Ketika Musibah Datang sebagai Peringatan
Senin, 14 Desember 2020 - 06:35 WIB
loading...
Sungguh Allah sangat menyayangi orang-orang yang mengakui-Nya sebagai Rabb dan menyembah-Nya. Karena demikianlah memang tujuan dari penciptaan kita, yaitu untuk beribadah kepada Allah. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
KH Abdullah Gymnastiar mengatakan, musibah menjadi peringatan bagi orang-orang yang meyakini Allah sebagai Rabb-nya, akan tetapi keyakinannya tidaklah kuat. Lisannya berikrar syahadatain, tubuhnya menjalankan salat, tetapi hatinya mudah sekali goyah dan terbawa godaan syaitan. Sehingga ia pun mudah begitu saja terbawa kemaksiatan .
(Baca juga : Istiqamah Bershalawat, Karunia Allah akan Berlimpah )
"Lisannya mudah saja melontarkan ucapan kotor, akrab dengan ghibah dan fitnah. Bagi orang-orang seperti ini, musibah yang datang merupakan peringatan agar ia kembali kepada Allah dan memperkuat keimanan kepada-Nya,"tegas Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhid yang akrab disapa Aa Gym dalam tausiyah paginya di MQTV. Berikut petikan tausiyah lengkapnya:
Allah Ta'ala berfirman,
ظَهَرَ الۡفَسَادُ فِى الۡبَرِّ وَالۡبَحۡرِ بِمَا كَسَبَتۡ اَيۡدِى النَّاسِ لِيُذِيۡقَهُمۡ بَعۡضَ الَّذِىۡ عَمِلُوۡا لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُوۡنَ
“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. ar-Ruum [30]: 41).
(Baca juga : Manfaat Puasa Saat Hamil : Sehat dan Bergelimang Pahala )
Sangat mungkin iman kita masih rapuh, sangat mungkin hati kita masih mudah goyah tergoda oleh perhiasan dunia, sehingga lebih mendahulukan kesenangan dunia daripada kesenangan akhirat. Maka, betapa besarnya kasih sayang Allah kepada kita manakala suatu musibah datang menimpa. Karena artinya Allah sedang memperhatikan kita, dan sedang mengingatkan kita untuk memohon ampunan kepada-Nya atas kelalaian kita, sehingga kita bisa kembali mendekat dengan-Nya. Masya Allah!
Tidakkah kita melihat hikmah yang indah ini? Kita adalah makhluk yang mudah sekali terjerumus pada kesalahan dan berselimut dosa. Namun, selalu terbentang jalan yang luas bagi kita untuk bertobat selama belum tiba hari kiamat. Allah SWT mustahil zalim terhadap makhluk-Nya, sehingga berbagai keburukan yang terjadi pada diri kita itu adalah buah dari keburukan kita sendiri.
(Baca juga : Tiga Pendapat Soal Ruhsoh Puasa bagi Perempuan Hamil )
(Baca juga : Istiqamah Bershalawat, Karunia Allah akan Berlimpah )
"Lisannya mudah saja melontarkan ucapan kotor, akrab dengan ghibah dan fitnah. Bagi orang-orang seperti ini, musibah yang datang merupakan peringatan agar ia kembali kepada Allah dan memperkuat keimanan kepada-Nya,"tegas Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhid yang akrab disapa Aa Gym dalam tausiyah paginya di MQTV. Berikut petikan tausiyah lengkapnya:
Allah Ta'ala berfirman,
ظَهَرَ الۡفَسَادُ فِى الۡبَرِّ وَالۡبَحۡرِ بِمَا كَسَبَتۡ اَيۡدِى النَّاسِ لِيُذِيۡقَهُمۡ بَعۡضَ الَّذِىۡ عَمِلُوۡا لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُوۡنَ
“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. ar-Ruum [30]: 41).
(Baca juga : Manfaat Puasa Saat Hamil : Sehat dan Bergelimang Pahala )
Sangat mungkin iman kita masih rapuh, sangat mungkin hati kita masih mudah goyah tergoda oleh perhiasan dunia, sehingga lebih mendahulukan kesenangan dunia daripada kesenangan akhirat. Maka, betapa besarnya kasih sayang Allah kepada kita manakala suatu musibah datang menimpa. Karena artinya Allah sedang memperhatikan kita, dan sedang mengingatkan kita untuk memohon ampunan kepada-Nya atas kelalaian kita, sehingga kita bisa kembali mendekat dengan-Nya. Masya Allah!
Tidakkah kita melihat hikmah yang indah ini? Kita adalah makhluk yang mudah sekali terjerumus pada kesalahan dan berselimut dosa. Namun, selalu terbentang jalan yang luas bagi kita untuk bertobat selama belum tiba hari kiamat. Allah SWT mustahil zalim terhadap makhluk-Nya, sehingga berbagai keburukan yang terjadi pada diri kita itu adalah buah dari keburukan kita sendiri.
(Baca juga : Tiga Pendapat Soal Ruhsoh Puasa bagi Perempuan Hamil )
Lihat Juga :