Sejarah Pemegang Kekuasaan di Tanah Suci Makkah

loading...
Sejarah Pemegang Kekuasaan di Tanah Suci Makkah
Sejarah Pemegang Kekuasaan di Tanah Suci Makkah
Secara geografis, para ahli membagi wilayah Arabke dalam lima bagian yaitu Hijaz, Tihamah, Najd, Arud, dan Yaman. Adapun Hijaz terdiri dari tiga kota yaitu Makkah, Madinah dan Thaif. Kita akan membahas tiga kota di Hijaz dan sejarah kekuasaan di Makkah.

MakkahAl-Mukarramah dikenal sebagai Ummul Qura (ibukota) sebagai pusat pemerintahan Hijaz. Pada tahun 2500 sebelum masehi (SM), Makkah adalah tempat pemberhentian kafilah dagang. Sekitar tahun 2000 SM, Nabi Ibrahim 'alaihissalam (AS) dan putranya, Ismail AS, bersama-sama meninggikan pondasi Baitullah, yang dikenal dengan Ka'bah. Setelah itu, Ismail dan keturunannya menetap di Mekkah. Kini, Makkah (Masjidil Haram) menjadi kiblat umat Islam di dunia setelah doa Nabi Muhammad SAWdikabulkan Allah Ta'ala.

SedangkanMadinahAl-Munawwarah dulunya dikenal sebagai Yatsrib. Sejak zaman Rasulullah SAW merupakan tempat berdirinya kekuasaan dan diberlakukannya syari'at Islam. Kata "Madinah" berarti kota. Ketika Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah, kota ini menjadi pusat pemerintahan Islamhingga beliau wafat dan dimakamkan di areal Masjid Nabawi. Selanjutnya Madinah menjadi pusat kekhalifahan penerus Nabi. Terdapat tiga khalifah yang memerintah dari kota ini yakni Sayyidina Abu Bakar, Umar bin Khattab, dan Utsman bin Affan RA. Madinah menjadi kota suci kedua bagi umat Islam.

Adapun Kota Thaif dikenal sebagai daerah yang subur. Golongan orang kaya biasanya menghabiskan waktu di tempat ini saat musim panas. Kota ini berada pada ketinggian 1.700 meter. Selain dikenal dengan keindahan dan kesejukan alamnya, Thaif menyimpan sejarah tentang kesabaran Rasulullah SAWketika diusir warga Thaif saat beliau menyebarkan dakwah Islam. Kini, kota ini menjadi pusat area agrikultur yang terkenal dengan anggur dan madunya.



Sejarah Pemegang Kekuasaan di Makkah
Sejarah Pemegang Kekuasaan di Tanah Suci Makkah

Pada tahun 2000 SM, Hijaz dikuasai oleh keturunan Nabi Ismail, lalu kemudian Kerajaan Qahtan datang menguasai Negeri Hijaz selama dua abad. Ketika itu keturunan Ismail terpecah dan tersebar di sekitar jazirah Arab. Qushayyi (keturunan Ismail) menikah dengan Hubayya (keturunan Khuza'ah).

Qushayyi mewarisi kekuasaan di Hijaz, setelah mertuanya, penguasa Hijaz saat itu meninggal dunia. Pada masa kekuasaan Qushayyi, ia mengumpulkan bangsa keturunan Ismail yang tersebar di jazirah Arab. Sebagian ulama berpendapat bahwa Quraisy berasal dari kata "quraisy" yang artinya apa-apa yang dikumpulkan dari sana sini.

Ada yang berpendapat asal katanya dari "garrasya" yang artinya berpencaharian berdagang. Ada juga yang berpendapat berasal dari kata "taqarrasya" yang artinya menyelidiki kekurangan orang lain.



Dalam kitab-kitab tarikh terkenal, disimpulkan bahwa setelah keturunan Ismail dan Adnan bercerai-berai, di antara keturunan mereka ada yang bernama Fihr, yang pada masanya mempunyai cita-cita agar Ka'bah kembali dikuasai golongan keturunan Ismail. Fihr dan keturunannya berjuang memukul mundur tentara yang berusaha menguasai Ka'bah.
halaman ke-1 dari 2
cover top ayah
وَاَنَّهٗ هُوَ اَضۡحَكَ وَاَبۡكٰىۙ
Sesungguhnya Allah-lah yang menjadikan orang bisa tertawa dan menangis. 

(QS. An-Najm:43)
cover bottom ayah
preload video