Kisah Anak Adam dan Kejahatan Pertama di Muka Bumi

loading...
Kisah Anak Adam dan Kejahatan Pertama di Muka Bumi
Kisah Anak Adam dan Kejahatan Pertama di Muka Bumi
Ulama Mesir yang kini menetap di Jakarta, Syeikh Ahmad Al-Mishri mengulas kisah anak Adam yang diabadikan oleh Alqur'an . Kisah ini merupakan kejahatan pertama yang terjadi di muka bumi.

Allah Ta'ala menceritakan kisah tersebut dalam Surah Al-Maidah ayat 27-31. Sebuah peristiwa yang membuat Nabi Adam 'alaihis salam (AS) sedih. Ketika Nabi Adam AS dikaruniai putra-putra bernama Qabil dan Habil, Beliau mendapat ujian berat karena kehilangan anaknya. Kejadian ini terjadi di Mekkah Al-Mukarramah.

"Kisah Qabil, Habil, dan Syits ini memang sangat terbatas dalam Alqur'an dan hadits. Kita akan mengulasnya secara singkat," kata Syeikh Ahmad dalam kajian rutinnya di Srengseng, Jakarta Barat, belum lama ini.

Qabil, Habil dan Syits adalah adalah anak dari Nabi Adam AS, bapak dan kakeknya para manusia. Sebelumnya telah dibahas bahwa Hawa selalu melahirkan anak kembar dengan 40 anak (20 kali mengandung). Setelah anak keturunan Nabi Adam dan Hawa dewasa, Allah Ta'ala membolehkan Nabi Adam AS untuk menikahkan salah satu dari pasangan kembar dengan salah satu dari pasangan Qabil.

Allah Ta'ala berfirman dalam Alqur'an: "Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka (kurban) dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) diterima dan dari yang lain (Qabil) tidak diterima. Ia berkata (Qabil): "Aku pasti membunuhmu!". Berkata Habil: "Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertaqwa".

"Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu padaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seluruh alam". "Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan (membawa) dosa (membunuh)ku dan dosamu sendiri, maka kamu akan menjadi penghuni neraka, dan yang demikian itulah pembalasan bagi orang-orang yang zalim".



"Maka hawa nafsu Qabil menjadikannya menganggap mudah membunuh saudaranya. Sebab itu dibunuhnyalah, maka jadilah ia seorang di antara orang-orang yang merugi. Kemudian Allah menyuruh seekor burung Gagak menggali bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Berkata Qabil: "Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung Gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?" Karena itu jadilah dia seorang di antara orang-orang yang menyesal." (QS Al-Maidah: 27-31)

Kesimpulannya, Qabil ingin menikah dengan saudara yang lahir dengannya karena lebih cantik. Qabil dan Habil diminta mempersembahkan kurban yang sesembahannya akan dibawa api dari langit, maka itulah yang diterima. Habil mengajukan domba yang ia miliki. Sedangkan Qabil mengajukan tanaman tapi yang paling buruk.

Api tersebut datang hanya membawa domba. Ini pertanda Allah Ta'ala ridha kepada Habil. Qabil pun mulai membenci Habil. Qabil memukul Habil dengan batu atau semacam besi yang ada di tangannya hingga wafat. Karena waktu itu belum tahu cara penguburan, maka Allah hadirkan burung yang berkelahi. Kemudian Dia masukkan burung itu ke dalam tanah.
halaman ke-1
cover top ayah
فَاِنَّ مَعَ الۡعُسۡرِ يُسۡرًا
Maka sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan,

(QS. Al-Insyirah:5)
cover bottom ayah
preload video