alexametrics

Ciri Kekasih Allah Menurut Ustaz Muhammad Nur Al-Bantani

loading...
Ciri Kekasih Allah Menurut Ustaz Muhammad Nur Al-Bantani
Ciri Kekasih Allah Menurut Ustaz Muhammad Nur Al-Bantani
Ustaz Muhammad Nur Al-Bantani, pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah Al-Bahjah Cianjur menyampaikan ciri-ciri kekasih Allah saat kajian di Masjid An-Nabawi, Cipondoh, Tangerang, belum lama ini.

Kata Ustaz Muhammad Nur, banyak hamba Allah ingin melakukan kebaikan tetapi belum diberi taufik. Apa yang dimaksud taufik? Taufik artinya kemampuan untuk melakukan ketaatan kepada Allah Ta'ala.

"Misalnya ada orang mendapat ilmu dari ulama tentang keutamaan bangun malam. Orang ini tahu keutamaannya. Namun tidak bisa melaksanakannya. Kenapa demikian? Karena dia belum diberi taufik oleh Allah," kata Ustaz Muhammad Nur.



Adapun ciri-ciri kekasih Allah itu akan senantiasa tafakkur dan istiqamah di jalan Allah. Imam Al-Junaed mengatakan banyak pendapat ulama tentang Istiqamah. Ada yang mengatakan orang yang bisa istiqamah akan mendapatkan karamah. Ada yang mengatakan istiqomah lebih baik dari 1.000 karamah.

Rasulullah SAW mengatakan istiqamah itu berat. Maka kalau kita mendapatkan guru yang istiqamah menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya jangan dilepas.

Ciri-ciri hamba pilihan Allah selalu siap menghadap Allah Ta'ala kapan saja. Seperti kisah Sayyidina Umar bin Khatthab RA berkata kepada Malaikat Izrail, silakan kapanpun engkau ingin berziarah kepadaku. Begitulah orang yang cerdas senantiasa menyiapkan dirinya akan kematian dan bersiap untuk setelahnya.

Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali dikisahkan sudah menyiapkan kain kafan dan sudah menghadap kiblat, ia berkata, 'kalau sudah saatnya aku ridha Ya Rabb'. Begitulah hamba-hamba pilihan Allah Ta'ala.

"Beda dengan hamba yang selalu memikirkan dunia. Yang dipikirkan bagaimana mendapat keuntungan dan kenikmatan. Yang punya rumah kecil di pikirannya bagaimana punya rumah besar. Yang punya gaji kecil memikirkan bagaimana punya gaji besar," terang Ustaz Muhammad Nur.

Dari Ibnu 'Abbas, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:
لَوْ أَنَّ لاِبْنِ آدَمَ وَادِيًا مِنْ ذَهَبٍ أَحَبَّ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَادِيَانِ ، وَلَنْ يَمْلأَ فَاهُ إِلاَّ التُّرَابُ ، وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ

"Seandainya seorang anak Adam memiliki satu lembah emas, tentu ia menginginkan dua lembah lainnya, dan sama sekali tidak akan memenuhi mulutnya (merasa puas) selain ranah (yaitu setelah mati) dan Allah menerima taubat orang-orang yang bertaubat." (HR. Bukhari, Muslim)

Ciri-ciri kekasih Allah itu selalu berhati-hati terhadap sesuatu yang berpotensi membuat Allah murka dan membuatnya masuk neraka. Orang yang punya sifat wara' itu meninggalkan yang mubah karena hati-hati akan terjerumus kepada yang haram.

Dikisahkan saudara perempuan Iman Ahmad bin Hanbal membangun rumah atasnya tidak dikasih atap agar bisa menjemur pakaian. Suatu ketika beliau menjahit baju, sekelompok orang lewat dari depan rumahnya membawa penerangan. Sinar cahayanya menerangi rumahnya dan ia pun berhenti menjahit. Ketika ditanya? Ia mengatakan tidak mau menerima bantuan cahaya untuk menjahit dari yang bukan haknya.

Kisah lain ketika ada seorang saleh mendapat rezeki ikan bakar untuk dimakan. Tanpa disadari tangannya menyentuh tembok tetangganya dan berbekas bau amis. Setelah sadar, Beliau menangisi kesalahan itu sampai 40 tahun lamanya. Masya Allah ada hamba yang seperti itu.

Kemudian kisah ayahnya waliyullah Syeikh Abdul Qadir Al-Jaelani yang bekerja di perkebunan apel. Suatu ketika majikannya meminta apel yang manis. Ketika diambil, rasa apelnya selalu pahit. Si pemilik kebun berkata kepadanya, "Kamu sudah bekerja di sini sudah cukup lama, tapi tidak tahu rasa apel yang manis."

Ayahnya Syeikh Abdul Qadir berkata: "Aku tidak mengambil apel yang aku rawat sendiri untuk aku makan." Mendengar itu, si pemilik kebun kaget luar biasa. Lihatlah betapa mulianya hati orang tersebut hingga tidak mau memakan apel yang dijaganya.

Wallahu A'lam Bisshowab
(rhs)
cover top ayah
اَللّٰهُ يَتَوَفَّى الۡاَنۡفُسَ حِيۡنَ مَوۡتِهَا وَالَّتِىۡ لَمۡ تَمُتۡ فِىۡ مَنَامِهَا‌ ۚ فَيُمۡسِكُ الَّتِىۡ قَضٰى عَلَيۡهَا الۡمَوۡتَ وَ يُرۡسِلُ الۡاُخۡرٰٓى اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى‌ ؕ اِنَّ فِىۡ ذٰ لِكَ لَاٰیٰتٍ لِّقَوۡمٍ يَّتَفَكَّرُوۡنَ
Allah memegang nyawa seseorang pada saat kematiannya dan nyawa orang yang belum mati ketika dia tidur, Allah menahan nyawa orang yang telah ditetapkan kematiannya dan melepaskan nyawa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi kaum yang berpikir.

(QS. Az-Zumar:42)
cover bottom ayah
preload video
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak