Sifat Shalat Nabi yang Rajih, Menurut Tarjih Siapa? (1)

Selasa, 22 Desember 2020 - 22:21 WIB
loading...
Sifat Shalat Nabi yang...
Ustaz Hanif Luthfi, pengajar Rumah Fiqih Indonesia. Foto/dok RFI
A A A
Ustaz Hanif Luthfi Lc MA
Pengajar Rumah Fiqih Indonesia

"Ustaz, mohon maaf. Kalau bisa, jika kajian disampaikan pendapat yang rajih saja." usul salah seorang jamaah, sesaat setelah saya menyampaikan kajian tentang sifat shalat berdasarkan mazhab fiqih empat.

"Maksudnya, Pak?" tanya saya lebih lanjut. "Sampaikan saja yang rajih ustaz, sesuai sunnah yang shahih. Tidak apa-apa meski jamaahnya berbeda-beda, demi menyampaikan kebenaran," demikian saran salah seorang jamaah tadi.

(Baca Juga: Sikap Terbaik Menyikapi Khilafiyah, Mari Simak Kisah Sahabat Nabi Ini)

Dilematis kadang. Jika kajian fiqih disampaikan hanya satu pendapat saja, ada saja yang bertanya, "Bagaimana dengan pendapat lainnya, ustaz?". Tapi jika disampaikan beberapa pendapat, ada juga yang bilang, "Ustaz, saya bingung. Mana yang paling rajih dan kuat dalilnya dari sekian pendapat itu?"

Di satu sisi memang untuk pembelajar awam, perlu juga disampaikan ilmu agama itu seperlunya mereka saja. Hanya juga, pembelajar awam perlu dikabari bahwa dalam masalah ini, para ulama berbeda pendapat.

Kadang masalah muncul, jika ada ustaz penyampai ilmu itu menambah-nambahi untuk meyakinkan jamaahnya. "Pendapat yang rajih menurut Al-Qur'an dan Sunnah adalah begini... Sifat shalat Nabi yang sesuai hadis shahih adalah begini...". Kadang ditambahi juga, "Inilah sifat shalat Nabi, seolah kamu melihat Nabi sedang shalat".

Tak jarang, ketika ada pendapat yang berlainan dengan yang disampaikan sang ustaz tadi, ada beberapa pembelajar awam yang berpikir, pendapat lain tidak rajih menurut Al-Qur'an dan sunnah, sifat shalat lain tak shahih hadisnya. (Baca Juga: Kenapa Imam Muslim Tidak Meriwayatkan Hadis dari Imam Bukhari, Ini Alasannya)

Rajih Menurut Ustaz Antum
Kadang ada jamaah yang bilang, "Ustaz, kemarin saya ikut kajian di tempat lain. Kata ustaznya, yang rajih adalah tangan itu letaknya di dada saat shalat, karena hadisnya lebih shahih".

Iya, benar. Bersedekap saat shalat di atas dada itu rajih. Tapi rajih menurut ustaz tadi. Adapun yang rajih menurut pendapat yang masyhur dari Malikiyyah adalah tidak bersedekap. (Ibnu Abdil Barr wafat 463 H, at-Tamhid, 20/ 76).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Detail Waktu Salat Fardhu...
Detail Waktu Salat Fardhu dalam Kitab-kitab Fiqih, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Apakah Benar Menabrak...
Apakah Benar Menabrak Kucing Bisa Membawa Kesialan?
Hukum Wudu Pakai Air...
Hukum Wudu Pakai Air yang Terkena Limbah, Apakah Diperbolehkan?
Kemenag Dorong Integrasi...
Kemenag Dorong Integrasi Fikih dan Astronomi dalam Penentuan Hilal
Hukum Mengadakan Arisan...
Hukum Mengadakan Arisan di Dalam Masjid, Apakah Diperbolehkan?
6 Hal yang Harus Diperhatikan...
6 Hal yang Harus Diperhatikan saat Berjabat Tangan, Simak Ya!
Rekomendasi
Ilmuwan Menemukan Dunia...
Ilmuwan Menemukan 'Dunia Sponge Bob' Jauh di Bawah Es Antartika
Ribuan Kuda Liar Digunakan...
Ribuan Kuda Liar Digunakan Australia untuk Menjaga Alam
Dianggap Mistis, Fenomena...
Dianggap Mistis, Fenomena Halo Terjadi di Langit Inggris
Artikel Terkini
Kenali 7 Ciri Wanita...
Kenali 7 Ciri Wanita yang Tertipu Fitnah Dajjal di Akhir Zaman
Kumpulan Doa Menghadapi...
Kumpulan Doa Menghadapi Fitnah Akhir Zaman, Kaum Muslim Wajib Tahu
Pesugihan untuk Cepat...
Pesugihan untuk Cepat Kaya, Benarkah Bisa Mendatangkan Rezeki? Ini Penjelasan Islam
Pejabat yang Menyesal...
Pejabat yang Menyesal di Hari Kiamat, Siapa Saja Mereka?
Bolehkah Mengejar Jabatan...
Bolehkah Mengejar Jabatan dalam Islam? Ini Penjelasan Hadis dan Kisah Nabi Yusuf AS
Fitnah Kekuasaan: Bahaya...
Fitnah Kekuasaan: Bahaya Jabatan, Mengejar Dunia yang Tiada Akhir
Infografis
Hukum Puasa Ramadan...
Hukum Puasa Ramadan Bagi Wanita Hamil Menurut Islam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved