Timun suri berkah Ramadan bagi Saparudin
Minggu, 29 Juli 2012 - 15:14 WIB
Timun suri berkah Ramadan bagi Saparudin
A
A
A
Sindonews.com - Jika anda melintas di sepanjang Jalan Kalimalang, Bekasi, anda pasti akan menemukan banyak pedagang buah timun suri.
Ya, mereka adalah para pedagang musiman yang memanfaatkan bulan Ramadan ini untuk menjajakan buah segar favorit sebagian masyarakat Jakarta sebagai menu pembuka puasa.
Salah seorang pedagang timun suri bernama Saparudin (36) menuturkan, menjadi pedagang timur suri di Jalan Kalimalang sudah menjadi kegiatan rutin tiap Ramadan tiba. Hanya di bulan Ramadan Saparudin menjadi pedagang timun suri. Hari biasa, dia bekerja sebagai petani.
"Setiap tahun rutin, hampir setiap tahun kami berangkat ke sini untuk dagang ini," ujar pria asal Cikarang, Jawa Barat itu kepada Sindonews Minggu (29/7/2012).
Menjual timun suri di bulan Ramadan kata Saparudin cukup menguntungkan. Bisa dibilang timun suri berkah Ramadan baginya. Betapa tidak, setiap minggu Saparudin bisa meraup keuntungan cukup lumayan.
Sehingga Saparudin pun bisa membagi rejekinya itu kepada anak istri yang berada di Cikarang.
Kalau sedang mujur, Saparudin bisa mengantungi keuntungan sebesar Rp1 juta perminggu. "Kalau lagi untung lumayan juga," tukasnya dengan wajah gembira.
Menurut Saparudin, tiap bulan puasa seperti ini permintaan timun suri cukup tinggi. Timun suri dicari untuk campuran buah blewah. kadang-kadang ada juga pembeli memborong timun suri dagangan Saparudin.
Saparudin menjual timun surinya tidak mahal, hanya Rp6 ribu - Rp7 ribu perkilonya. Tiap konsumen biasanya akan membeli timun suri lebih dari tiga kilogram.
"Saya mencari berkah di sini dengan berjualan timun suri. Anak-istri saya di kampung halaman, saya seminggu sekali pulang," ujar pria berkulit kelam itu sambil tersenyum.
Ya, mereka adalah para pedagang musiman yang memanfaatkan bulan Ramadan ini untuk menjajakan buah segar favorit sebagian masyarakat Jakarta sebagai menu pembuka puasa.
Salah seorang pedagang timun suri bernama Saparudin (36) menuturkan, menjadi pedagang timur suri di Jalan Kalimalang sudah menjadi kegiatan rutin tiap Ramadan tiba. Hanya di bulan Ramadan Saparudin menjadi pedagang timun suri. Hari biasa, dia bekerja sebagai petani.
"Setiap tahun rutin, hampir setiap tahun kami berangkat ke sini untuk dagang ini," ujar pria asal Cikarang, Jawa Barat itu kepada Sindonews Minggu (29/7/2012).
Menjual timun suri di bulan Ramadan kata Saparudin cukup menguntungkan. Bisa dibilang timun suri berkah Ramadan baginya. Betapa tidak, setiap minggu Saparudin bisa meraup keuntungan cukup lumayan.
Sehingga Saparudin pun bisa membagi rejekinya itu kepada anak istri yang berada di Cikarang.
Kalau sedang mujur, Saparudin bisa mengantungi keuntungan sebesar Rp1 juta perminggu. "Kalau lagi untung lumayan juga," tukasnya dengan wajah gembira.
Menurut Saparudin, tiap bulan puasa seperti ini permintaan timun suri cukup tinggi. Timun suri dicari untuk campuran buah blewah. kadang-kadang ada juga pembeli memborong timun suri dagangan Saparudin.
Saparudin menjual timun surinya tidak mahal, hanya Rp6 ribu - Rp7 ribu perkilonya. Tiap konsumen biasanya akan membeli timun suri lebih dari tiga kilogram.
"Saya mencari berkah di sini dengan berjualan timun suri. Anak-istri saya di kampung halaman, saya seminggu sekali pulang," ujar pria berkulit kelam itu sambil tersenyum.
(lns)
Lihat Juga :