Kehidupan Nabi Sebelum Menikah

Rabu, 30 Mei 2018 - 09:30 WIB
Kehidupan Nabi Sebelum...
Kehidupan Nabi Sebelum Menikah
A A A
Di masa mudanya, Nabi Muhammad SAW tidak memiliki pekerjaan tetap. Namun banyak riwayat menyebutkan bahwa beliau bekerja sebagai penggembala kambing di perkampungan Bani Sa’ad. Selain itu terdapat juga riwayat lain menyebutkan bahwa beliau menggembalakan kambing penduduk Mekkah dengan upah beberapa qirath (salah satu bentuk dinar).

Sebagaiamana Beliau pernah bersabda: “Tidaklah seorang Nabi diutus melainkan ia menggembala kambing”. Para sahabat bertanya, “Apakah engkau juga?” Beliau menjawab, “Iya, dulu aku menggembala kambing penduduk Mekkah dengan upah beberapa qirath”. (HR Al-Bukhari)

Setelah kakek Beliau wafat, Rasulullah SAW diasuh oleh seorang paman bernama Abu Thalib. Abu Thalib sangat menyayangi Nabi Muhammad SAW sebagaimana anaknya sendiri. Di masa mudanya, sang paman mengajari Rasulullah SAW cara-cara berdagang (berbisnis).

Bahkan mengajaknya pergi bersama untuk berdagang ke negeri Syam pada saat Rasulullah SAW baru berusia 12 tahun. Tidak heran jika beliau telah pandai berdagang sejak berusia belasan tahun. Kesuksesan Rasulullah SAW dalam berbisnis tidak terlepas dari kejujuran dan sifat amanahnya.

Penduduk kafir Quraish Makkah juga mengakui kejujuran Rasulullah SAW sehingga beliau digelari As-Shiddiq. Selain itu, Muhammad juga dikenal sangat teguh memegang kepercayaan (amanah) dan tidak pernah sekali-kali mengkhianatinya. Tidak heran jika beliau mendapat julukan Al-Amin (Terpercaya).

Menurut sejarah, tercatat bahwa Muhammad SAW telah melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri di antaranya ke Syam (Suriah), Bahrain, Yordania dan Yaman. Dalam semua perjalanan itu, Nabi SAW selalu mendapatkan kesuksesan besar dan tidak pernah mendapatkan kerugian.

Disebutkan juga dalam Kitab Shirah Nabawiyah, ketika Nabi berusia 25 tahun, beliau pergi berdagang ke negeri Syam dengan membawa modal dari Khadijah (radhiallahu’anha), pengusaha kaya Makkah yang ketika itu belum menjadi istri beliau. Khadijah pertama kali mengenal Rasulullah SAW ketika ia hendak mengirim kafilah dagang ke negeri Syam.

Ibnu Ishaq berkata dalam Sirah Ibnu Hisyam, dinukil dari Ar Rahiqul Makhtum bahwa Khadijah binti Khuwailid ketika itu adalah pengusaha wanita yang memiliki banyak harta dan memiliki kedudukan terhormat. Ia mempekerjakan orang-orang untuk menjalankan usahanya dengan sistem mudharabah (bagi hasil) sehingga para pekerjanya pun mendapat keuntungan.

Kaum Quraisy memang dikenal sebagai kaum pedagang. Kala itu, Khadijah mendengar tentang kejujuran Rasulullah (saat itu belum diutus menjadi Rasul). Khadijah juga kagum dengan sifat amanah dan kemuliaan akhlak beliau.Maka ia pun mengutus orang untuk menemui Rasulullah. Khadijah menawarkan beliau untuk menjual barang-barangnya ke negeri Syam, didampingi seorang budaknya Khadijah yang bernama Maisarah. Khadijah pun memberi imbalan istimewa kepada beliau yang tidak diberikan kepada para pedagangnya yang lain. Rasulullah pun menerima tawaran itu dan lalu berangkat dengan barang dagangan Khadijah bersama budaknya yaitu Maisarah sampai ke negeri Syam.
Dari kisah singkat ini disimpulkan bahwa Khadijah tertarik dengan Rasulullah SAW karena kemuliaan akhlak beliau. Sebelum menikah dengan Nabi, diceritakan Khadijah pernah curhat ke sahabatnya Nafisah. Nafisah kemudian membantu menyampaikan niat Khadijah untuk minta dinikahi oleh Nabi Muhammad SAW. Akhirnya Rasulullah SAW menikahi Khadijah dengan mahar 20 ekor unta.

Setelah menikah dengan Rasulullah SAW, bisnis Kadijah pun diserahkan sepenuhnya kepada Rasulullah SAW. Sedangkan Khadijah memilih untuk melayani dan membantu suami tercintanya, Muhammad SAW.
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
11 Ramadhan, Hari Kesedihan...
11 Ramadhan, Hari Kesedihan Nabi Saat Ditinggal Wafat Istri Tercinta
Saat Abu Thalib Melamar...
Saat Abu Thalib Melamar Pekerjaan untuk Keponakannya kepada Khadijah
Hikmah Ramadhan: Perempuan...
Hikmah Ramadhan: Perempuan Pezina yang Bertobat Akhirnya Disalatkan Nabi
Kisah Rasulullah SAW...
Kisah Rasulullah SAW Bersama 10.000 Pasukan Bebaskan Mekkah di Bulan Ramadhan
Kisah Kedermawanan Nabi...
Kisah Kedermawanan Nabi Muhammad SAW di Bulan Ramadan
Kisah Rasulullah dan...
Kisah Rasulullah dan Perempuan Tua yang Membenci Beliau
Rekomendasi
Laut Merah Terbelah...
Laut Merah Terbelah Dua Bisa Terulang Lagi! Ilmuwan Ungkap Fakta Ini
Sebelum Columbus, Abu...
Sebelum Columbus, Abu Bakar Saudara Mansa Musa Telah Temukan Benua Amerika
Eropa Dilanda Kemarau...
Eropa Dilanda Kemarau Terburuk dalam Sejarah
Artikel Terkini
Kasus Teror Tetangga...
Kasus Teror Tetangga Viral, Begini Hak Tetangga Menurut Al-Qur'an dan Hadis
Mengapa Surat Al-Fatihah...
Mengapa Surat Al-Fatihah Disebut Induk Al-Qur'an? Ini Makna dan Keistimewaannya
Asal Usul Nama Surat...
Asal Usul Nama Surat Al-Baqarah: Kisah Sapi Betina yang Mengungkap Misteri Pembunuhan
Ayat-ayat Istimewa Surat...
Ayat-ayat Istimewa Surat Al Baqarah : Mengapa Ayat 255 Disebut Ayat Kursi?
Asbabun Nuzul 2 Ayat...
Asbabun Nuzul 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Kisah Turunnya Ayat yang Menenangkan Para Sahabat
Bacaan 2 Ayat Terakhir...
Bacaan 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah dan 3 Manfaatnya yang Dahsyat
Infografis
Abu Musa Jabir Bin Hayyan,...
Abu Musa Jabir Bin Hayyan, Ilmuwan Islam di Bidang Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved