Kenapa Para Nabi Mengembala Kambing? Ini Jawaban Ustaz Oemar Mita

loading...
Kenapa Para Nabi Mengembala Kambing? Ini Jawaban Ustaz Oemar Mita
Kenapa Para Nabi Mengembala Kambing? Ini Jawaban Ustaz Oemar Mita
Nabi dan Rasul adalah manusia pilihan Allah yang diutus menyempurnakan akhlak dan kemaslahatan umat manusia. Setiap Nabi memiliki pekerjaan sebagai pengembala kambing pada masa kecilnya.

"Ulama terdahulu berpendapat para Nabi dan Rasul mengembala kambing agar belajar bersabar," kata Dai yang juga Founder Syameela, Ustaz Oemar Mita saat mengisi kajian di Masjid Al-Ikhwan Meruya Ilir Jakarta Barat.

Pekerjaan pengembala kambing, terang Ustaz Oemar Mita, membutuhkan kesabaran, dan kesabaran itu akan menguatkan kehidupan para Rasul dan Nabi dalam mengemban risalah kenabian.

Imam Ahmad meriwayatkan ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW) sedang mengembala kambing, Beliau mendengar suara musik dari Kota Mekkah. Rasulullaah bertanya kepada temannya tentang suara itu. Temannya menjawab itu adalah suara pesta perkawinan orang Quraisy.



Kemudian Rasulullah berjalan hendak melihat pesta itu, namun baru satu atau dua langkah, Allah 'Azza wa Jalla membuat Rasulullaah mengantuk hingga tertidur. Beliau tidak bangun sampai pipi beliau terkena terik sinar matahari.

Setelah bangun, Beliau bertanya kepada temannya kemanakah suara itu? Temannya berkata wahai Muhammad (shallallahu 'alaihi wa sallam), engkau tertidur nyenyak sekali sampai acara itu selesai."

Setelah peristiwa itu, Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya antara diriku dan kemaksiatan itu pasti ada jarak dan Allah pasti akan menghalanginya." Begitulah Allah Ta'ala menjaga Rasulullah SAW sejak dari kecil agar kemaksiatan tidak sampai kepada Beliau yang mulia.

Ustaz Oemar Mita juga menceritakan kisah Abu Hurairah RA yang lapar dan melihat begitu banyak makanan di kediaman Rasulullah SAW. Ketika Beliau dipanggil oleh Rasulullaah SAW, Abu Hurairah mengira akan diajak menyantap makanan. Namun, Beliau justru disuruh memanggil para sahabat lain untuk menyantap makanan.

Setelah memanggil sahabat untuk makan, Abu Hurairah berpikir bahwa makanan telah habis dan tidak mendapat bagian. Namun, saat Rasulullah SAW memanggilnya terakhir untuk memakan hidangan dan berpesan "sesungguhnya engkau pasti berpikir bahwa makanan ini telah habis dan engkau tidak mendapat bagian dari santapan ini." Mendengar itu, Abu Hurairah tersipu malu.
halaman ke-1
cover top ayah
مَنۡ يُّضۡلِلِ اللّٰهُ فَلَا هَادِىَ لَهٗ ‌ؕ وَ يَذَرُهُمۡ فِىۡ طُغۡيَانِهِمۡ يَعۡمَهُوۡنَ
Barangsiapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka tidak ada yang mampu memberi petunjuk. Allah membiarkannya terombang-ambing dalam kesesatan.

(QS. Al-A’raf:186)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video