Karamah Umar Taklukkan Sungai Nil dengan Sepucuk Surat
Rabu, 14 Juni 2023 - 20:42 WIB
loading...
Saat surat yang ditulis Umar bin Khattab dilemparkan ke sungai Nil, atas izin Allah sungai tersebut kembali mengalir deras. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Di antara karamah Umar bin Khattab yang cukup populer adalah menaklukkan Sungai Nil yang mengalami surut. Khalifah Umar radhiyallahu 'anhu menulis sepucuk surat yang isinya membuat Sungai Nil mengalir deras.
Pada masa khalifah Umar bin Khattab, Sungai Nil di Mesir pernah mengalami debit air yang surut bahkan nyaris mengering. Kala itu gubernur di negeri Mesir dijabat oleh sahabat 'Amru bin 'Ash radhiyallahu 'anhu.
Dai lulusan Al-Azhar Mesir, Ustaz Ahmad Syarin Thoriq menceritakan karamah Umar bin Khattab ini yang bersumber dari Kitab البداية والنهاية (Al-Bidayah wan Nihayah) karya Ibnu Katsir (wafat 774 H). Dikisahkan, beberapa tokoh mengabarkan kepada sang gubernur bahwa apabila air Sungai Nil tidak mengalir, biasanya diadakan sebuah upacara persembahan. Seorang perempuan akan didandani sedemikian rupa, lalu dijatuhkan ke dalam Sungai Nil.
Penduduk Mesir menggelar ritual jahiliyah dengan melemparkan seorang perawan ke sungai ini setiap kali sungai itu mengering. Mendengar kabar ini, 'Amru bin 'Ash menjawab tegas:
هذه عادة سيئة لا تتوافق مع الإسلام أبداً
Artinya: "Kebiasaan sangat buruk ini tidak mungkin disetujui dalam Islam selama-lamanya."
Dalam riwayat lain beliau berkata:
إن هذا مما لا يكون في الإسلام ، إن الإسلام يهدم ما قبله
Artinya: "Ini termasuk perkara yang tidak boleh lagi terjadi di masa Islam, sesungguhnya Islam datang untuk menghancurkan kebiasaan buruk sebelumnya."
![Karamah Umar Taklukkan Sungai Nil dengan Sepucuk Surat]()
Lalu beliau menulis surat kepada Amirul Mukminin Umar bin Khattab di Madinah untuk melaporkan keadaan tersebut. Termasuk apa yang dikatakan oleh para tokoh kepadanya dan bantahan dirinya kepada mereka.
Kahlifah Umar radhiyallahu 'anhu kemudian menjawab surat itu dengan mengatakan:
Pada masa khalifah Umar bin Khattab, Sungai Nil di Mesir pernah mengalami debit air yang surut bahkan nyaris mengering. Kala itu gubernur di negeri Mesir dijabat oleh sahabat 'Amru bin 'Ash radhiyallahu 'anhu.
Dai lulusan Al-Azhar Mesir, Ustaz Ahmad Syarin Thoriq menceritakan karamah Umar bin Khattab ini yang bersumber dari Kitab البداية والنهاية (Al-Bidayah wan Nihayah) karya Ibnu Katsir (wafat 774 H). Dikisahkan, beberapa tokoh mengabarkan kepada sang gubernur bahwa apabila air Sungai Nil tidak mengalir, biasanya diadakan sebuah upacara persembahan. Seorang perempuan akan didandani sedemikian rupa, lalu dijatuhkan ke dalam Sungai Nil.
Penduduk Mesir menggelar ritual jahiliyah dengan melemparkan seorang perawan ke sungai ini setiap kali sungai itu mengering. Mendengar kabar ini, 'Amru bin 'Ash menjawab tegas:
هذه عادة سيئة لا تتوافق مع الإسلام أبداً
Artinya: "Kebiasaan sangat buruk ini tidak mungkin disetujui dalam Islam selama-lamanya."
Dalam riwayat lain beliau berkata:
إن هذا مما لا يكون في الإسلام ، إن الإسلام يهدم ما قبله
Artinya: "Ini termasuk perkara yang tidak boleh lagi terjadi di masa Islam, sesungguhnya Islam datang untuk menghancurkan kebiasaan buruk sebelumnya."

Lalu beliau menulis surat kepada Amirul Mukminin Umar bin Khattab di Madinah untuk melaporkan keadaan tersebut. Termasuk apa yang dikatakan oleh para tokoh kepadanya dan bantahan dirinya kepada mereka.
Kahlifah Umar radhiyallahu 'anhu kemudian menjawab surat itu dengan mengatakan:
Lihat Juga :