alexametrics

Ustaz Miftah el-Banjari Beberkan 5 Tips Cegah Virus Corona

loading...
Ustaz Miftah el-Banjari Beberkan 5 Tips Cegah Virus Corona
Ustaz Miftah el-Banjari Beberkan 5 Tips Cegah Virus Corona
Wabah virus Corona yang menyebabkan ribuan orang meninggal dunia kini menjadi perhatian serius pemerintah Indonesia. Ini menyusul adanya kabar dua warga Indonesia positif terjangkit virus Covid-19 itu.

Sebagai manusia biasa tentu muncul rasa takut terhadap virus tersebut. Namun, kaum muslim diimbau tak perlu panik berlebihan karena Islam punya solusi untuk mencegah menyebarnya virus itu.

Dai lulusan Universitas Dual Arabiyyah Mesir, Ustaz Miftahur Rahman el-Banjari menyampaikan paparan tentang virus Corona yang bisa dijadikan referensi sekaligus upaya untuk mengantisipasinya. Ustaz Miftah mengangkat tema wabah virus ketika menjadi Khatib Jumat di Masjid Al-Makmur Tebet Jakarta Selatan belum lama ini.



Apa penyebab wabah penyakit ini dan bagaimana solusinya? Menurut Ustaz Miftah, dalam perspektif Islam, wabah penyakit disebut dengan Al-Waba atau Al-Bala'. Adapun di antara penyebabnya karena pelanggaran manusia terhadap perintah Allah Ta'ala. Sebagaimana diketahui, Islam mengatur prinsip syariat mulai dari makanan hingga hubungan pernikahan.

Dalam hal makanan, Islam jelas mensyaratkan dua prinsip utama, yaitu "Halalan Thayiba" (makanan yang baik). Halal dalam pengertian diperbolehkan secara syar'i, halal dalam cara memperolehnya, halal dalam cara mengolah atau memasaknya, halal dalam penyembelihannya. Sedangkan "Thayiba" berarti sehat, bersih, higienis dan bergizi.

Apa yang terjadi saat ini, virus Corona dari Wuhan China diduga kuat disebabkan karena mengonsumsi kelelawar, hewan yang diharamkan dibunuh dan dimakan. Sebelumnya juga pernah merebak virus SARS, flu babi, flu burung dan virus-virus sejenisnya.

Lantas, apa solusi pencegahan wabah penyakit menurut Al-Qur'an dan Sunnah Nabi? Berikut solusinya.

1. Jauhi Makanan yang Telah Jelas Keharamannya.
Dalam Surah Al-Maidah ayat 3 Allah Ta'ala berfirman: "Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala".

Islam mengharamkan memakan daging-daging seperti babi, anjing, kelelawar, tikus, ular, kalajengking, binatang buas lainnya. Semua jenis bangkai, darah, dan binatang yang mati tanpa disembelih. Jika prinsip dan tata nilai aturan itu dilanggar, maka berbagai bala, musibah serta malapetaka akan terjadi.

2. Tidak Dibolehkan Memasuki Wilayah Terindikasi Wabah Penyakit atau Keluar dari Wilayah Tersebut.
Ketika Sayyidina Umar ibn Khattab melakukan invasi pasukan ke negeri Syam (sekarang bernama Syiria, Palestina, Yordania dan Lebanon) pernah terjadi bala peristiwa mewabahnya penyakit menular di Syam. Hadis yang dinarasikan Abdullah bin 'Amir mengatakan, Umar kemudian tidak melanjutkan perjalanan. "Umar sedang dalam perjalanan menuju Syam, saat sampai di wilayah bernama Sargh. Saat itu Umar mendapat kabar adanya wabah di wilayah Syam. Abdurrahman bin Auf kemudian mengatakan pada Umar jika Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, "Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu." (HR Al-Bukhari).

Jadi jelas, Islam sangat protektif dalam hal "Travel Warning", seseorang dilarang bepergian ke tempat yang telah terjangkiti satu virus penyakit. Sebaliknya, orang yang berada di tempat wabah penyakit itu dilarang keluar meninggalkan tempatnya. Kita pun wajib mencegah masuknya orang yang diduga berasal dari tempat itu, semata-mata untuk menjaga kemaslahatan manusia.

3. Menghindari Kontak Langsung dengan Orang yang Terindikasi Terkena Virus.
Salah satu ajaran Rasulullah SAW dalam menghindari penularan virus penyakit adalah dengan menghindari kontak langsung dengan orang yang terjangkiti virus penyakit. Dalam dunia medis, penyebaran virus bisa melalui udara atau bersin. Rasulullah SAW mengajarkan agar menutup hidung atau wajah ketika bersin sembari mengucapkan 'hamdalah'.

Sebuah hadis yang bersumber dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda: "Sesungguhnya Rasulullah manakala beliau bersin, beliau menutup wajahnya dengan tangannya atau dengan kain dan memperlahankan suaranya." Rasulullah juga menganjurkan untuk menutup hidung agar tehindar dari terkontaminasi dari penyebaran virus melalui debu. Dalam hadits lain disebutkan: "Hindari debu, karena padanya terdapat virus penyakit."

4. Membiasakan Pola Hidup Bersih dan Senantiasa Menjaga Wudhu.
Islam sangat menekankan kebersihan lingkungan dan tempat tinggal. Jauh sejak 14 abad lalu, Rasulullah SAW telah memberi tuntunan dalam mencegah penyakit dengan cara menjaga kebersihan tempat air. Nabi SAW bersabda: "Tutuplah bejana dan tempat minum kalian, karena sesungguhnya pada setiap tahun, ada satu malam dimana Allah Ta'ala menurunkan wabah penyakit. Wabah penyakit itu tidak akan mengenai bejana atau tempat air yang tertutup, jika tidak maka wabah penyakit itu akan mengenainya."

Jika hari ini dokter memberikan tips pencegahan virus dengan cara hidup bersih, menjaga kebersihan tubuh, mencuci tangan, membasuh hidung, semua itu terdapat dalam tuntuntan berwudhu yang diajarkan Rasulullah SAW. Beliau SAW memerintahkan umatnya melakukan istinsyaq (memasukkan air ke dalam hidung sebelum berwudhu). Salah satu hikmahnya secara medis mampu membersihkan dari aneka debu yang boleh jadi sangat berpotensi menimbulkan wabah penyakit yang membahayakan kesehatan.

5. Berdoa Kepada Allah agar Dilindungi dari Segala Virus.
Dalam satu hadis riwayat Imam at-Turmudzi disbutkan: "Tiadalah seorang hamba yang senantiasa pada pagi hari dan sore harinya membaca: "Bismillahilladzi Laa Yadhuuru Ma'asmihi Syai'in Fil Ardhi wa Laa Fissana wa Hussami'ul 'Alim" sebanyak tiga kali, niscaya tidak akan mengenai sesuatu kemudhdaratan baginya."

"Terakhir marilah kita bermohon kepada Allah agar senantiasa menjaga diri dan keluarga kita, warga negara dnn bangsa kita dari segala wabah penyakit yang membahayakan sebagaiman doa yang diajarkan Rasulullah SAW," kata Ustaz Miftah yang juga pakar ilmu linguistik Arab dan tafsir Al-Qur'an.

Berikut Doa yang Diajarkan Rasulullah SAW:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ البَرَصِ ، وَالجُنُونِ ، والجُذَامِ ، وَسَيِّيءِ الأسْقَامِ

ALLAHUMMA INNII 'AUDZU BIKA MINAL BAROSHI WAL JUNUNI WAL JUDZAAMI WA SAYYI-IL ASQOM

"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari penyakit kulit, gila, kusta dan segala penyakit buruk dan mengerikan lainnya".

(Baca Juga: Peringatan Nabi Terhadap Wabah Penyakit dan Doa untuk Menghilangkannya)
(rhs)
cover top ayah
وَاتَّخَذُوۡا مِنۡ دُوۡنِهٖۤ اٰلِهَةً لَّا يَخۡلُقُوۡنَ شَيۡـًٔـا وَّهُمۡ يُخۡلَقُوۡنَ وَلَا يَمۡلِكُوۡنَ لِاَنۡفُسِهِمۡ ضَرًّا وَّلَا نَفۡعًا وَّلَا يَمۡلِكُوۡنَ مَوۡتًا وَّلَا حَيٰوةً وَّلَا نُشُوۡرًا‏
Namun mereka mengambil tuhan-tuhan selain Allah untuk disembah, padahal mereka tuhan-tuhan itu tidak menciptakan apa pun, bahkan mereka sendiri diciptakan oleh manusia, dan tidak kuasa untuk menolak bahaya terhadap dirinya dan tidak dapat mendatangkan manfaat serta tidak kuasa mematikan, menghidupkan, dan tidak pula membangkitkan.

(QS. Al-Furqan:3)
cover bottom ayah
preload video
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak