Mu'adz bin Jabal, Syahid di Usia Muda Karena Wabah Tho’un

loading...
Muadz bin Jabal, Syahid di Usia Muda Karena Wabah Tho’un
Mu'adz bin Jabal, Syahid di Usia Muda Karena Wabah Thoun
Wilayah Islam makin meluas pada masa kekuasaan Umar bin Khatthab Radhiyallahu ‘anhu. Satu persatu negeri di sekitar Hijaz terbuka. Irak dan Persia di timur serta Mesir dan Syam di Barat semua tunduk di bawah satu kekhalifahan Islam.

Di negeri-negeri Islam yang baru tersebut, Umar mengutus beberapa sahabat Nabi guna memimpin sekaligus mengajarkan agama Islam kepada penduduk setempat yang belum lama memeluk Islam. Di antara mereka adalah Abu Ubaidah bin Al-Jarrah dan Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu ‘anhuma.

Akan tetapi pada 17 Hijriyah (sekitar 639 M) di negeri baru tersebut, muncul satu wabah penyakit (tho’un) di Amwas, satu daerah di Palestina (Syam). Para sejarawan muslim klasik hampir tidak ada yang melewatkan peristiwa wabah dahsyat ini ketika menulis kepemimpinan Khalifah Umar.

Wabah tho’un yang menyebar di Amwas merupakan penyakit kulit mematikan. Sejenis penyakit kusta atau lepra. Ia berasal dari virus yang awalnya menyerang hewan ternak. Orang yang terjangkit akan muncul borok pada kulitnya.



Wabah sangat cepat menyebar di seluruh negeri Syam. Banyak manusia terjangkit sehingga dalam tempo singkat puluhan ribu jiwa meninggal dunia. Di antara mereka yang menjadi korban adalah Abu Ubaidah dan Mu’adz bin Jabar, dua sahabat Nabi yang masyhur. (Baca: Abu Ubaidah Panglima Perang yang Syahid karena Wabah Tho’un). Lalu, siapa Mu’adz bin Jabar?

Nama panjangnya adalah Muadz bin Jabal bin Amr bin Aus al-Khazraji, sedangkan nama julukannya adalah “Abu Abdurahman”. Ia dilahirkan di Madinah dan memeluk Islam pada usia 18 tahun. Fisiknya gagah, berkulit putih, berbadan tinggi, berambut pendek dan ikal, dan bergigi putih mengkilat.

Muadz termasuk dalam rombongan berjumlah sekitar 72 orang Madinah yang datang berbai’at kepada Rasulullah. Ia termasuk orang yang pertama kali masuk Islam (as-Sabiqun al-Awwalun). Setelah itu ia kembali ke Madinah sebagai seorang pendakwah Islam di dalam masyarakat Madinah.



Ia berhasil mengislamkan beberapa orang sahabat terkemuka misalnya Amru bin al-Jamuh. Rasulullah mempersaudarakannya dengan Ja’far bin Abi Thalib. Rasulullah mengirimnya ke negeri Yaman untuk mengajar. Beliau mengantarnya dengan berjalan kaki sedangkan Mu’adz berkendaraan, dan Nabi bersabda kepadanya: ” Sungguh, aku mencintaimu“.
halaman ke-1 dari 3
cover top ayah
وَّاِنَّ الدِّيۡنَ لوَاقِعٌ
Sesungguhnya, hari pembalasan pasti terjadi.

(QS. Az-Zariyat:6)
cover bottom ayah
preload video