Catatan Keenam Puasa Ramadhan

Puasa itu Membangun Solidaritas

loading...
Puasa itu Membangun Solidaritas
Puasa itu Membangun Solidaritas
Imam Shamsi Ali
Presiden Nusantara Foundation

Pengalaman adalah guru sekaligus pengingat terbaik dalam hidup. Pengalaman adalah ilmu yang sejati. Pengalaman adalah realita dari sebuah peristiwa yang terjadi dalam perjalanan hidup kita yang berkebas dalam.

Puasa sesungguhnya adalah pengalaman nyata dalam membangun solidaritas kemanusiaan dan rasa simpati kepada mereka yang terpaksa atau dipaksa untuk mengalami pahit getirnya hidup ini. Satu di antara sekian pahit getirnya hidup saat ini adalah kemiskinan yang masih menghimpit sebagian saudara-saudara sesama manusia di sekitar kita. (Baca Juga: Puasa Itu Transformasi Karakter)

Bayangkan suatu saat anda bangun di pagi hari dalam keadaan lapar dan anda tidak memiliki sesuap nasi, atau segelas air bersih untuk sekadar diminum. Atau di malam hari anda terpaksa tidur beratap langit-langit, dalam keadaan basah kuyup kehujanan.

Atau mungkin anda harus berlindung dari teriknya mentari di siang hari atau dinginnya angin di malam hari di bawah kolong-kolong jembatan. Di saat itu anak terbangun di tengah malam menahan lapar. (Baca Juga: Puasa itu Proses Menghadirkan Allah)



Kira-kira bagaimana perasaan ketika itu? Pernahkah kita bahkan sekadar membayangkan seperti apa yang dirasakan oleh saudara-saudara yang mengalaminya?

Kita yang mungkin berada di posisi yang menguntungkan (fortunate) belum merasakan itu. Bahkan kita tahu penderitaan orang lain. Akan tetapi belum merasakannya, kita mungkin gagal membangun rasa simpati dan solidaritas itu. Apalagi bergerak untuk melakukan aksi agar Saudara kita itu bisa terlepas dari himpitan kesulitannya.

Puasa yang kita lakukan ini hendaknya melatih rasa kemanusiaan itu. Harusnya menumbuhkan tenggang rasa atau solidaritas terhadap mereka yang kesulitan.



Puasa yang tidak melahirkan rasa kasih dan tenggang rasa terhadap sesama boleh jadi puasa yang masih sebatas sekadar menunaikan kewajiban. Tapi tidak membawa manfaat besar bagi kehidupan kemanusiaan kita.
halaman ke-1 dari 5
cover top ayah
وَ مَنۡ يَّعۡمَلۡ سُوۡٓءًا اَوۡ يَظۡلِمۡ نَفۡسَهٗ ثُمَّ يَسۡتَغۡفِرِ اللّٰهَ يَجِدِ اللّٰهَ غَفُوۡرًا رَّحِيۡمًا
Dan barangsiapa berbuat kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian dia memohon ampunan kepada Allah, niscaya dia akan mendapatkan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

(QS. An-Nisa:110)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video