Ramadan, stok darah di PMI menipis
Minggu, 05 Agustus 2012 - 16:51 WIB
Ramadan, stok darah di PMI menipis
A
A
A
Sindonews.com - Memasuki pekan ketiga bulan Ramadan 1433 H, stok darah di Jakarta dalam kondisi menipis. Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Administrasi Jakarta Timur mengungkapkan, untuk saat ini saja stok darah yang dimiliki PMI DKI Jakarta tinggal menyisakan 227 kantong.
Dari catatan yang dihimpun PMI Kota Jaktim, disebutkan, secara rinci stok darah lengkap (whole blood) golongan O di Unit Donor Darah PMI hingga Sabtu 4 Agustus pukul 10.00 WIB, tersisa sembilan kantong. Bahkan, untuk golongan A, B, dan AB stok kosong.
Sementara, trombosit yang tersedia hanya tinggal golongan darah A dan O, yakni masing-masing 106 dan 112 kantong. Lainnya, trombosit golongan darah B dan AB, kosong.
Menanggapi fenomena tersebut, Ketua Pengurus PMI Kota Jaktim, Kusnoto menerangkan, menipisnya stok darah ini memang biasa terjadi di bulan Ramadan. Hal ini terjadi lantaran berkurangnya minat masyarakat mendonorkan darahnya pada saat berpuasa.
Selain masih berlakunya anggapan di masyarakat mengenai medonorkan darah di bulan puasa dapat membatalkan puasa, adapula yang takut jika mendonorkan darahnya akan mengakibatkan tubuh menjadi lemas.
“Itu tidak benar. Anggapan dan pandangan tersebut telah diperkuat dengan Fatwa MUI bahwa donor darah tidaklah membatalkan puasa. Donor darah juga tidak akan mengakibatkan tubuh menjadi lemas, selama kita mengkonsumsi asupan makanan yang mengandung banyak serat dan cukup nutrisinya,” ujar Kusnoto menjelaskan, Minggu (5/8/2012).
Untuk mengisi kekurangan stok tersebut, PMI Kota Jaktim akan menggiatkan program donor darah berkesinambungan yang sasarannya adalah tempat ibadah, mall, stasiun, terminal dan pusat-pusat keramaian lainnya.
Pelaksanaan program donor darah itu sendiri sudah mulai digelar sejak Sabtu malam di Markas PMI Kota Jaktim, di Jalan Raya I Gusti Ngurah Rai No. 77, Klender, Duren Sawit Jakarta Timur.
Tak hanya itu, pihaknya juga akan menerjunkan ratusan relawan untuk menyosialisasikan pada masyarakat tentang pentingnya donor darah. Tentunya para ulama, pengurus gereja dan pura juga akan dilibatkan di dalamnya.
Dihubungi terpisah, Kepala Unit Donor Darah PMI DKI Jakarta, dr. Salimar Salim, menjelaskan, sebenarnya, kebutuhan dan stok darah di DKI Jakarta itu bersifat dinamis. Namun, diakuinya, jumlah stok darah biasanya berkurang menjelang pekan ketiga puasa.
“Idealnya, persediaan darah PMI pada hari biasa mencapai 800-1.000 kantong per hari. Sedangkan kebutuhan darah bisa mencapai 1.000-1.100 kantong," ungkapnya.
Dijelaskan Salimar jumlah sebanyak itu dikarenakan Jakarta sendiri juga memasok persediaan darah ke sejumlah wilayah di sekitarnya. "Karena DKI juga menyuplai kebutuhan darah di Bogor, Depok, dan Tangerang,” paparnya.
Dari catatan yang dihimpun PMI Kota Jaktim, disebutkan, secara rinci stok darah lengkap (whole blood) golongan O di Unit Donor Darah PMI hingga Sabtu 4 Agustus pukul 10.00 WIB, tersisa sembilan kantong. Bahkan, untuk golongan A, B, dan AB stok kosong.
Sementara, trombosit yang tersedia hanya tinggal golongan darah A dan O, yakni masing-masing 106 dan 112 kantong. Lainnya, trombosit golongan darah B dan AB, kosong.
Menanggapi fenomena tersebut, Ketua Pengurus PMI Kota Jaktim, Kusnoto menerangkan, menipisnya stok darah ini memang biasa terjadi di bulan Ramadan. Hal ini terjadi lantaran berkurangnya minat masyarakat mendonorkan darahnya pada saat berpuasa.
Selain masih berlakunya anggapan di masyarakat mengenai medonorkan darah di bulan puasa dapat membatalkan puasa, adapula yang takut jika mendonorkan darahnya akan mengakibatkan tubuh menjadi lemas.
“Itu tidak benar. Anggapan dan pandangan tersebut telah diperkuat dengan Fatwa MUI bahwa donor darah tidaklah membatalkan puasa. Donor darah juga tidak akan mengakibatkan tubuh menjadi lemas, selama kita mengkonsumsi asupan makanan yang mengandung banyak serat dan cukup nutrisinya,” ujar Kusnoto menjelaskan, Minggu (5/8/2012).
Untuk mengisi kekurangan stok tersebut, PMI Kota Jaktim akan menggiatkan program donor darah berkesinambungan yang sasarannya adalah tempat ibadah, mall, stasiun, terminal dan pusat-pusat keramaian lainnya.
Pelaksanaan program donor darah itu sendiri sudah mulai digelar sejak Sabtu malam di Markas PMI Kota Jaktim, di Jalan Raya I Gusti Ngurah Rai No. 77, Klender, Duren Sawit Jakarta Timur.
Tak hanya itu, pihaknya juga akan menerjunkan ratusan relawan untuk menyosialisasikan pada masyarakat tentang pentingnya donor darah. Tentunya para ulama, pengurus gereja dan pura juga akan dilibatkan di dalamnya.
Dihubungi terpisah, Kepala Unit Donor Darah PMI DKI Jakarta, dr. Salimar Salim, menjelaskan, sebenarnya, kebutuhan dan stok darah di DKI Jakarta itu bersifat dinamis. Namun, diakuinya, jumlah stok darah biasanya berkurang menjelang pekan ketiga puasa.
“Idealnya, persediaan darah PMI pada hari biasa mencapai 800-1.000 kantong per hari. Sedangkan kebutuhan darah bisa mencapai 1.000-1.100 kantong," ungkapnya.
Dijelaskan Salimar jumlah sebanyak itu dikarenakan Jakarta sendiri juga memasok persediaan darah ke sejumlah wilayah di sekitarnya. "Karena DKI juga menyuplai kebutuhan darah di Bogor, Depok, dan Tangerang,” paparnya.
(azh)
Lihat Juga :