alexametrics

Astaghfirullah, Inilah Orang Pertama yang Diadili di Hari Kiamat

loading...
Dai kondang yang juga Pimpinan Ponpes Darut Tauhid Bandung KH Abdullah Gymnastiar (AA Gym) mengajak umat Islam agar terus memperbaiki amalannya kepada Allah. Sebab, semua amalan kelak akan ditampakkan pada hari kiamat.

Saat memberi kajian di Masjid Raya Bani Umar, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Aa Gym menukil sebuah hadis Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW) tentang orang-orang yang pertama diadili di Hari Kiamat.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu (RA) ia berkata, aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya manusia pertama yang diadili pada hari kiamat adalah orang yang mati syahid di jalan Allah. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatan (yang diberikan di dunia), lalu ia pun mengenalinya. Allah bertanya kepadanya, 'Amal apakah yang engkau lakukan dengan nikmat-nikmat itu?' ia menjawab, 'Aku berperang semata-mata karena Engkau sehingga aku mati syahid.' Allaah berfirman: 'engkau dusta! engkau berperang supaya dikatakan seorang yang gagah berani. Memang demikianlah yang telah dikatakan (tentang Dirimu).' Kemudian diperintahkan (Malaikat) agar menyeret orang itu atas mukanya (tertelungkup), lalu dilemparkan ke dalam neraka."



Berikutnya orang (yang diadili) adalah seorang yang menuntut ilmu dan mengajarkannya serta membaca Al-Qur'an. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatannya, maka ia pun mengakuinya. Kemudian Allah menanyakannya, 'amal apakah yang telah engkau lakukan dengan kenikmatan-kenikmatan itu?' Ia menjawab, 'Aku menuntut ilmu dan mengajarkannya serta aku membaca Al-Qur'an hanyalah karena Engkau.' Allah berfirman, 'engkau dusta! engkau menuntut ilmu agar dikatakan seorang 'alim (yang berilmu) dan engkau membaca Al-Qur'an supaya dikatakan seorang qari' (pembaca Al-Qur'an yang baik) dan hafidz. Memang begitulah yang dikatakan (tentang dirimu).' Kemudian diperintahkan (Malaikat) agar menyeret atas mukanya dan melemparkannya ke dalam neraka."

Berikutnya yang diadili adalah orang yang diberikan kelapangan rezeki dan berbagai macam harta benda. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatannya, maka ia pun mengakuinya. Allah Ta'ala bertanya, 'Apa yang telah engkau lakukan dengan nikmat-nikmat itu?' Dia menjawab, 'aku tidak pernah meninggalkan sedekah dan infak pada jalan yang Engkau cintai, melainkan pasti aku aelakukannya semata-mata karena Engkau.' Allaah berkata, 'engkau dusta! engkau berbuat yang demikian itu supaya dikatakan seorang dermawan (murah hati) dan memang begitulah yang dikatakan (tentang dirimu).' Kemudian diperintahkan (Malaikat) agar menyeretnya dan melemparkannya ke dalam Neraka," (HR. Muslim)

Demikian hadis Nabi yang sangat menggetarkan hati. Dari Amirul Mukminin, Umar bin Khatthab RA berkata bahwa ia mendengar Rasulullah SAW bersabda:
إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ فهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُوْلِهِ ومَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ يَنْكِحُهَا فهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليهِ

"Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena perempuan yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju." (Muttafaqun 'alaih)

Aa Gym mengatakan, berlipatnya niat bisa jadi berlipat amalnya. Amal yang kecil bisa besar karena niatnya, sebaliknya amal besar bisa kancur karena niatnya. Semoga Allah mencurahkan taufik-Nya dan melindungi kita dari segala azab-Nya.

Wallahu A'lam Bisshowab
(rhs)
KOMENTAR
loading gif
cover top ayah
وَكَذٰلِكَ جَعَلۡنَا لِكُلِّ نَبِىٍّ عَدُوًّا شَيٰطِيۡنَ الۡاِنۡسِ وَالۡجِنِّ يُوۡحِىۡ بَعۡضُهُمۡ اِلٰى بَعۡضٍ زُخۡرُفَ الۡقَوۡلِ غُرُوۡرًا‌ ؕ وَلَوۡ شَآءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوۡهُ‌ فَذَرۡهُمۡ وَمَا يَفۡتَرُوۡنَ
Demikianlah untuk setiap nabi Kami menjadikan musuh yang terdiri dari setan-setan dari jenis manusia dan jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan yang indah sebagai tipuan. Dan kalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak akan melakukannya, maka biarkanlah mereka bersama kebohongan yang mereka ada-adakan.

(QS. Al-An’am:112)
cover bottom ayah
preload video