Kenapa Ada Mazhab dalam Islam? Begini Kisahnya

loading...
Kenapa Ada Mazhab dalam Islam? Begini Kisahnya
Kenapa Ada Mazhab dalam Islam? Begini Kisahnya
Pengasuh Rumah Fiqih Indonesia (RFI) Ustaz Ahmad Sarwat mengulas tentang fiqih perbandingan madzab saat mengisi kajian di Masjid An-Nabawi, Cipondoh, Tangerang. Beliau menceritakan sejarah lahirnya mazhab dan perbedaan.

Dalam Islam, sebenarnya terdapat 13 mazhab besar. Namun, yang populer ada 4 mazhab yaitu Mazhab Hanafi, Maliki, Syafi'i dan Hanbali. Adapun Mazhab Hanafi digunakan umat Islam di Pakistan, India, China, Turki dan sekitarnya. Mazab Maliki digunakan umat muslim di Afrika Utara khususnya seperti Libia, Tunisia, Aljazair, Maroko, Spanyol.

Sedangkan Mazhab Syafi'i mayoritas dipakai umat Islam di Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, dan sekitarnya. Madzab Hambali paling banyak digunakan umat Islam di Saudi Arabia dan menjadi mazhab resminya.

Dulu ada madzab yang didirikan oleh Imam Hasan Al-Bashri yang tinggal di Bashrah. Kemudian di Mesir ada madzab yang didirikan Imam Al-Lais As-Sa'ad, beliau ini orang Mesir. Kemudian ada mazhab yang didirikan di Mekkah oleh Sufyan bin Inah. Masing-masing mendirikan mazhab besar dan memiliki murid dan pengikut yang banyak.

Di Baghdad ada beberapa madzab sekaligus. Ada Imam Asy-Syafi'i, kemudian Imam Ahmad bin Hanbal, ada Imam Abu Saur, Imam Daud Az-Zahiri, Ibnu Jarir At-Thabari. Sedikitnya Baghdad memiliki 5 madzab di zamannya masing-masing.

Muncul pertanyaan, mengapa ada banyak madzab? Berikut penjelasan singkat Ustaz Ahmad Sarwat. Dulu di zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW) sudah terjadi perbedaan pendapat baik antara Rasulullah dengan para sahabat, sahabat dengan sesama sahabat.



Di zaman Rasulullah, para sahabat sudah berbeda pendapat. Misalnya ketika Umar bin Khatthab berbeda pendapat dengan Nabi Muhammad SAW bukan dalam masalah umum, tapi masalah agama. Kejadiannya saat Perang Badar kalah, ketika itu Allah Ta'ala turunkan 5.000 Malaikat, umat Islam berada di atas angin.

"Rasulullah bilang kita kan sudah diambang kemenangan. Bagaimana kalau mereka tidak kita bunuh, tapi kita tawan dan kalau mau bebas bayar tebusan," jelas Ustaz Ahmad Sarwat.

Lalu Umar bin Khatthab berkata, "Ya Rasulullah, perintah dari Allah Ta'ala kan perang bukan berdamai. Kenapa di saat kita sudah diambang kemenangan harus berhenti dan tidak kita teruskan?
halaman ke-1
cover top ayah
فَقَضٰٮهُنَّ سَبۡعَ سَمٰوَاتٍ فِىۡ يَوۡمَيۡنِ وَاَوۡحٰى فِىۡ كُلِّ سَمَآءٍ اَمۡرَهَا‌ ؕ وَزَ يَّـنَّـا السَّمَآءَ الدُّنۡيَا بِمَصَابِيۡحَ ‌ۖ وَحِفۡظًا ‌ؕ ذٰ لِكَ تَقۡدِيۡرُ الۡعَزِيۡزِ الۡعَلِيۡمِ
Lalu diciptakan-Nya tujuh langit dalam dua masa dan pada setiap langit Dia mewahyukan urusan masing-masing. Kemudian langit yang dekat (dengan bumi), Kami hiasi dengan bintang-bintang, dan (Kami ciptakan itu) untuk memelihara. Demikianlah ketentuan (Allah) Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui.

(QS. Fussilat:12)
cover bottom ayah
preload video