Jalur Bandung rawan macet
Rabu, 15 Agustus 2012 - 13:41 WIB
Jalur Bandung rawan macet
A
A
A
Sindonews.com - Kemacetan yang terjadi di ruas jalan Bandung, saat liburan panjang, atau saat mudik Lebaran sudah menjadi pemandangan yang biasa menjelang Lebaran. salah satu jalur yang kerap terjadi adalah di sekitar Pasar Baru, Jalan Otista, Kota Bandung.
Menurut Kasatlantas Polrestabes Bandung AKBP Hari Santoso, setidaknya ada dua atau lebih pusat perbelanjaan yang ada di Kota Bandung, jadi tidak berjubel di satu titik pusat perbelanjaan saja.
"Buat Pasar Baru yang lain, jadi jumlahnya dua atau tiga yang serupa. Jangan sampai yang membeli baju terkonsentrasi di sini," pintanya, kepada wartawan di Bandung, Jawa Barat, Rabu (15/8/2012).
Walau demikian, kata Hari, seyogyanya pembangunan pasar mesti ada fasilitas transportasi massa yang melintas di depan pasar, serta ruang parkir yang luas agar tidak membludak hingga ke ruas jalan.
"Masalah pedagang kaki lima, kita bisa berkaca pada negara Thailand. Di sana ada Pasar Swalom, tempat para pedagang kaki lima di lokalisasi," tuturnya.
Dia menjelaskan, akan menindak tegas para juru parkir yang memberikan ruang parkir lebih dari dua baris motor. Jika hal itu dilakukan oleh pengendara motor maka pihaknya tak segan untuk menderek kendaraan tersebut.
"Yang parkir di Pasar Baru itu ribuan, jadi ada baiknya untuk mengurangi kemacetan, yang mau berbelanja lebih baik menggunakan alat transportasi massal," harapnya.
Sementara itu, Plt Kadishub Kota Bandung Ubad Bachtiar mengatakan, jika kawasan Jalan Otista sebagai salah satu daerah rawan kemacetan. Menurutnya, hal itu adalah imbas dari banyaknya gangguan seperti galian kabel, PKL, pasar tumpah, dan parkir on the street.
Menurut Kasatlantas Polrestabes Bandung AKBP Hari Santoso, setidaknya ada dua atau lebih pusat perbelanjaan yang ada di Kota Bandung, jadi tidak berjubel di satu titik pusat perbelanjaan saja.
"Buat Pasar Baru yang lain, jadi jumlahnya dua atau tiga yang serupa. Jangan sampai yang membeli baju terkonsentrasi di sini," pintanya, kepada wartawan di Bandung, Jawa Barat, Rabu (15/8/2012).
Walau demikian, kata Hari, seyogyanya pembangunan pasar mesti ada fasilitas transportasi massa yang melintas di depan pasar, serta ruang parkir yang luas agar tidak membludak hingga ke ruas jalan.
"Masalah pedagang kaki lima, kita bisa berkaca pada negara Thailand. Di sana ada Pasar Swalom, tempat para pedagang kaki lima di lokalisasi," tuturnya.
Dia menjelaskan, akan menindak tegas para juru parkir yang memberikan ruang parkir lebih dari dua baris motor. Jika hal itu dilakukan oleh pengendara motor maka pihaknya tak segan untuk menderek kendaraan tersebut.
"Yang parkir di Pasar Baru itu ribuan, jadi ada baiknya untuk mengurangi kemacetan, yang mau berbelanja lebih baik menggunakan alat transportasi massal," harapnya.
Sementara itu, Plt Kadishub Kota Bandung Ubad Bachtiar mengatakan, jika kawasan Jalan Otista sebagai salah satu daerah rawan kemacetan. Menurutnya, hal itu adalah imbas dari banyaknya gangguan seperti galian kabel, PKL, pasar tumpah, dan parkir on the street.
(mhd)