alexametrics

Ustaz Adi Hidayat Ajarkan 2 Cara Cepat Mendapatkan Hidayah

loading...
Ustaz Adi Hidayat Ajarkan 2 Cara Cepat Mendapatkan Hidayah
Ustaz Adi Hidayat Ajarkan 2 Cara Cepat Mendapatkan Hidayah
Dai yang juga Direktur Quantum Akhyar Institute Ustaz Adi Hidayat mengajarkan dua cara cepat untuk mendapatkan hidayah menurut Al-Qur'an Al-Karim. Hidayah bisa bermakna kemudahan dalam beramal saleh.

"Orang yang mendapat petunjuk (hidayah), maka dia akan bertakwa kepada Allah Ta'ala," kata Ustaz Adi Hidayat saat mengisi kajian di Masjid Nurul Hidayah, Jalan Bintaro Raya, Tanah Kusir, Jakarta Selatan.

Kalau hidayah sudah hadir, salat dan ngaji akan rajin, bahkan mengeluarkan infak dan sedekah menjadi mudah. Hidayah bisa juga berarti perlindungan Allah dari masalah yang dihadapi. Selain itu jalan menuju kesuksesan dan kebahagiaan.



Kata hidayah sering berbentuk jamak, yaitu "Hudan". Jika Allah Ta'ala sudah memberikan keutamaan, maka semua orang ingin mendapatkan itu. Lantas, bagaimana cara mendapatkan hidayah itu?

Ada 2 cara seperti dijelaskan dalam Al-Qur'an, yaitu:

1. Tingkatkan Takwa kepada Allah Ta'ala.
Bentuknya lebih banyak dalam ritual ibadah. Semakin banyak taqwa, akan semakin banyak "Hudan" datang. Para orang tua berikhtiar agar anaknya dekat dengan Allah. Namun yang baik banyak, tapi yang saleh jarang. Poinnya ada di salat. Semua Nabi salat. Bahkan wahyu yang diterima Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam sama seperti Nabi-nabi terdahulu, hanya saja Nabi Muhammad SAW lebih sempurna.

Semua Nabi salat, untuk apa? Meningkatkan Takwa. Kalau sudah meningkatkan takwa maka akan dimudahkan dalam segala urusan. Allah berfirman: "Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya." (Surah At-Thalaq ayat 2-3)

Jika ingin bahagia, tingkatkan takwa. Jika mengulas sejarah para imam, misalnya Imam Al-Bukhari kalau ilmu dibacakan sekali saja langsung masuk ke hati. Imam Asy-Syafi'i dibacakan sekali langsung masuk, beliau langsung hafal Kitab Al-Muwatha' (kumpulan hadis) yang begitu tebal.

"Jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu". (Surah Al-Baqarah ayat 45).

"Semua orang yang hidup pasti punya masalah. Jangan dikira ustaz gak punya masalah. Hidup selalu bersanding dengan masalah. Kalau punya masalah datang kepada-Ku. Dengan apa Ya Allah? Salat. Kalau gak mau salat dipertanyakan imannya?" kata Dai kelahiran Pandeglang Banten itu.

Ini sejalan dengan firman Allah: "Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar." (Surah Al-Baqarah ayat 155). Dalam ayat lain, Allah berfirman: "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya." (Al-Baqarah: 286)

Jadi kalau datang ke pengajian dengan membawa banyak masalah, berbahagialah karena anda akan diangkat setinggi-tingginya oleh Allah karena ujian yang diberikan disetarakan dengan kemampuan seseorang.

2. Perbanyak Mohon Ampunan (Istighfar).
Sekarang kita masuk ke kurikulumnya. Kalimat salat ada 3 macam yaitu Salat, As-Shalawati dan As-Shalawatun. Kalau ke surga jangan sendirian, ajak keluarga. Api neraka itu sangat panas, kalau masuk neraka Jahannam itu seperti batu meteor yang jatuh.

Makanya jaga keluarga kita. Kenalkan salat kepada anak kita sejak kecil. Allah Ta'ala berfirman: "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan." (surah Al-Maidah ayat 35)

Setiap Nabi diberikan "Hudan", beruntungnya kita diberikan Al-Qur'an yang disebut petunjuk hidayah. Kَalau ingin bahagia ada di Al-Qur'an. Ada masalah, solusinya ada di Al-Qur'an. Masalah gak tuntas bukan karena kita kurang hebat, tapi karena Al-Qur'annya tidak dibaca.

Allah Ta'ala berfirman:
إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ (15) آخِذِينَ مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَٰلِكَ مُحْسِنِينَ (16) كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ (17) وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ (18) وَفِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ (19) وَفِي الْأَرْضِ آيَاتٌ لِلْمُوقِنِينَ (20) وَفِي أَنْفُسِكُمْ ۚ أَفَلَا تُبْصِرُونَ (21) وَفِي السَّمَاءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوعَدُونَ (22) فَوَرَبِّ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ إِنَّهُ لَحَقٌّ مِثْلَ مَا أَنَّكُمْ تَنْطِقُونَ (23)

"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam taman-taman (surga) dan mata air-mata air, sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan. Di dunia mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum fajar. Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian. Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin. dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan? Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezekimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu. Maka demi Tuhan Langit dan bumi, sesungguhnya yang dijanjikan itu adalah benar-benar (akan terjadi) seperti perkataan yang kamu ucapkan." (Surah Adz-Dzaariyat ayat 15-23)

Inilah petunjuk Al-Qur'an terkait hidayah. Allah Ta'ala menjelaskannya dalam banyak ayat. Mari dekatkan diri dengan Al-Qur'an, setelah itu tilawah. Jangan tinggi-tinggi dulu.

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda: "Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim)
(rhs)
cover top ayah
وَذَرۡنِىۡ وَالۡمُكَذِّبِيۡنَ اُولِى النَّعۡمَةِ وَمَهِّلۡهُمۡ قَلِيۡلًا‏
Dan biarkanlah Aku (yang bertindak) terhadap orang-orang yang mendustakan, yang memiliki segala kenikmatan hidup, dan berilah mereka penangguhan sebentar.

(QS. Al-Muzammil:11)
cover bottom ayah
preload video
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak