Merengkuh moral kenabian dan ketuhanan

Rabu, 17 Juli 2013 - 08:08 WIB
Merengkuh moral kenabian...
Merengkuh moral kenabian dan ketuhanan
A A A
BERPUASA pada Ramadan merupakan pilar ketiga rukun Islam. Perintah Allah kepada umat Islam untuk berpuasa pada Ramadan terdapat dalam Alquran Surah Al-Baqarah ayat 183.

Ritual puasa sebenarnya diwajibkan juga kepada umat-umat terdahulu. Walaupun berbeda tata cara dan lamanya berpuasa, esensi dan tujuan utama ibadat puasa yang diajarkan Allah masih sama yaitu hendak merengkuh nilai-nilai takwa kepada-Nya. Takwa adalah pangkal tolak dan tujuan akhir hidup manusia. Allah mengetahui “kendala” yang dihadapi manusia. Karena itu, Dia memberikan kemudahan (rukhsah).

Orang yang sudah sangat tua (jompo) atau sudah uzur diperbolehkan tidak berpuasa dengan ketentuan memberi makan kepada fakir miskin (fidyah). Perempuan yang mengalami menstruasi atau baru melahirkan anak karena menyusui diperbolehkan tidak berpuasa, tapi berkewajiban menggantinya di luar Ramadan sebanyak hari yang dia tinggalkan. Orang yang sakit (biasa) atau bepergian jauh boleh juga tidak berpuasa, tapi dia harus menggantinya sebanyak hari yang ia tinggalkan.

Allah memberikan perintah ibadah kepada hamba-Nya sebatas kemampuannya. Jika dilaksanakan dengan penuh keimanan dan kesadaran, ibadah sebenarnya bukan beban, melainkan “kebutuhan” ruhaniah yang memberikan kenikmatan batin. Puasa secara harfiah berarti menahan yaitu menahan diri dari makan-minum dan hubungan seksual antara suami-istri sejak fajar terbit sampai matahari terbenam.

Agar puasa kita mencapai bobot dan kualitas yang tinggi dan prima, kita harus menjauhkan diri dari perilaku yang mereduksi nilai puasa kita. Itu artinya, kita harus berpuasa secara total, tidak parsial. Jiwa, hati, dan pikiran kita harus berpuasa dalam arti tidak menaruh dendam, dengki, hasut, dan berprasangka buruk. Mata dan telinga kita harus berpuasa dalam arti tidak melihat atau mendengar ihwal maksiat.

Mulut kita harus berpuasa misalnya tidak berdusta, ngrasani, mencaci maki, bersaksi palsu, atau menyumpah serapah. Tangan kita harus berpuasa dalam arti tidak menyakiti atau mencuri milik orang lain. Kaki kita harus berpuasa misalnya tidak melangkah ke jalan dan tempat maksiat. Nabi Muhammad memperingatkan, banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya, kecuali rasa haus dan lapar, karena kualitas puasanya sangat rendah.

Kita tentu tidak ingin termasuk dalam kategori puasa seperti ini. Puasa mendidik kejujuran kepada Allah, kepada diri sendiri, dan kepada orang lain. Puasa adalah simbiosis kepekaan ritual dan moral. Para pengamal puasa secara langsung merasakan haus, lapar, dan “penderitaan” seperti yang dialami para fakir miskin dan kaum dhuafa. Puasa adalah ibadat yang menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan nilai-nilai ketuhanan dalam jiwa orang yang berpuasa.

Penyair humanis, Iqbal, berpesan kepada kita, ”Tanamkan sifat-sifat Tuhan dalam dirimu.” Melalui intensitas pengamalan ibadah puasa dan ibadah-ibadah yang lain, kita rengkuh moral kenabian dan ketuhanan itu dan kita tanamkan di lubuk jiwa kita dalam-dalam.

Kita aktualisasikan nilai-nilai ilahiah dan insaniah itu dalam kerja dan karya nyata. Sebaik-baik manusia adalah orang yang bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada orang lain.

FAISAL ISMAIL
Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
(nfl)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Alquran sebagai Lautan...
Alquran sebagai Lautan Ilmu
Tausiyah Singkat Penyejuk...
Tausiyah Singkat Penyejuk Hati, Dunia Hanya Sementara
Tabligh Akbar Ramadan...
Tabligh Akbar Ramadan 2025: Ustaz Das'ad Latif Ajak Meningkatkan Kepekaan Sosial melalui Puasa
Tausiyah Aa Gym Ini...
Tausiyah Aa Gym Ini Bikin Semangat untuk Beribadah
Ini Tausiyah Wantim...
Ini Tausiyah Wantim MUI Jelang Ramadhan 1441 Hijriah
Rawat Kerukunan, GGN...
Rawat Kerukunan, GGN Ganjar Gelar Tausiyah Moderasi Beragama
Rekomendasi
Pulau Terbesar di Dunia...
Pulau Terbesar di Dunia Menyusut dan Terus Bergeser
Kisah Imam Al-Ghazali...
Kisah Imam Al-Ghazali saat Mengalami Krisis Kepercayaan
Jepang Luncurkan Video...
Jepang Luncurkan Video Dahsyatnya Letusan Gunung Fuji Meletus dengan AI
Artikel Terkini
Jemaah asal Tuban Bagikan...
Jemaah asal Tuban Bagikan Pentingnya JKN untuk Perjalanan Ibadah Haji yang Tenang
Syarat Istithaah Sukses...
Syarat Istithaah Sukses Tekan Angka Jemaah Haji Indonesia Sakit Pascaarmuzna
Kunjungi Misi Haji di...
Kunjungi Misi Haji di Makkah, Wamenhaj Arab Saudi Puji Perubahan Radikal Sistem Haji Indonesia
Baca Selawat Nabi 1000...
Baca Selawat Nabi 1000 Kali di Hari Jumat, Kelak Diperlihatkan Kedudukannya di Surga
Cemas karena Ekonomi...
Cemas karena Ekonomi Terpuruk? Baca Doa Ini Bakda Ashar Hari Jumat, InsyaAllah Mustajab!
Amalan Jumat: Raih Cahaya...
Amalan Jumat: Raih Cahaya dengan Membaca Surat Al-Kahfi
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved