Membaca Doa Khusus di Hari Rabu Wekasan? Ini Jawaban Buya Yahya

loading...
Membaca Doa Khusus di Hari Rabu Wekasan? Ini Jawaban Buya Yahya
Membaca Doa Khusus di Hari Rabu Wekasan? Ini Jawaban Buya Yahya
Banyak orang meyakini bahwa hari Rabu Wekasan atau Rabu terakhir di bulan Shafar tahun Hijriyah diturunkan bala dan bencana. Rabu wekasan yang bertepatan malam Rabu kemarin (24 Shofar 1441 Hijriyah/23 Oktober 2019) dijadikan momentum untuk berdoa dan melakukan amalan khusus.

Bagaimana sebenarnya hukum membaca doa khusus dan sedekah-sedekah khusus pada hari Rabu Wekasan? Apakah amalan itu disyariatkan dan dicontohkan Nabi Muhammad SAW? Berikut penjelasan Buya Yahya (Pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah Cirebon) yang dikutip dari akun Instagram resmi @buyayahya_albahjah, kemarin.

Jawaban:
'Rabu Wekasan' adalah istilah untuk hari Rabu akhir bulan Shafar. Bulan Shafar tidak beda dengan bulan yang lainnya. Bukan bulan bencana dan bukan bulan sial. Kita tidak boleh mempercayai adanya bulan sial. Bulan sial adalah bulan seorang hamba melakukan kemaksiatan.

Adapun berita tentang adanya ribuan bala bencana di hari itu bukanlah berita dari Nabi Muhammad SAW . Itu hanya ungkapan sebagian orang shaleh dan bukan hadits Nabi SAW.

Yang mau mempercayai perkataan orang saleh tidak salah (boleh), akan tetapi dengan dua syarat: (1) Jangan disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW, (2) Perkataan tersebut tidak bertentangan dengan syariat Nabi Muhammad SAW. Tentang bala bencana bisa saja diucapkan oleh seorang saleh dari ilham. Masalah ilham telah disepakati keberadaannya seperti disebutkan dalam Alqur'an.

Bagi yang tidak mempercayai juga tidak ada masalah, sebab kita tidak wajib percaya kepada orang yang mengaku mendapatkan ilham. Yang tidak diperkenankan adalah kurang ajar kepada orang saleh. Artinya, bagi yang tidak percaya silakan, asal tetap menjaga tatakrama kepada orang shaleh tersebut.



Bagi yang tidak mempercayai, berprasangka baiklah kepada Allah dengan sungguh-sungguh. Semoga di hari Rabu Wekasan Allah turunkan rahmat kepada kita serta tingkatkan ibadah dan jauhi maksiat, agar Allah senantiasa menjaga kita. Bagi yang mempercayai juga tidak perlu cemas dan berprasangka buruk kepada Allah, sebab bencana apapun yang diturunkan hanya akan menimpa orang yang berprasangka buruk kepada Allah dan yang dikehendaki oleh Allah.

Adapun amalan yang seyogyanya dilakukan adalah tidak beda dengan amalan di hari-hari yang lainnya. Perbanyaklah sedekah, jangan tinggalkan di setiap hari untuk shalat hajat, agar dijauhkan dari bencana dan agar dikaruniai nikmat dan rahmat oleh Allah SWT.
(rhs)
cover top ayah
مَا يَلۡفِظُ مِنۡ قَوۡلٍ اِلَّا لَدَيۡهِ رَقِيۡبٌ عَتِيۡدٌ
Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat).

(QS. Qaf:18)
cover bottom ayah
preload video