Kekeliruan Menafsirkan 'Ramad' dengan Kata 'Rembes'

Jum'at, 06 Desember 2019 - 08:01 WIB
Kekeliruan Menafsirkan...
Kekeliruan Menafsirkan 'Ramad' dengan Kata 'Rembes'
A A A
Ustaz Miftah el-Banjary
Pakar Ilmu Linguistik Arab dan Tafsir Alqur'an

Di dalam kitab 'Nurul Abshar fi Manaqib an-Nabi al-Mukhtar' karya Abi Hafiz Syeikh Muhammad Asy-Syablanji memang diterangkan Nabi Muhammad SAW pada usia 7 tahun pernah terkena sakit mata (رمد شديد). Tetapi, sakit itu hal wajar dan biasa terjadi menimpa anak-anak yang hidup di gurun akibat perubahan cuaca.

Ramad Syadid (رمد شديد) itu sakit mata biasa, namun tidak etis diterjemahkan dengan kata 'Rembes'. Sama halnya gatal akibat gigitan nyamuk tidak bisa dibilang penyakit kolera atau kudisan. Atau tidur disebut ngorok. Atau makan banyak disebut rakus.

Misalnya, "Kamu kudisan ya habis digigit nyamuk?" atau seorang resepsionis hotel bilang begini ke pengunjungnya, "Selamat Ngorok" di hotel kami Bapak" atau "Bagaimana Ngorok Bapak semalam?" atau "Silakan makan yang rakus ya?" Kan tidak etis?!!

Di sinilah kekeliruan mereka dalam memilih bahasa, meskipun kata pembelanya itu "bahasa yang membumi" dengan para pendengar ceramahnya.

Ya boleh saja menggunakan bahasa yang "membumi", tapi bukan berati harus berbahasa yang terkesan mengada-ada. Bahkan terkesan merendahkan dan melecehkan kemuliaan Nabi Muhammad SAW. Na'udzubillahi min dzalik!

Entah cara berbahasa retorikanya yang buruk atau ada kebencian yang terselubung pada pribadi mulia Rasulullah SAW. Wallahu a'lam.

Bagi seorang kiyai yang benar-benar dai ilallah, seharusnya tahu menempatkan dan mengukur bahasanya sesuai dengan kadarnya. Bukan menghina dan mem-bully itu standar warning larangan kerasnya bagi seorang dai ilallah. Apalagi Rasulullah SAW dihinakan sedemikian rupa dalam hampir sepanjang ceramahnya.

Para ulama sepakat bahwa tidak ada penyakit parah yang pernah menimpa pribadi Rasulullah SAW. Ini tentu keluar dari koridor akidah Ahlu Sunnah wal Jama'ah dan tradisi ulama sepuh NU.

Terbukti, di dalam Kitab Nurul Abshar, maupun Uyunul Atsar karya Syekh Muhammad al-Ya'mary bahwa sakit mata Nabi Muhammad itu justru pada akhirnya cara Allah menunjukkan Irhashat, pertanda kenabian Nabi Muhammad.

Sakit mata itu sembuh dengan berkah air liur Nabi Muhammad SAW sendiri atas saran rahib Yahudi kepada kakeknya Abdul Muthalib.

Lantas, apakah maksud dari kata "Rembes" yang terkesan ingin merendahkan dan menghinakan Nabi Muhammad SAW itu dengan ucapan waktu kecilnya dekil, kotor, penyakitan, belekan, nyolong jambu dan kata-kata hinaan lainnya?

Apakah Nabi Muhammad Pernah Sakit Mata?
Nabi Muhammad semasa kecilnya (usia 7 tahun) memang pernah sakit mata parah (رمد شديد). Tapi itu hal manusiawi terjadi pada diri seorang Nabi, namun tidak mengurangi nilai ke-makshuman dan derajat beliau sebagai seorang Nabi.

Justru, hal itu kemudian peristiwa menunjukkan Irhash, peristiwa luar biasa yang terjadi pada diri seorang yang sebelum diangkat menjadi seorang nabi dan rasul.

Manakala kakek Beliau Abdul Muthalib berusaha mengobatinya dengan mencari seorang tabib/dokter, dalam perjalanan ia berjumpa dengan seorang pendeta.

Pendeta itu mengatakan kepada Abdul Muthalib: "Bukankah cucumu itu seorang calon nabi akhir zaman. Obatnya pastilah ada dalam dirinya sendiri. Sapukan ludahnya pada matanya sendiri!"

Saran itu langsung dilakukan oleh kakeknya dan ternyata memang benar sembuh. Jadi, penyebab sakit mata Nabi SAW pada masa kecilnya itu bukan disebabkan oleh kurangnya perhatian dan kasih sayang sang kakek pasca-Muhammad SAW menjadi yatim piatu. Bukan begitu memahami sejarah!

Semua keterangan dan fakta sejarah tersebut terdapat pada kitab sebagai berikut:
1. Kitab Nur al-Abshar fi Manaqib an-Nabi al-Mukhtar karya Imam Mu'min As-Syalanjie.
2. Kitab Uyun al-Atsar karya Abi Hafidz Muhammad al-Ya'mary.
3. Kitab Al-Manhal al-Adzab al-Maurud Syarh Abi Daud karya Mahmud Muhammad Khitab.
4. Kitab As-Sirah Al-Halabiyyah Sirah al-Amin karya Al-Ma'mun dan masih banyak referensi lainnya.
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Ustaz Miftah el-Banjary:...
Ustaz Miftah el-Banjary: Selamat Jalan Mufassir Abad 21
Saking Cintanya pada...
Saking Cintanya pada Rasulullah, Anak Ini Rela Menempuh Madinah Seminggu
Diselamatkan dari Neraka...
Diselamatkan dari Neraka Berkat Memuliakan Nama Nabi Muhammad
Gambaran Ketampanan...
Gambaran Ketampanan Baginda Nabi Muhammad SAW
Kisah Ustaz Miftah El-Banjary...
Kisah Ustaz Miftah El-Banjary Bangun Pesantren Berkat Sholawat Dalail Khairat
Betapa Zuhudnya Rasulullah,...
Betapa Zuhudnya Rasulullah, Gelas Beliau Hanya Terbuat dari Tanah Liat
Rekomendasi
5 Fakta Keberadaan Pulau...
5 Fakta Keberadaan Pulau Emas Kerajaan Sriwijaya yang Misterius
Arkeolog Pastikan Uan...
Arkeolog Pastikan Uan Muhuggiag Lebih Tua dari Mumi Mesir Kuno
Struktur Kuno Berukuran...
Struktur Kuno Berukuran 2 Kali Lipat Burj Khalifa Ditemukan di Dasar Samudra Pasifik
Artikel Terkini
Salat Mengarah Kiblat...
Salat Mengarah Kiblat Perintah Langsung dalam Al-Qur'an, Ini Ayat-ayatnya!
Ketika Salah Kiblat,...
Ketika Salah Kiblat, Salatnya Sah atau Tidak? Ini Penjelasan Lengkap Beserta Dalilnya
Mengapa Salat Harus...
Mengapa Salat Harus Menghadap Kiblat? Ini 7 Hikmah dan Makna Mendalamnya
Di Tengah Salat, Arah...
Di Tengah Salat, Arah Kiblat Berubah! Begini Sejarah Kakbah Menjadi Kiblat Umat Islam
Mengapa Kakbah Menjadi...
Mengapa Kakbah Menjadi Kiblat Umat Islam? Ini Makna Filosofisnya
Bukan Perintah Menyerang,...
Bukan Perintah Menyerang, Ini Ayat Al-Quran yang Mengizinkan Perang
Infografis
Politikus Muslim Mulai...
Politikus Muslim Mulai Kuasai Politik AS, Sinyal Kebangkitan Islam di Paman Sam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved