Doa Sapu Jagat untuk Meraih Tujuh Indikator Kebahagiaan Dunia

loading...
Memiliki jiwa syukur, selalu menerima apa adanya (qona’ah), tidak ada ambisi berlebih, tidak ada stress, inilah nikmatnya hati yang selalu bersyukur. Bila sedang kesulitan segera ingat sabda Rasulullah SAW: "Kalau kita sedang sulit perhatikanlah orang yang lebih sulit dari kita". Bila sedang diberi kemudahan, bersyukur dengan memperbanyak amal ibadahnya, kemudian Allah pun akan mengujinya dengan kemudahan yang lebih besar lagi. Bila ia tetap “mantap” dan “makin mantap” bersyukur maka Allah akan mengujinya lagi dengan kemudahan lebih besar lagi. Berbahagialah orang yang pandai bersyukur!!!

2) Al azwaju shalihah, yaitu pasangan hidup yang saleh.

Pasangan hidup saleh akan menciptakan suasana rumah dan keluarga yang saleh pula. Di akhirat kelak seorang suami (sebagai kepala keluarga) akan diminta pertanggungjawaban dalam mengajak istri dan anaknya kepada kesalehan. Berbahagialah menjadi istri memiliki suami saleh, yang pasti dia akan bekerja keras mengajak istri dan anaknya menjadi muslim yang saleh. Begitupula istri yang salehah, memiliki kesabaran dan keikhlasan luar biasa melayani suaminya. Berbahagialah suami yang memiliki istri yang saleh.

3) Al auladun abrar, yaitu anak yang saleh.

Suatu cerita saat Rasulullah SAW thawaf, bertemu dengan anak muda pundaknya lecet-lecet. Selesai thawaf Rasulullah SAW bertanya; "Kenapa pundakmu itu?" Jawab anak muda : "Ya Rasulullah, saya dari Yaman, mempunyai ibu yang sudah uzur. Saya sangat mencintai dan tidak pernah melepaskan dia. Saya melepaskan hanya ketika buang hajat, ketika salat, atau ketika istirahat, selain itu selalu menggendongnya". Lalu anak muda bertanya: "Ya Rasulullah, apakah aku sudah termasuk orang yang sudah berbakti kepada orang tua?" Rasulullah SAW memeluk anak muda dan mengatakan: "Sungguh Allah ridho kepadamu, kamu anak yang saleh, anak yang berbakti, tapi anakku ketahuilah, cinta orangtuamu tidak akan terbalaskan olehmu". Dari hadis ini, gambaran bahwa amal ibadah kita ternyata tidak cukup membalas cinta dan kebaikan orang tua, namun paling tidak bisa memulai dengan menjadi anak yang saleh, do’a anak aleh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan Allah. Berbahagialah bila memiliki anak saleh.

4) Albiatu sholihah, yaitu lingkungan yang kondusif untuk iman kita.

Lingkungan yang kondusif, di antaranya ialah, kita boleh mengenal siapapun tetapi untuk menjadikan sahabat karib, harus orang-orang yang mempunyai nilai tambah terhadap keimanan kita. Dalam hadits, Rasulullah SAW menganjurkan kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang saleh. Orang-orang saleh akan selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan bila berbuat salah. Orang-orang saleh adalah orang-orang bahagia karena nikmat iman dan Islam selalu terpancar pada wajahnya. Insya Allah cahaya tersebut ikut menyinari orang-orang yang di sekitarnya. Berbahagialah orang-orang yang selalu dikelilingi orang-orang saleh.

5) Al malul halal, atau harta yang halal.

Di dalam Islam mengenai harta bukanlah banyaknya tetapi halalnya. Tidak berarti Islam tidak menyuruh umatnya untuk kaya. Riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW pernah bertemu seorang sahabat yang berdoa mengangkat tangan. "Kamu berdoa sudah bagus", "Namun sayang makanan, minuman dan pakaian dan tempat tinggalnya di dapat secara haram, bagaimana doanya dikabulkan”.

Berbahagialah jadi orang yang hartanya halal karena doanya sangat mudah dikabulkan Allah. Harta yang halal juga menjauhkan setan dari hatinya, maka hatinya semakin bersih, suci dan kokoh, hingga memberi ketenangan hidupnya. Berbahagialah orang-orang yang selalu dengan teliti menjaga kehalalan hartanya.

6) Tafakuh fi dien, atau semangat untuk memahami agama.

Semangat memahami agama diwujudkan dalam semangat memahami ilmu-ilmu agama Islam. Semakin belajar, semakin terangsang belajar lebih jauh lagi ilmu Allah SWT. Allah SWT menjanjikan nikmat bagi umat-Nya yang menuntut ilmu, semakin belajar semakin cinta kepada agamanya, semakin tinggi cintanya kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Inilah yang akan memberi cahaya hatinya. Semangat memahami agama menghidupkan hatinya, hati yang hidup selalu dipenuhi cahaya nikmat Islam dan Iman. Berbahagialah orang bersemangat memahami ilmu agama Islam.

7) Umur yang barokah.

Umur yang baroqah, artinya semakin tua semakin saleh, setiap detik waktunya diisi amal ibadah. Katanya; seorang yang mengisi hidup untuk kebahagiaan dunia semata, hari tuanya akan diisi dengan banyak bernostalgia (berangan-angan) tentang masa mudanya, cenderung kecewa dengan ketuaannya (post-power syndrome). Di samping itu pikirannya bias terfocus, bagaimana cara menikmati sisa hidupnya, sibuk berangan-angan kenikmatan dunia yang belum sempat dirasakan, hati kecewa tidak mampu menikmati kenikmatan yang diangankannya. Sedang yang mengisi umurnya dengan mempersiapkan diri untuk akhirat (melalui amal ibadah), semakin tua semakin rindu bertemu Sang Pencipta. Hari tuanya akan diisi dengan bermesra-mesra bersama Sang Maha Pengasih dan Penyayang. Tidak ada rasa takut meninggalkan dunia, bahkan penuh harap segera merasakan keindahan alam kehidupan berikut seperti yang dijanjikan Allah SWT. Inilah semangat “hidup” orang-orang yang baroqah umurnya. Berbahagialah orang-orang yang umurnya barokah.

Bagaimana caranya agar dikaruniakan Allah SWT ke-7 butir indikator kebahagiaan dunia tersebut? Selain usaha keras kita untuk memperbaiki diri, maka amat baik dan tidak ada salahnya dengan rajin, sering dan khusyuk mohon kepada Allah SWT membaca doa “sapu jagat”.
(mhy)
halaman ke-2
preload video