Hakikat Puasa Ramadhan dalam Pandangan Ahli Sufi

Rabu, 15 Mei 2019 - 14:55 WIB
Hakikat Puasa Ramadhan...
Hakikat Puasa Ramadhan dalam Pandangan Ahli Sufi
A A A
Ustaz Miftah el-Banjary
Pakar Ilmu Linguistik Arab & Tafsir Alquran
Lulusan Institute of Arab Studies Cairo-Mesir

Sejatinya, puasa bagi kaum sufi telah menjadi salah satu aktivitas ruhani untuk menghidupkan hati dan membuka tabir-tabir makrifat. Mereka terbiasa dengan lelaku (tirakat) di luar kebiasaan manusia kebanyakan. Semakin dalam pemaknaan suatu perintah atau anjuran, maka kesungguhan dalam menjalankannya pun akan meningkat. Walhasil, nilai yang dihasilkannya akan lebih mendalam dan mengakar karena puncak tujuan mereka tidak lain adalah al-Haqq, Allah SWT.

Puasa berarti menahan lapar. Terma lapar atau al-Ju dalam konstelasi ruhani kaum sufi menjadi satu tahapan olah batin yang sangat penting. Kelaparan yang mereka jalani tidak lantas menentang sunnatullah, tetapi menyedikitkan makan sekadar sebagai bekal untuk kekuatan ibadah. (Baca Juga: Bagaimana Cara Puasa Rasulullah SAW?)

Bukankah Rasulullah SAW telah mengingatkan, "Tidak ada bejana yang diisi oleh manusia yang lebih buruk dari perutnya. Maka, cukup baginya memakan beberapa suapan sekadar untuk menegakkan tulang punggungnya (memberikan tenaga). Jika tidak sanggup, maka dia dapat memenuhi perutnya dengan sepertiga makanan, sepertiga minuman, dan sepertiga untuk nafasnya."

Isyarat hadits di atas tidak menganjurkan kita untuk meninggalkan makanan secara ekstrim, tetapi mengkonsumsi makanan sekadar memberikan kekuatan dalam menegakkan ibadah kepada Allah SWT. Dan lapar dalam puasa, berarti ada masa di mana kita menahan makan dan minum serta hal-hal yang membatalkan berdasarkan ketentuan fikih setelah fajar menyingsing hingga terbenamnya matahari yang ditandai dengan adzan magrib.

Dengan lapar ini para sufi mencoba berdamai dengan tubuh. Kesadaran bahwa makanan bukanlah satu-satunya hal yang membuat mereka hidup telah tertanam dalam batinnya. Mereka benar-benar menginsafi lapar baik melalui menyedikitkan makanan, maupun saat puasa ini akan menekan syahwat kebinatangan mereka, sekaligus mempersempit jalan setan dalam darah manusia. Seperti ungkapan hadis Nabi SAW, "Sesungguhnya setan itu menyusup dalam aliran darah manusia, karena itu persempitlah jalan masuknya dengan lapar (puasa)."

Puasa Ramadhan melatih hampir semua umat Muhammad dalam berbagai tingkatan kesalehan untuk berpuasa menahan lapar dan dahaga. Tidak hanya itu, puasa Ramadhan juga menjadi pelindung dari setan. (Baca Juga: Di Bulan Ramadhan: Allah pun Berkirim Salam kepada Sayyidah Khadijah)

Seperti ungkapan Imam al-Bujairami yang mengutip pendapat Imam Asy-Syarani: "Barangsiapa sempurna laparnya pada bulan Ramadhan, dia akan terlindungi dari setan yang terkutuk hingga Ramadhan berikutnya. Karena puasa adalah perisai yang melindungi tubuh seseorang yang berpuasa selama tidak dirusak oleh sesuatu pun. Apabila ia rusak maka setan pun masuk melalui tempat yang rusak itu."

Maka dari itu, untuk memberikan kualitas terbaik dalam lapar-puasa Ramadhan, kita pun perlu mengenali beragam perilaku yang merusak puasa. Puasa dan laparnya melampaui aspek lahiriahnya. Puasanya mengekang gerak tubuh dari perbuatan tercela dan dosa.

Di antara hal-hal yang merusak puasa seperti disebutkan dalam hadis Nabi SAW yang bersumber dari Jabir dari Anas ra. "Lima perkara yang membatalkan puasa, yaitu: berkata dusta, menggunjing orang lain, mengadu domba, sumpah palsu, dan pandangan dengan syahwat".

Sehingga makna puasa bagi kaum sufi bukan sekedar menahan dahaga dan lapar di siang hari, namun hakikat puasa bagi mereka menahan gerak anggota tubuh dari apa yang diharamkan, bahkan mereka menjaga khatar gerak hati mereka dari lalai mengingat Allah (al-Aghyar).
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Fakta dan Alasan Alquran...
Fakta dan Alasan Alquran Diturunkan dalam Bahasa Arab - Ustaz DR H Miftah el-Banjary MA
Lima Kelebihan Orang...
Lima Kelebihan Orang yang Berpuasa - Ustaz DR Miftah el-Banjary MA
Kajian Tafsir Alquran;...
Kajian Tafsir Alquran; Kisah Nabi Yusuf (2) - Ustaz DR H Miftah el-Banjary MA
Kajian Tafsir Alquran;...
Kajian Tafsir Alquran; Kisah Nabi Yusuf (1) - Ustaz DR H Miftah el-Banjary MA
Seberat Apakah Puasa...
Seberat Apakah Puasa Ramadhan di Tengah Pandemik Ini?
3 Ikhtiar Ini Diyakini...
3 Ikhtiar Ini Diyakini Dapat Memperluas Rezeki
Rekomendasi
Teliti Tempat Nabi Musa...
Teliti Tempat Nabi Musa Membelah Lautan, Fakta di Luar Nalar Ini Terungkap
NOAA Prediksi Air Permukaan...
NOAA Prediksi Air Permukaan Laut Akan Naik hingga 40 Kaki
Keajaiban Sungai di...
Keajaiban Sungai di Bawah Laut: Bukti Nyata Kekuasaan Allah dalam Surah Al-Furqan Ayat 53
Artikel Terkini
5 Adab Bertetangga dalam...
5 Adab Bertetangga dalam Islam, Lengkap dengan Dalilnya
Orang yang Mengganggu...
Orang yang Mengganggu Tetangganya Bukan Mukmin, Ini Dalil Hadis dan Penjelasan Ulama
Butuh 7 Hari, CQF Bangun...
Butuh 7 Hari, CQF Bangun Masjid Pertama Asmaul Husna di Aceh Tamiang
Kasus Teror Tetangga...
Kasus Teror Tetangga Viral, Begini Hak Tetangga Menurut Al-Qur'an dan Hadis
Mengapa Surat Al-Fatihah...
Mengapa Surat Al-Fatihah Disebut Induk Al-Qur'an? Ini Makna dan Keistimewaannya
Asal Usul Nama Surat...
Asal Usul Nama Surat Al-Baqarah: Kisah Sapi Betina yang Mengungkap Misteri Pembunuhan
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved