Adam dan Hawa Tak Lakukan Hubungan Intim Selama di Surga

loading...
Adam dan Hawa Tak Lakukan Hubungan Intim Selama di Surga
Selama di surga, Adam dan Hawa tidak melakukan hubungan intim. Baru, pada saat diturunkan ke dunia Jibril mengajarkan kepada Adam bagaimana mendatangi istrinya. (Foto/Ilustrasi: Getty Images)
Nabi Adam dan Siti Hawa tidak pernah melakukan hubungan intim selama di surga. Begitu bunyi sebuah hadis yang dikutip Ibnu Katsir menerangkan. Hanya saja, sejarawan Mesir Muhammad bin Iyas mengungkap hal yang berbeda. Menurut dia, Adam menggauli Hawa di tempat khusus yang ada di surga Firdaus .

Baca juga: Nabi Adam Menangis Selama 70 Tahun karena Diusir dari Surga

Ibnu Katsir dalam bukunya berjudul Al-Bidayah wa an-Nihayah menjelaskan bahwa selama berada di surga, Adam sama sekali belum pernah menggauli Hawa. Hal ini bisa disimpulkan dari riwayat yang dituturkan oleh Anas ra bahwa Rasulullah bersabda:

"Adam dan Hawa turun dari surga ke bumi dalam keadaan telanjang dan keduanya hanya mengenakan beberapa helai daun (dari) surga untuk menutup auratnya."

"Kemudian Adam merasa panas hingga ia duduk menangis sembari berkata kepada istrinya: 'Wahai Hawa, sungguh hawa panas ini telah membuatku sakit'."

"Maka datanglah Jibril kepadanya (Adam) dengan membawa kapas dan memerintahkan kepada Hawa untuk memintalnya setelah mengajarkan cara memintal padanya, setelah itu Jibril memerintahkan kepada Adam untuk menenum dan mengajarkan padanya cara menenun."

Ia juga menambahkan, "Adam belum pernah menggauli istrinya selama di surga hingga keduanya turun dari surga dikarenakan kesalahan mereka memakan buah pohon khuldi."

Disebutkan juga, "Dan keduanya tidur sendiri-sendiri; salah seorang dari keduanya tidur di satu sisi, sedang yang lainnya tidur di sisi yang lain, hingga Jibril mendatangi Adam dan memerintahkannya untuk mendatangi istrinya."

Ditambahkan, "Dan Jibril juga mengajarkan kepadanya bagaimana 'mendatangi' istrinya. Setelah Adam 'mendatangi' istrinya, Jibril menjumpainya lagi dan bertanya kepadanya: "Bagaimana dengan istrimu?"

Adam menjawab, "Ia orang baik."

Baca juga: Mahar Nikah Nabi Adam Ketika Menikahi Sayyidati Hawa

Sedangkan Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Iyas dalam karyanya yang diterjemahkan oleh Abdul Halim berjudul “Kisah Penciptaan dan Tokoh-tokoh Sepanjang Zaman” menuturkan tatkala Adam dan Hawa diantar Malaikat sampai ke surga Firdaus, mereka berdua melihat ranjang dari permata yang mempunyai 700 kaki dari yakut merah dan di atasnya ada kasur dari sutera hijau.

Malaikat berkata, “Wahai Adam, tinggallah di sini bersama Hawa!” Maka, keduanya turun dan duduk di atas ranjang tersebut. Lalu mereka berdua disuguhi dua petikan anggur. Satu petikannya panjangnya sama dengan menempuh perjalanan sehari semalam.

Mereka berdua makan, minum, dan bermain-main di taman surga. "Apabila Adam ingin bersenggama dengan Hawa, maka dia masuk ke dalam kubah yang terbuat dari permata dan zabarjud. Mereka berdua ditutupi oleh satir yang terbuat dari sutera. Dan apabila Hawa berjalan-jalan di dalam istana, maka di belakangnya diiringi oleh bidadari yang tidak terhitung jumlahnya," tulis Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Iyas.

Muhammad ibn Iyas (1448-1522) adalah salah satu sejarawan terpenting dalam sejarah Mesir modern. Dia adalah saksi mata invasi Utsmaniyah ke Mesir.

Pernikahan Adam dan Hawa
Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Iyas menuturkan setelah Adam turun dari mimbar, dia duduk di antara para malaikat. Kemudian Allah menjadikan dia tertidur karena di dalam tidur itu ada ketenangan bagi badan. Ketika tidur, dia melihat Hawa di dalam mimpinya, padahal Hawa belum diciptakan.

Dia tertarik kepadanya ketika melihatnya. Kemudian Allah keluarkan dari tulang rusuknya yang sebelah kiri. Dari tulang rusuk itu diciptakanlah Hawa sama seperti bentuk Adam. Allah menciptakan Hawa dengan seindah-indahnya dan memberikannya seribu keindahan bidadari. Maka, jadilah Hawa wanita tercantik di antara sekian wanita yang kemudian menjadi anak-anaknya hingga Hari Kiamat.

Dia memiliki 700 kepangan rambut. Tingginya sebanding dengan Adam. Dia diberikan pakaian dan perhiasan dari surga sehingga dia sangat bersinar lebih terang daripada matahari.

Karena mimpi itu, Adam terbangun dari tidurnya dan ternyata dia mendapatkan Hawa telah berada di sampingnya dan membuatnya takjub.

Adam terasuki syahwat kepadanya. Maka, dikatakan kepada Adam, “Janganlah engkau lakukan (mengumpulinya) sampai engkau membayar maskawinnya.”
halaman ke-1
preload video