalah jihad yang hebat, dan juga ibadah yang hebat. Pasti Allah suka.

Menikah itu adalah ibadah 24 jam. Ibadah terhebat dan terpanjang secara durasi, sepanjang masa. Gimana rizki ga bakal nambah.

Nikah itu ibadah 24 jam. Jika sebelomnya melihat perempuan yang bukan muhrim, haram, maka sekarang melihat istri, halal.

Bahkan melihat istri adalah ibadah. Tar nih, pas pulang, liatin istri. Liatin. 24 jam, he he he. Sebab ibadah, hi hi hi.

Istri saya suka GR, he he. RHS ya... Jangan bilang-bilang sama Mmaemunah Mansur. Istri saya suka GR, sebab saya suka berlama-lama melihat beliau.

Kata istri saya, ngapain siiiihhh... Liat-liat... Katanya, sambil akhirnya nutup wajahnya sebab merah padam.. Koq merah padam? He he he

Merah apa ya? Pokoknya merah humaira deh... Merahnya pipi ‘aisyah istri Rasul. Kemerah-merahan.
Saya bilang, lihat wajahnya istri tersayang, adalah ibadah. Enteng kan? Bandingkan dengan sedekah, tahajjud? Entengan liatin istri.

Dan asyik loh. Silahkan saat tidur-tiduran, saling hadap-hadapan. Kemudian saling pandang-pandangan... Manteb.

Apalagi jangan cuma pandang-pandangan, tapi juga pegang-pegangan. Dan lanjut-lanjutan, ha ha ha. Liat aja udah ibadah, pegimana ....yang lainnya....?

Maghrib dulu ya. Rayakan maghrib bersama istri, dan anak-anak. Meski berjauhan, sebab belum pulang, percayalah, kita satu sajadah satu kiblat. (Sumber : www.pppa.or.id )
(bbk)
cover top ayah
وَلَيۡسَتِ التَّوۡبَةُ لِلَّذِيۡنَ يَعۡمَلُوۡنَ السَّيِّاٰتِ‌ ۚ حَتّٰۤى اِذَا حَضَرَ اَحَدَهُمُ الۡمَوۡتُ قَالَ اِنِّىۡ تُبۡتُ الۡـــٰٔنَ وَلَا الَّذِيۡنَ يَمُوۡتُوۡنَ وَهُمۡ كُفَّارٌ ‌ؕ اُولٰٓٮِٕكَ اَعۡتَدۡنَا لَهُمۡ عَذَابًا اَ لِيۡمًا
Dan tobat itu tidaklah diterima Allah dari mereka yang melakukan kejahatan hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, barulah mengatakan, “Saya benar-benar bertobat sekarang.” Dan tidak pula diterima tobat dari orang-orang yang meninggal sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan azab yang pedih.

(QS. An-Nisa:18)
cover bottom ayah
preload video