Imbauan Bertobat, Rakyat Dulu atau Pemimpin Dulu?

loading...
Imbauan Bertobat, Rakyat Dulu atau Pemimpin Dulu?
Imbauan Bertobat, Rakyat Dulu atau Pemimpin Dulu?
Semua musibah termasuk wabah virus Corona(Covid-19) tidaklah terjadi kecuali seizin Allah Ta'ala, Zat yang Maha memberi penyakit dan kesembuhan. Sehebat apa pun ikhtiar manusia untuk mengatasinya, pada akhirnya tetap butuh pertolongan Allah Ta'ala.

Adalah hal wajar ketika wabahmenyebabkan banyak kematian dan hancurnya perekonomian lalu para ulama menyerukan tobat nashuha, kembali kepada Allah Ta'ala. Tobat dianggap sebagai solusi agar Zat Yang Maha Kuasa berkenan mengangkat musibah ini.

Di Indonesia, korban pandemi Covid-19 terus bertambah. Hingga Senin (6/4/2020) pukul 12.00 WIB), tercatat 2.491 kasus positif dan 209 orang meninggal dunia. Adapun yang sembuh sebanyak 192 orang. Pemerintah maupun tim medis terus berjuang mencari jalan keluar dari musibah pandemi ini. Segala daya dan upaya telah dilakukan, namun korban terus bertambah.

Kondisi ini tentu menyadarkan kita betapa lemahnya manusia. Dalam Al-Qur'an, Allah Ta'ala telah mengingatkan manusia:
يٰۤاَيُّهَا النَّاسُ اَنۡتُمُ الۡفُقَرَآءُ اِلَى اللّٰهِۚ وَاللّٰهُ هُوَ الۡغَنِىُّ الۡحَمِيۡدُ

"Wahai manusia! Kamulah yang membutuhkan Allah. Dan Allah Dialah Yang Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu), Maha Terpuji". (QS. Al-Fathir: ayat 15).



Di tengah musibah ini, tobat nashuha dinilai satu-satunya solusi di samping melakukan ikhtiar. Ini sejalan dengan nasihat bijak: "Setiap musibah yang turun disebabkan oleh dosa dan tidak akan terangkat kecuali dengan taubat". Muncul pertanyaan, siapakah yang harus bertobat, rakyat dulu atau pemimpin dulu?

Syeikh Mahmud Hasanat, Dai asal Palestina pernah menyampaikan khutbah Jumat yang menggetarkan hati. Dengan mata berkaca-kaca, Syeikh Mahmud mengajak jamaah bermusabah atas musibah Corona yang menimpa umat Islam dan penduduk dunia.

"Wahai sekalian manusia, apa yang pernah kita perbuat hingga kita terusir dari rumah Allah (masjid). Mari lihat wajah kita di depan cermin meski hanya sebentar. Bukankah kita pernah mengambil hak orang lain sebelum adanya virus Corona? Bukankan kita pernah beramai-ramai di bank riba sebelum adanya virus Corona? Hari ini kita menangis dan saling menangisi ketika rumah-rumah Allah terkunci dari wajah-wajah kita. Ini tidaklah terkunci kecuali karena kita. Sebelum adanya wabah ini, kita memiliki wabah kezaliman, wabah kebencian, wabah kecurangan, wabah dosa-dosa dan wabah kemaksiatan. Lihatlah mengapa, beginilah kita," demikian petikan khutbahnya yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu.



Allah Ta'ala berpesan dalam Al-Qur'an:
وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

"Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu". (QS Asy-Syura: ayat 30).
halaman ke-1 dari 4
cover top ayah
اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ
Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.

(QS. Al-Fatihah:5)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video