3 Sikap dan Pandangan dalam Menyikapi Wabah Corona

loading...
3 Sikap dan Pandangan dalam Menyikapi Wabah Corona
3 Sikap dan Pandangan dalam Menyikapi Wabah Corona
Ustaz Miftah el-Banjary
Pakar Ilmu Linguistik Arab dan Tafsir Al-Qur'an

Ada tiga sikap dan pandangan kelompok aliran teologi dalam Islam ketika menyikapi wabah bala penyakit. Lantas, bagaimana sikap terbaik dalam menyikapi wabah Corona yang terjadi saat ini. Mari kita ulas satu persatu.

1. Kelompok Berpaham Jabariyyah (menyerahkan sepenuhnya pada takdir Allah)
Tidak ada usaha dan ikhtiar. Paham kelompok ini berkeyakinan bahwa semua wabah penyakit itu semata berasal dari Allah Ta'ala. Namun, mereka tidak mau peduli dengan usaha syariat untuk menghindarinya. Mereka tak perduli masker, alat pencegahan kesehatan, dan tak perduli orang lain, mereka hanya peduli keyakinan mereka semata. Imbauan medis tidak ada dalam kamus mereka, kecuali kondisinya sudah parah, itu pun jika sudah terpaksa.
Contoh slogannya, misalnya: "Kami hanya takut kepada Allah, tidak takut Corona! Corona itu juga makhluk Allah!" (tanpa mengindahkan arahan dan imbauan dunia medis).

Kelompok paham Jabariyyah ini hanya peduli pada pemberi "Asbab", bukan pada "Musabbab". Yakin hanya pada Allah, tapi tidak yakin pada sunatullah-Nya.

2. Kelompok Berpaham Qadariyyah (Yakin pada kekuatan diri sendiri tanpa melibatkan Allah).
Kelompok ini seringkali mengandalkan kemampuan diri sendiri atau orang lain yang dianggapnya kuat atau kemampuan seorang pemimpin yang mereka yakini kemampuannya. Mereka menafikan Allah Ta'ala dalam setiap peristiwa. Kelompok paham ini lebih mengandalkan logika dan rasio, ketimbang keyakinan dan iman.

Biasa mereka berslogan: "Kami tidak takut Corona. Ayo kita lawan Corona!" atau "Peralatan medis kita sudah canggih! Corona tak akan masuk ke Indonesia!"



Slogan lainnya, "Tidak ada hubungan antara wabah penyakit dengan kemaksiatan manusia." atau "Tidak ada hubungan antara Corona dengan mengonsumsi kelelawar atau hewan yang diharamkan Islam."

Intinya, paham Qadariyyah ini hanya melihat dan meyakini faktor "Musabbab", namun mengabaikan Sang Pemberi "Asbab".

3. Kelompok Ahlu Sunnah wal Jama'ah (Menyeimbangkan Antara Ikhtiar dan Tawakkal.
Kelompok Ahlu Sunnah wal Jama'ah memiliki pandangan mu'tadil dan mutawasith, seimbang dan berimbang. Mereka tidak takut berlebihan dan tidak pula menantang penuh kesombongan. Menyeimbangkan antara ikhtiar dan tawakkal.
halaman ke-1
cover top ayah
وَّيُعَذِّبَ الۡمُنٰفِقِيۡنَ وَالۡمُنٰفِقٰتِ وَالۡمُشۡرِكِيۡنَ وَ الۡمُشۡرِكٰتِ الظَّآنِّيۡنَ بِاللّٰهِ ظَنَّ السَّوۡءِ‌ؕ عَلَيۡهِمۡ دَآٮِٕرَةُ السَّوۡءِ‌ ۚ وَ غَضِبَ اللّٰهُ عَلَيۡهِمۡ وَلَعَنَهُمۡ وَاَعَدَّ لَهُمۡ جَهَنَّمَؕ وَسَآءَتۡ مَصِيۡرًا
dan Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, dan (juga) orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang berprasangka buruk terhadap Allah. Mereka akan mendapat giliran azab yang buruk dan Allah murka kepada mereka dan mengutuk mereka serta menyediakan neraka Jahanam bagi mereka. Dan neraka Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali.

(QS. Al-Fath:6)
cover bottom ayah
preload video