Nabi Adam Menangis Selama 70 Tahun karena Diusir dari Surga

loading...
Nabi Adam Menangis Selama 70 Tahun karena Diusir dari Surga
Ilustrasi Adam dan Hawa. Nabi Adam menyesal dan menangis saat diusir dari surga. (Foto/Ilustrasi: Ist)
Allah SWT mengusir Adam dan Hawa dari surga setelah pasangan ini melanggar ketetapan-Nya. Ibnu Katsir dalam kitabnya al-Bidayah wa an-Nihayah menyebut waktu itu Adam turun di negeri India. Setelah itu Adam menyesal, dan ia menangis selama 70 tahun.

"Aku malu pada-Mu, wahai Tuhanku, atas kesalahan yang telah aku perbuat," rintih Adam.

Baca juga: Mahar Nikah Nabi Adam Ketika Menikahi Sayyidati Hawa

Al-Auza'i sebagaimana dikutip Jihad Muhammad Hajjaj dan ‎Anis Maftuhin dalam buku berjudul "Umur dan Silsilah Para Nabi" menyebutkan, Nabi Adam berada di dalam surga selama 100 tahun. Pada riwayat lain disebutkan selama 60 tahun.

Dikatakan pula, bahwa setelah turun dari surga ke bumi, Adam menangis sedih selama 70 tahun. Ia sedih karena meninggalkan surga, dan kemudian menangisi kesalahannya selama 70 tahun pula.

Pada buku tersebut dinyatakan pula bahwa Adam juga menangis selama 40 tahun karena menyesali terjadinya pembunuhan putranya, Habil, oleh saudaranya sendiri, Qabil.

Jika tangisan Adam itu dilakukan secara terpisah maka bisa dihitung bahwa Nabi Adam menangis sepanjang hidupnya selama 180 tahun. Menurut Al-Auza'i, semua ini diriwayatkan oleh Ibnu Asakir.

Sekadar mengingatkan, menurut Wahab bin Munabbih, Nabi Adam hidup di dunia selama 1000 tahun. Sedangkan, Ibnu Qutaibah al-Dainuri dalam kitabnya berjudul al-Ma'arif, menyampaikan bahwa ada pendapat yang menyebut periode hidup Nabi Adam adalah 930 tahun. Hal ini sebagaimana tertulis di dalam Taurat. Sedangkan, Ibnu Qutaibah sendiri berpendapat, usia hidup Nabi Adam adalah 960 tahun.

Hari Jumat
Nabi Adam turun dari surga ke bumi pada Hari Jumat. Sebagaimana diceritakan Abu Hurairah ra Rasulullah SAW bersabda:

“Sebaik-baik hari yang padanya matahari terbit adalah Hari Jumat. Pada hari itu Adam diciptakan, dan pada hari itu pula ia dimasukkan dan dikeluarkan dari surga." Pada riwayat lain disebutkan: “Dan Hari Kiamat terjadi pada hari itu pula." (HR Muslim, 17/855)
halaman ke-1
cover top ayah
وَ ذَا النُّوۡنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنۡ لَّنۡ نَّـقۡدِرَ عَلَيۡهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنۡ لَّاۤ اِلٰهَ اِلَّاۤ اَنۡتَ سُبۡحٰنَكَ ‌ۖ اِنِّىۡ كُنۡتُ مِنَ الظّٰلِمِيۡنَ‌
Dan ingatlah kisah Zun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, "Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zhalim."

(QS. Al-Anbiya:87)
cover bottom ayah
preload video